FOCUSMIND-AR Latih Fokus Siswa di Tengah Fenomena Brain Rot

fpsi.umsida.ac.id — Fenomena brain rot atau menurunnya kemampuan fokus akibat konsumsi konten digital berlebihan menjadi perhatian mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Berangkat dari kondisi tersebut, tim yang terdiri atas lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengembangkan FOCUSMIND-AR, modul pembelajaran digital berbasis Augmented Reality (AR) untuk mata pelajaran IPAS kelas VI sekolah dasar.

Ketua tim, Fahmi Anisa Herviana, bersama Nur Zakiyyatul Ula, Tiara Insani Anggun Bekti Wiguna, Salwa Muthia Rahma, dan Rosania Ayu Setiawati mengangkat isu krisis atensi siswa akibat overstimulasi konten viral di media sosial. Modul tersebut dirancang dengan menggabungkan psikologi kognitif, Attention Restoration Theory (ART), dan desain visual minimalis untuk mengurangi beban kognitif sekaligus melatih sustained attention siswa.

“Topik utama yang kami angkat dalam penelitian ini adalah mengkaji fenomena brain rot atau krisis atensi/fokus belajar pada siswa sekolah dasar akibat overstimulasi konsumsi konten viral di media sosial,” ujar Fahmi.

Persiapan proposal telah dimulai sejak Januari 2026. Keterbatasan waktu dan jadwal kuliah yang berbeda membuat tim lebih banyak berdiskusi melalui Zoom. Pertemuan rutin dilakukan, bahkan hampir setiap malam, hingga proposal selesai dan memasuki tahap revisi pada kegiatan PKM Camp.

Diperkuat Kolaborasi Lintas Disiplin

Keberhasilan tim lolos sebagai peserta PKM-RSH tidak terlepas dari strategi interdisipliner yang diterapkan. Tim menggabungkan perspektif Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), psikologi kognitif, dan ilmu komunikasi untuk membangun penelitian yang relevan dengan persoalan anak di era digital.

“Strategi utama yang membuat proposal ini berhasil lolos adalah penerapan metode pendekatan lintas disiplin ilmu yang sangat kuat,” jelas Fahmi.

Dalam penyusunannya, setiap anggota memiliki tanggung jawab berbeda. Fahmi mengoordinasikan penelitian dan memimpin intervensi, Nur menangani validasi instrumen serta perizinan sekolah, Tiara mengolah data statistik, Salwa berfokus pada kajian Cognitive Load Theory dan evaluasi fokus, sedangkan Rosania menganalisis tren media sosial serta mendokumentasikan penelitian.

Pelaksanaan penelitian secara langsung dilakukan di SD Negeri Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada 17 Juli hingga 24 Agustus 2026. Kelas VI A ditetapkan sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelas VI B menjadi kelompok kontrol.

FOCUSMIND-AR Beri Pengalaman Belajar Interaktif

Penelitian diawali dengan studi literatur, penyusunan materi dan storyboard, persiapan instrumen, serta koordinasi dengan pihak sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pretest, posttest, dan observasi non-partisipatif.

Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran IPAS menggunakan FOCUSMIND-AR, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode yang biasa digunakan. Teknologi AR membuat siswa dapat berinteraksi dengan materi secara lebih menarik dan berbeda dari pembelajaran konvensional.

“Respons siswa selama mengikuti pembelajaran menggunakan FOCUSMIND-AR secara umum cukup positif. Siswa terlihat tertarik karena mereka mendapatkan pengalaman belajar dengan menggunakan teknologi Augmented Reality yang berbeda dari pembelajaran biasa,” ungkapnya.

Hasil analisis menunjukkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata N-Gain kelompok eksperimen mencapai 47,18 persen dalam kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol sebesar 7,28 persen dalam kategori rendah. Hasil Independent Sample t-Test juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok.

Temuan tersebut menunjukkan FOCUSMIND-AR berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran IPAS berbasis AR. Tim berharap produk ini dapat terus disempurnakan dari sisi materi maupun media, serta dikembangkan lebih luas dan berpeluang menjadi luaran kekayaan intelektual.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Resmi Raih Gelar Doktor, Dosen FPSI Umsida Gagas Bahan Ajar Interaktif
October 24, 2026By
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Umsida turut ambil bagian secara aktif dalam merumuskan arah pengembangan kurikulum nasional
PBA UMSIDA Turut Merumuskan Arah Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab dalam Forum Nasional PPPBA 2026
October 23, 2026By
Sinergi Integritas dan Digitalisasi: Sekretaris Dikbud Sidoarjo Bekali Calon Lulusan FPSI Umsida di Yudisium II
October 22, 2026By
465 Mahasiswa FPSI Umsida Jalani Yudisium II, Siap Menenun Masa Depan
October 21, 2026By
Akademisi Umsida Dr. Anita Puji Astutik Dikukuhkan sebagai Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
October 21, 2026By
IMM Al-Khawarizmi Gelar Temu Cakader
October 20, 2026By
Mahasiswa PPG Umsida Ajak Warga Olah Limbah Rumah Tangga melalui SELARAS
October 19, 2026By
Mahasiswa PLP II Umsida: “Menjadi Guru Adalah Panggilan yang Layak Diperjuangkan”
October 18, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas
October 6, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By