Dr Rahmania Lolos RIIM 11 lewat Inovasi Virtual Reality

fpsi.umsida.ac.id — Dr. Rahmania Sri Untari, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), berhasil lolos sebagai penerima Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11.

Dalam program tersebut, Rahmania mengembangkan penelitian yang berfokus pada literasi museum dan candi bagi anak berkebutuhan khusus melalui pemanfaatan Virtual Reality (VR) sensory di Sidoarjo. Penelitian tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, interaktif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Alhamdulillah, tentu saya merasa sangat bersyukur dan bahagia atas kepercayaan yang diberikan melalui Program RIIM Gelombang 11. Bagi saya, keberhasilan ini bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk menghasilkan penelitian yang benar-benar memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan,” ungkap Rahmania.

Gagasan penelitian itu berangkat dari perkembangan teknologi pendidikan yang semakin pesat. Menurutnya, teknologi tidak cukup hanya menjadi media tambahan dalam pembelajaran, tetapi perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

“Karena saya banyak bergerak di bidang teknologi pendidikan, khususnya Virtual Reality, saya melihat VR memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret dan imersif,” jelasnya.

Berangkat dari Permasalahan Nyata Pendidikan

Rahmania menuturkan, penyusunan proposal RIIM Gelombang 11 melalui proses yang cukup panjang. Tim terlebih dahulu mengidentifikasi permasalahan yang benar-benar ditemukan di lapangan, kemudian melakukan kajian terhadap berbagai penelitian sebelumnya untuk menemukan celah serta kebaruan penelitian.

Tahapan tersebut dilanjutkan dengan penyusunan tujuan penelitian, metode, luaran, indikator keberhasilan, hingga rencana hilirisasi. Proposal juga beberapa kali dievaluasi menggunakan sudut pandang reviewer untuk memastikan urgensi, metodologi, kebaruan, serta potensi dampaknya tersusun dengan kuat.

“Salah satu kunci pentingnya adalah tidak hanya memikirkan apa yang akan diteliti, tetapi juga masalah apa yang ingin diselesaikan dan siapa yang nantinya akan mendapatkan manfaat dari hasil penelitian tersebut,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar adalah menerjemahkan gagasan penelitian yang kompleks menjadi proposal yang jelas, terukur, dan memiliki dampak nyata. Dalam tahap pelaksanaan, tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Karena itu, penelitian tersebut membutuhkan proses kolaborasi, pengujian, evaluasi, dan penyempurnaan secara berkelanjutan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo menjadi salah satu mitra utama dalam implementasi penelitian tersebut.

Dorong Riset Hingga Memberikan Dampak Nyata

Melalui penelitian tersebut, Rahmania menargetkan lahirnya inovasi pembelajaran yang tidak berhenti pada tahap pengembangan produk. Teknologi yang dihasilkan diharapkan dapat diuji, diterapkan, serta dikembangkan agar benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Bagi guru, inovasi berbasis VR tersebut diharapkan dapat membantu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual, dan bermakna. Sedangkan bagi peserta didik, teknologi dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami.

“Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital,” katanya.

Lebih jauh, Rahmania berharap penelitian melalui RIIM Gelombang 11 dapat mendukung penguatan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia. Menurutnya, penelitian semestinya tidak hanya menghasilkan artikel atau publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki peluang untuk dihilirkan menjadi produk yang dapat digunakan masyarakat.

“Harapannya, melalui RIIM Gelombang 11 ini kami tidak hanya berhasil menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Indonesia,” pungkas Rahmania.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Alumni Insight Fortama FPSI 2026 Bagikan Pengalaman Kehidupan Kampus
September 22, 2026By
Go Green Kampus Warnai Fortama FPSI 2026
September 21, 2026By
Fortama 2026 FPSI UMSIDA Sambut 234 Mahasiswa Baru
September 18, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Umsida Perkuat Student Mobility dengan EAGI Kazakhstan
September 15, 2026By
PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Pemberangkatan PLP II 2026 FPSI Resmi Dilaksanakan
September 11, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By