fpsi.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI), terpilih sebagai Duta Pencerah UMSIDA 2026. Prestasi tersebut diraih oleh Angelina Maulidiyah melalui rangkaian seleksi yang menjadi bagian dari pemilihan Duta Pencerah UMSIDA 2026.
Terpilihnya Angelina menjadi pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi lingkungan akademik PGSD. Amanah sebagai Duta Pencerah menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membawa nilai-nilai positif UMSIDA kepada mahasiswa dan masyarakat.
Angelina mengungkapkan rasa syukur setelah mendapatkan kepercayaan tersebut. Baginya, menjadi Duta Pencerah bukan sekadar sebuah gelar, melainkan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kampus.
“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, sekaligus terhormat atas kepercayaan ini. Menjadi Duta Pencerah adalah tanggung jawab besar yang memacu saya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kampus tercinta,” ungkap Angelina.
Keikutsertaannya dalam seleksi juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk berkembang di luar bidang akademik. Ia ingin memperluas relasi, mendapatkan pengalaman baru, sekaligus menjadi sosok yang dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
“Latar belakang saya adalah keinginan kuat untuk berkembang di luar akademik dan memperluas relasi. Motivasi terbesar saya adalah ingin menjadi wadah inspirasi bagi mahasiswa lain serta ikut aktif mempromosikan nilai-nilai unggul UMSIDA ke masyarakat luas,” jelasnya.
Belajar Kepemimpinan hingga Public Speaking

Perjalanan Angelina hingga terpilih sebagai Duta Pencerah UMSIDA 2026 tidak terlepas dari berbagai tahapan seleksi. Ia harus mengikuti proses yang cukup menantang dan kompetitif, mulai dari seleksi berkas, wawancara, hingga pembekalan.
Menurutnya, setiap tahapan memberikan pengalaman dan pembelajaran baru. Tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan gagasan, proses seleksi juga membantunya meningkatkan kemampuan kepemimpinan, public speaking, serta kerja sama tim.
“Prosesnya sangat menantang dan kompetitif, mulai dari seleksi berkas, wawancara, hingga pembekalan. Namun, pengalaman ini sangat berharga karena saya belajar banyak hal baru, terutama tentang kepemimpinan, public speaking, dan kerja sama tim,” tuturnya.
Salah satu tantangan yang paling dirasakan Angelina adalah kemampuan mengatur waktu. Di tengah kesibukannya mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat atau abdimas, ia juga harus mempersiapkan berbagai materi untuk menghadapi seleksi.
“Tantangan terbesar bagi saya adalah manajemen waktu, karena saat itu saya harus membagi fokus antara kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) dan mempersiapkan materi seleksi secara bersamaan,” ujarnya.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi bagian yang berkesan baginya. Ia dituntut untuk mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan para juri.
Membawa Nilai Intelektual, Akhlak, dan Kepedulian

Sebagai Duta Pencerah, Angelina memandang amanah tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjadi representasi mahasiswa. Ia ingin membawa nilai yang menggabungkan kecerdasan intelektual dengan akhlak serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Bagi saya, Duta Pencerah adalah representasi akademisi Islam yang membawa kemaslahatan. Nilai yang ingin saya bawa adalah integrasi antara kecerdasan intelektual, keluhuran akhlak, dan kepedulian sosial yang nyata,” katanya.
Ke depan, Angelina memiliki sejumlah rencana kontribusi, khususnya dalam bidang pendidikan dan masyarakat. Ia ingin menginisiasi program literasi digital dan mentoring bagi mahasiswa. Sementara di lingkungan masyarakat, ia berharap dapat terlibat dalam kegiatan pengabdian berbasis edukasi.
“Di bidang pendidikan, saya ingin menginisiasi program literasi digital dan mentoring bagi mahasiswa. Untuk masyarakat, saya ingin terlibat langsung dalam aksi pengabdian masyarakat berbasis edukasi guna mengenalkan UMSIDA sebagai kampus pencerah yang solutif,” ungkapnya.
Melalui peran tersebut, Angelina menargetkan dapat menjalankan amanah secara maksimal sekaligus menjaga nama baik UMSIDA. Ia juga berharap kehadiran para Duta Pencerah dapat mendorong mahasiswa untuk lebih berani mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Target saya adalah menjalankan amanah ini dengan maksimal dan membawa nama baik UMSIDA. Harapan saya, semoga kehadiran kami bisa memantik semangat berprestasi teman-teman,” jelas Angelina.
Ia pun menyampaikan pesan kepada mahasiswa UMSIDA agar tidak ragu mencoba berbagai pengalaman baru. “Jangan takut keluar dari zona nyaman, teruslah berkarya, dan jadilah pencerah di mana pun kita berada,” pungkasnya.
Penulis: Nabila Wulyandini


















