magang

Wijaba dan Umsida Rancang Magang Terintegrasi KKN dan Inklus

fpsi.umsida.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) bersama Wijaba menggelar pertemuan koordinasi pada Jumat, 17 Juli 2026 di kampus 3 GBK 7.

Pertemuan tersebut membahas pengembangan desain program magang yang mengintegrasikan kegiatan magang Wijaba dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta sistem pemantauan dan evaluasi oleh dosen.

Diskusi ini diarahkan untuk merumuskan bentuk kerja sama yang tidak berhenti pada penempatan mahasiswa di lokasi magang.

Kedua pihak ingin memastikan program tersebut memiliki capaian pembelajaran yang jelas, memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa, dan menghasilkan manfaat bagi kampus, mitra, serta masyarakat.

Mengembangkan Model Magang yang Lebih Terarah

Arif menjelaskan bahwa pelaksanaan magang Wijaba saat ini masih menggunakan pola umum. Mahasiswa mengikuti proses seleksi, kemudian ditempatkan pada lokasi magang sesuai kebutuhan program dan mitra.

Menurutnya, pola tersebut masih dapat dikembangkan melalui keterlibatan perguruan tinggi secara lebih intensif, terutama dalam proses pendampingan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

“Magang Wijaba saat ini masih bersifat umum, yakni mahasiswa diseleksi kemudian dimagangkan. Karena itu, kami tertarik mengembangkan model yang terintegrasi dengan KKN atau melibatkan dosen sebagai pemantau dan evaluator,” ujar Arif.

Integrasi tersebut dinilai dapat membuat kegiatan magang lebih sistematis. Mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas dari lembaga mitra, tetapi juga memiliki target pembelajaran, program pengabdian, dan evaluasi yang selaras dengan kompetensi akademik.

Model ini juga memungkinkan kegiatan magang dikembangkan menjadi program yang lebih kontekstual. Mahasiswa dapat belajar memahami persoalan di lapangan, menyusun solusi, serta menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan lembaga dan masyarakat.

Kerja Sama Harus Memberikan Dampak Nyata

Dalam pertemuan tersebut, Ida menekankan pentingnya kerja sama yang berorientasi pada dampak. Kolaborasi antara Umsida dan Wijaba perlu menghasilkan manfaat yang dapat diukur, terutama bagi mahasiswa yang mengikuti program.

“Capaian Indikator Kinerja Utama mengenai kerja sama berdampak harus menjadi perhatian. Kerja sama ini harus menghasilkan output yang bermanfaat bagi mahasiswa magang, kampus, dan masyarakat umum,” kata Ida.

Ia menilai keberhasilan kerja sama tidak cukup diukur dari terselenggaranya kegiatan atau jumlah mahasiswa yang mengikuti magang.

Program perlu menghasilkan luaran yang jelas, seperti peningkatan kompetensi mahasiswa, penyelesaian persoalan mitra, pengembangan model pendampingan, maupun program pengabdian yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, kegiatan magang dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus sarana membangun kontribusi sosial perguruan tinggi.

Dosen Dilibatkan sebagai Pemantau dan Evaluator

Kemil menyampaikan bahwa keterlibatan dosen menjadi bagian penting dalam desain program. Dosen tidak hanya bertugas memberikan persetujuan akademik, tetapi juga mengikuti perkembangan mahasiswa dan memahami aktivitas yang dijalankan selama magang.

“Kolaborasi dosen sebagai pemantau dan evaluator akan membantu dosen memahami kegiatan magang Wijaba. Dosen juga dapat mengukur ketercapaian mata kuliah dan memberikan evaluasi terhadap proses pembelajaran mahasiswa,” jelas Kemil.

Keterlibatan dosen diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kegiatan lapangan dan kurikulum perguruan tinggi.

Evaluasi yang dilakukan juga dapat menjadi dasar perbaikan program pada periode berikutnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan harapan untuk membangun program bersama yang berkelanjutan antara Wijaba dan Umsida.

Salah satu arah yang dipertimbangkan adalah pengembangan kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan nasional terhadap sekolah-sekolah inklusi.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman profesional sekaligus pemahaman mengenai pendidikan inklusif.

Program tersebut juga diharapkan mampu mendukung sekolah, memperkuat kompetensi mahasiswa, dan menghasilkan model magang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis:

Bertita Terkini

Menuju Kazakhstan, Dua Mahasiswa UMSIDA Bawa Semangat Go Global
September 3, 2026By
Asistensi Mengajar, Langkah Mahasiswa PGSD Umsida Menjadi Guru
September 2, 2026By
PLP Kelompok 69 Umsida Kolaborasi Kimia Farma Dorong Kesadaran Hidup Sehat
September 1, 2026By
PLP Kelompok 69 Hadirkan Bank Sampah di Pantai Pengkolan
August 31, 2026By
Silam.ID Umsida Hadirkan Disability Festival untuk Ruang Ekspresi Inklusif
August 28, 2026By
Dr Ida Rindaningsih Bergabung dalam Tim Ad Hoc Standar Pengasuh Anak
August 27, 2026By
Umsida Dukung Sosialisasi WIJABA Environmental Education Program
August 26, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By

Prestasi

Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By

Riset dan Inovasi

Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By
Dr Yuli Kembangkan VR Bahasa Inggris Menuju Kurikulum 2027
August 12, 2026By
Dr Rahmania Lolos RIIM 11 lewat Inovasi Virtual Reality
August 11, 2026By