fpsi.umsida.ac.id — Meisya Farah mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dari Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) melaksanakan kegiatan uji coba instrumen soal berbasis online di SMP Negeri 1 Sidoarjo pada Senin, 15 Juni 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelesaian tugas mata kuliah Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran.
Uji coba tersebut menyasar peserta didik kelas VII sebagai responden. Materi yang digunakan dalam instrumen soal adalah Suhu, Kalor, dan Pemuaian.
Dalam pelaksanaannya, soal yang telah disusun kemudian diintegrasikan ke dalam platform kuis berbasis online, yaitu ZEP Quiz.
Meisya menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi pemenuhan tugas perkuliahan, tetapi juga menjadi proses penting untuk mengetahui kualitas instrumen yang telah dikembangkan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah melaksanakan uji coba instrumen soal yang telah disusun sebagai bagian dari penyelesaian tugas mata kuliah Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran,” ujar Meisya.
Menurutnya, instrumen soal yang baik perlu diuji terlebih dahulu sebelum digunakan lebih lanjut.
Melalui uji coba, penyusun soal dapat melihat apakah soal sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, mudah dipahami peserta didik, serta mampu mengukur kemampuan siswa secara tepat.
“Kegiatan ini perlu dilaksanakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran serta untuk mengetahui kualitas instrumen soal yang telah dikembangkan sebelum digunakan lebih lanjut,” tambahnya.
ZEP Quiz Tingkatkan Antusiasme Peserta Didik
Sebelum kegiatan berlangsung, Meisya melakukan beberapa tahapan persiapan. Ia terlebih dahulu menyusun instrumen soal sesuai materi yang telah ditentukan.
Setelah itu, soal dimasukkan ke dalam aplikasi atau website kuis online agar dapat dikerjakan secara daring oleh peserta didik.
Tahap berikutnya adalah melakukan perizinan kepada pihak sekolah. Meisya berkoordinasi dengan pihak kesiswaan yang sekaligus merupakan guru IPA.
Setelah memperoleh izin, peserta didik kelas VII dipilih sebagai sasaran uji coba instrumen.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan cukup lancar. Siswa mengerjakan soal secara daring menggunakan perangkat yang tersedia.
Penggunaan ZEP Quiz membuat asesmen terasa lebih menarik karena soal tidak hanya ditampilkan dalam bentuk teks, tetapi juga dilengkapi dengan visualisasi yang mendukung pemahaman siswa.
Meisya melihat bahwa peserta didik menunjukkan respons positif selama kegiatan berlangsung.
Mereka tampak bersemangat mengikuti proses uji coba, terutama karena media yang digunakan berbeda dari bentuk pengerjaan soal biasa.
“Peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari semangat mereka dalam mengerjakan soal, terutama karena soal yang diberikan dilengkapi dengan visualisasi yang menarik sehingga meningkatkan minat dan keterlibatan siswa,” jelas Meisya.
Penggunaan kuis online juga memberi pengalaman baru bagi peserta didik dalam mengikuti asesmen pembelajaran.
Mereka tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga berinteraksi dengan tampilan digital yang lebih dinamis. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah dalam pelaksanaan asesmen berbasis teknologi.
Kendala Jaringan Jadi Bahan Evaluasi
Meski berjalan dengan baik, kegiatan ini tetap menghadapi kendala teknis.
Salah satu kendala yang muncul adalah gangguan jaringan internet pada beberapa peserta didik.
Kondisi tersebut sempat menghambat proses pengerjaan soal secara daring.
Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan cepat.
Meisya meminjamkan telepon genggam pribadinya kepada siswa yang mengalami gangguan, sehingga mereka tetap dapat mengikuti kegiatan dan menyelesaikan kuis sampai akhir.
“Terdapat kendala berupa gangguan jaringan internet yang dialami oleh beberapa peserta didik. Untuk mengatasi kendala tersebut, peneliti meminjamkan telepon genggam pribadi sehingga siswa tetap dapat mengikuti dan menyelesaikan kuis dengan baik,” ungkapnya.
Dari kegiatan ini, Meisya memperoleh data hasil uji coba instrumen soal yang dapat digunakan untuk melihat kualitas soal yang telah disusun.
Data tersebut menjadi bahan penting dalam proses evaluasi instrumen, baik dari sisi keterbacaan, tingkat pemahaman siswa, maupun efektivitas penggunaan media online.
Selain memperoleh data, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung mengenai karakteristik peserta didik kelas VII.
Meisya dapat melihat bagaimana siswa merespons asesmen berbasis digital, bagaimana mereka memahami soal, serta bagaimana kultur belajar mereka ketika menggunakan media kuis online.
Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran bahwa asesmen berbasis teknologi membutuhkan persiapan yang matang.
Penyusun soal tidak hanya perlu memperhatikan kualitas instrumen, tetapi juga kesiapan perangkat, jaringan internet, dan strategi mengatasi kendala teknis di lapangan.
Melalui uji coba ini, Meisya mendapatkan gambaran bahwa platform seperti ZEP Quiz dapat menjadi alternatif media asesmen yang menarik bagi peserta didik.
Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kesiapan teknis dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Dengan demikian, uji coba instrumen soal di SMP Negeri 1 Sidoarjo ini menjadi pengalaman penting dalam menghubungkan teori asesmen di perkuliahan dengan praktik langsung di sekolah.
Penulis: Nabila Wulyandini



















