KKN 21 Umsida Hidupkan Kelas Melalui PLP-KKN Terintergrasi

fpsi.umsida.ac.id — Kelompok 21 Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menghadirkan pembelajaran kreatif dan interaktif selama menjalankan kegiatan di SDN Parerejo 1. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026 tersebut sementara berfokus pada praktik mengajar di kelas dengan memanfaatkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa.

Salah satu anggota Kelompok 21 PLP UMSIDA, Irfanti, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya memberikan soal kepada siswa. LKPD dikembangkan dengan berbagai aktivitas sederhana seperti menggunting, menempel, mewarnai, dan mencocokkan agar siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.

“Tujuan utama kegiatan yang kami lakukan adalah memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam proses pembelajaran,” jelas Irfanti.

Rancang Pembelajaran Sesuai Karakteristik Siswa

Sebelum masuk ke kelas, anggota Kelompok 21 terlebih dahulu mendiskusikan materi, metode, media pembelajaran, serta karakteristik siswa yang akan mereka hadapi. Hasil diskusi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan bentuk pembelajaran yang dinilai sesuai, termasuk penyusunan LKPD.

Menurut Irfanti, proses tersebut penting karena setiap kelas memiliki kondisi dan kemampuan siswa yang berbeda. Karena itu, kegiatan pembelajaran tidak dapat hanya mengandalkan satu cara.

“Sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, kami berdiskusi terlebih dahulu mengenai materi yang akan disampaikan dan karakteristik siswa di kelas. Setelah itu, kami menentukan metode dan media yang sesuai,” katanya.

Pembagian tugas dalam kelompok juga menyesuaikan jadwal mengajar masing-masing anggota. Saat satu mahasiswa bertugas mengajar, anggota lainnya dapat membantu menyiapkan media, LKPD, dokumentasi, hingga mengondisikan siswa.

Selain praktik mengajar, mahasiswa turut membantu beberapa kegiatan seremonial sekolah. Sementara program lain, seperti sosialisasi atau perlombaan, masih dalam tahap koordinasi dan penyesuaian dengan kebutuhan sekolah.

Antusias Siswa Jadi Evaluasi Pembelajaran

Penggunaan LKPD berbasis aktivitas mendapat respons cukup positif dari siswa. Menurut Irfanti, siswa terlihat lebih tertarik ketika proses belajar tidak hanya berisi penjelasan dan pengerjaan soal.

“Untuk siswa sendiri, mereka cukup antusias ketika pembelajaran menggunakan LKPD yang memiliki aktivitas seperti menggunting, menempel, dan mewarnai. Siswa terlihat lebih aktif dan tertarik mengikuti pembelajaran,” ungkapnya.

Meski demikian, mahasiswa juga menghadapi tantangan. Perbedaan kemampuan siswa membuat beberapa anak dapat memahami instruksi dengan cepat, sedangkan lainnya membutuhkan pendampingan lebih intensif. Aktivitas menggunting, menempel, dan mewarnai juga terkadang membutuhkan waktu lebih panjang.

Untuk mengatasinya, mahasiswa memberikan instruksi dengan bahasa yang lebih sederhana, menunjukkan contoh sebelum kegiatan dimulai, serta mendampingi siswa yang mengalami kesulitan. Waktu setiap aktivitas juga dibagi agar pembelajaran tetap berjalan sesuai jadwal.

Evaluasi Bersama untuk Pembelajaran Berikutnya

Setelah kegiatan selesai, anggota Kelompok 21 melakukan evaluasi bersama. Mereka membahas bagian pembelajaran yang sudah berjalan baik maupun hal yang masih perlu diperbaiki.

“Kami sering berdiskusi dan saling memberikan masukan setelah kegiatan pembelajaran agar kegiatan berikutnya bisa lebih baik,” ujar Irfanti.

Bagi mahasiswa, PLP tidak hanya menjadi kesempatan menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar untuk mengelola kelas, memahami perbedaan karakter siswa, memilih media yang tepat, serta menyesuaikan pembelajaran dengan situasi nyata di sekolah.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Alumni Insight Fortama FPSI 2026 Bagikan Pengalaman Kehidupan Kampus
September 22, 2026By
Go Green Kampus Warnai Fortama FPSI 2026
September 21, 2026By
Fortama 2026 FPSI UMSIDA Sambut 234 Mahasiswa Baru
September 18, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Umsida Perkuat Student Mobility dengan EAGI Kazakhstan
September 15, 2026By
PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Pemberangkatan PLP II 2026 FPSI Resmi Dilaksanakan
September 11, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By