Pendidikan IPA

Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular

fpip.umsida.ac.id — Tim Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPA Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Umsida berhasil lolos dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

Tim ini mengusung judul Pemberdayaan Desa Penatarsewu sebagai Desa Wirausaha Berbasis Ekonomi Sirkular melalui Program Resilient Enterprise dalam Pengolahan Limbah Sisik Ikan Mendukung SDGs-12.

Program tersebut berfokus pada pemberdayaan Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sebagai desa wirausaha berbasis ekonomi sirkular.

Gagasan ini lahir dari potensi desa yang memiliki banyak usaha di bidang perikanan, namun belum sepenuhnya berkembang secara optimal.

Salah satu inovasi yang diangkat adalah pengolahan limbah sisik ikan agar dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ami Abdillah Safi, mahasiswa Pendidikan IPA yang tergabung dalam tim, menjelaskan bahwa topik ini dipilih berdasarkan hasil pengamatan terhadap kebutuhan desa.

“Tema yang kami pilih ini berdasarkan permasalahan dan potensi Desa Penatarsewu. Masyarakat desa ini memiliki banyak usaha di bidang perikanan, tetapi belum sepenuhnya berkembang. Karena itu, kami memilih topik desa wirausaha untuk mengembangkan potensi desa dan memberi solusi dari permasalahan di bidang wirausaha,” ujar Ami.

Proses Panjang Sejak Desember

Keberhasilan tim PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA ini tidak diperoleh secara singkat.

Ami menjelaskan bahwa persiapan telah dimulai sejak Desember, mulai dari pembentukan anggota, penentuan topik, observasi ke desa, pengambilan data, hingga pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat sasaran dan pemerintah desa.

“Persiapan dimulai dari bulan Desember dengan menyiapkan anggota terlebih dahulu, lalu mempersiapkan topik yang dirancang. Kami juga observasi ke desa, mengambil data kebutuhan topik, serta melakukan FGD bersama masyarakat sasaran dan pemerintah desa,” jelasnya.

Proses penyusunan subproposal dilakukan hingga Maret sebelum akhirnya dikumpulkan pada akhir bulan tersebut.

Dalam prosesnya, banyak pihak yang terlibat, mulai dari tim pelaksana, HIMA Pendidikan IPA, dosen pendamping, kemahasiswaan, perguruan tinggi, hingga masyarakat desa.

Ami menambahkan, tim melakukan berbagai strategi agar penyusunan proposal berjalan lebih efektif.

Anggota tim dibagi dalam beberapa bidang, seperti penyusun subproposal, desain media, observasi, teknologi, dan bidang pendukung lainnya.

“Proses perjuangan kami lakukan dengan maksimal. Tim melakukan bimbingan teknis hampir setiap hari agar penyusunan subproposal sesuai dengan sistematika ketentuan, rasional, dan sesuai dengan program,” ungkap Ami.

Jadi Pengalaman Berharga Mahasiswa

Pendidikan IPA

Meisya Farah Aurelia mengaku sangat senang dan bangga ketika mengetahui timnya berhasil lolos dalam PPK Ormawa.

Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kerja sama, diskusi, dan proses panjang yang dilakukan tim akhirnya membuahkan hasil.

“Saya merasa sangat senang dan bangga ketika mengetahui tim kami berhasil lolos. Semua usaha, diskusi, dan waktu yang kami curahkan akhirnya membuahkan hasil,” ujar Meisya.

Ia menyebut, pengalaman paling berharga selama penyusunan proposal adalah belajar bekerja sama dan saling mendukung dalam tim.

Setiap anggota saling bertukar ide, melakukan revisi bersama, dan mengikuti arahan dosen pembimbing.

“Kesan paling berharga selama proses penyusunan yaitu kami belajar bekerja sama dan saling mendukung dalam tim. Momen pengumuman kelolosan juga sangat berkesan karena menjadi hasil dari proses dan usaha yang kami jalani bersama,” tambahnya.

Meski begitu, proses penyusunan proposal juga memiliki tantangan.

Meisya mengaku tim harus menyesuaikan isi proposal dengan format dan ketentuan, sekaligus membagi waktu antara kuliah dan pengerjaan proposal.

“Dari proses tersebut, saya belajar tentang pentingnya disiplin, komunikasi, dan kerja sama tim. Pesan saya untuk mahasiswa lain adalah jangan takut mencoba. Yang terpenting adalah berani memulai dan terus belajar dari setiap proses,” katanya.

Tim ini terdiri dari Ami Abdillah Safi, Meisya Farah Aurelia, Anggita Nur Aeni, Alfina Sinta, dan Nur Rofi’ah dari Pendidikan IPA, serta anggota lintas prodi yaitu Nova Monica dari PGSD, Muhammad Syukran Hammami dari Manajemen, Nailiya Noor Azizah dan Nabiilah dari Teknologi Laboratorium Medis, serta Rizal Anugerah Pratama, Rendika Dwi Kusuma, dan Angger Seta Pandega dari Teknik Mesin.

“Setelah berhasil lolos, saya berharap bisa memberikan hasil terbaik dan mendapatkan banyak pengalaman baru. Saya juga ingin terus meningkatkan kemampuan penelitian dan penulisan ilmiah agar dapat berkontribusi lebih baik di masa depan,” pungkas Meisya.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

tino salim
Tino Salim Hadir sebagai Guest Lecturer Business English 2026
June 5, 2026By
FPIP Fair
Bazar FPIP Fair Hadirkan 14 Stand Kreatif
June 2, 2026By
FPIP Fair
FPIP Fair 2026 Jadi Momentum Terakhir Kebersamaan FPIP Umsida
June 1, 2026By
Psikologi
Mahasiswa Psikologi Umsida Gelar NEXORA 2026
May 29, 2026By
Brain Rot
FOCUSMIND AR Lolos PKM RSH Tawarkan Solusi Brain Rot Siswa
May 28, 2026By
Infografis Competition
REAKSI FPIP Gelar Infografis Competition Pelajar SMP SMA
May 27, 2026By
PKM AI
Mahasiswa PGSD Umsida Lolos PKM AI dengan Media Ular Tangga
May 26, 2026By
Anak Sukorejo Antusias Ikuti Mewarnai Bersama
May 25, 2026By

Prestasi

Brain Rot
FOCUSMIND AR Lolos PKM RSH Tawarkan Solusi Brain Rot Siswa
May 28, 2026By
PKM AI
Mahasiswa PGSD Umsida Lolos PKM AI dengan Media Ular Tangga
May 26, 2026By
Tiga Mahasiswa
Tiga Mahasiswa Psikologi Raih Juara Esai Nasional
May 19, 2026By
Dhia Kesuma Raih Penghargaan Olahraga di PILMAPRES 2026
May 6, 2026By
Videografi Psychoverse
Dua Mahasiswa FPIP Raih Juara Videografi Psychoverse
May 5, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By