fpsi.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Putri Hikmiyatil Latifah, berhasil meraih juara 3 dalam ajang 8th UMSURA National Pencak Silat Championship 2026.
Mahasiswa semester 6 yang akrab disapa Hikmah ini merupakan atlet Tapak Suci sekaligus aktif di organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Hikmah lahir di Lamongan pada 13 April 2005. Selain aktif dalam dunia pencak silat, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Immawati di komisariat IMM.
Baginya, prestasi tidak hanya dibangun melalui ruang kelas, tetapi juga melalui aktivitas organisasi dan pengembangan potensi diri di luar perkuliahan.
Ajang 8th UMSURA National Pencak Silat Championship 2026 merupakan event prestasi tahunan yang diselenggarakan oleh Tapak Suci UMSURA.
Meski diselenggarakan oleh Tapak Suci, kompetisi ini terbuka untuk berbagai perguruan pencak silat maupun atlet yang tergabung dalam IPSI, mulai dari kategori usia dini hingga dewasa.
“Event ini bukan hanya untuk Tapak Suci, tetapi terbuka untuk semua perguruan atau IPSI dari berbagai kategori usia. Jadi persaingannya cukup luas dan menantang,” ujar Hikmah.
Persiapan Singkat, Mental Tetap Kuat

Hikmah mengaku bahwa persiapan menuju kejuaraan ini berlangsung cukup mendadak. Sebelum mengikuti event tersebut, ia sempat berhenti latihan selama kurang lebih enam bulan karena beberapa urusan yang tidak bisa ditinggalkan.
Setelah kembali latihan beberapa minggu, ia baru mendapatkan informasi mengenai event tersebut. Bahkan, pendaftaran dilakukan pada H-3 sebelum pertandingan.
Meski demikian, ia tetap berusaha memaksimalkan waktu yang ada untuk menyiapkan fisik dan mental.
“Persiapannya lumayan mendadak. Saya baru latihan beberapa minggu, lalu ada info event dan daftar H-3. Bismillah, siap tidak siap harus siap. Saya maksimalkan latihan fisik dengan jogging dan stretching ringan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, jadwal pertandingan juga tidak berjalan sesuai prediksi. Awalnya, Hikmah dijadwalkan bertanding pada hari kedua. Namun, karena keterbatasan waktu, pertandingan harus bergeser ke hari ketiga.
Tantangan tersebut semakin berat karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya matang setelah cukup lama tidak mengikuti event. Target awal yang ingin ia capai adalah juara 1. Namun, realitas pertandingan membawanya meraih juara 3.
“Jujur tantangannya cukup berat karena setelah enam bulan break, saya langsung ikut event dengan fisik yang belum maksimal. Targetnya juara 1, tapi hasilnya juara 3. Tetap saya syukuri, Alhamdulillah,” ungkapnya.
Dukungan Jadi Sumber Semangat

Di balik pencapaiannya, Hikmah merasa banyak mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Dukungan tersebut datang dari teman dekat, pembina, pihak kemahasiswaan, serta doa dari orang tua.
“Alhamdulillah saya dikelilingi orang-orang baik. Ada support dari teman-teman dekat, pembina, kemahasiswaan, dan tentu doa orang tua yang sangat penting bagi saya,” tuturnya.
Untuk event berikutnya, Hikmah mengaku belum memiliki gambaran pasti. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi salah satu event terakhir pada periode saat ini dan kemungkinan akan dilanjutkan pada periode berikutnya.
Meski demikian, ia berharap mahasiswa Umsida tidak hanya aktif di dalam kelas, tetapi juga berani mengembangkan potensi di luar kelas. Menurutnya, prestasi merupakan salah satu bentuk nyata keaktifan mahasiswa dalam membangun diri.
“Seperti yang pernah disampaikan Pak Anies Baswedan, jadilah mahasiswa yang aktif, bukan hanya aktif di kelas, tetapi juga di luar kelas. Jatuh bangun itu biasa. Terus percaya pada proses, insyaallah hasil akan mengikuti,” pungkasnya.
Penulis: Nabila Wulyandini


















