PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan

fpsi.umsida.ac.id — Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Pend. IPA) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam(FPSI) menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Salah satu program yang dikembangkan berlokasi di Desa Penatarsewu dengan fokus pada pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk bernilai ekonomi melalui brand Kriyasewu.

Pelaksanaan program diawali dengan penyusunan proposal, identifikasi permasalahan dan potensi desa, serta pembagian tugas antaranggota tim. Setelah dinyatakan lolos pendanaan, tim melanjutkan kegiatan melalui koordinasi bersama dosen pendamping, pemerintah desa, dan masyarakat. Tahap persiapan mencakup penyusunan jadwal, pengadaan kebutuhan kegiatan, serta perencanaan program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program melibatkan lima stakeholder utama, yaitu perguruan tinggi, Dosen Pendamping Lapangan (DPL), organisasi kemahasiswaan, tim pelaksana, serta mitra internal dan eksternal. Mitra eksternal yang terlibat meliputi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo serta Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran kegiatan dan memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Kriyasewu Dorong Pemanfaatan Limbah Menjadi Produk Ekonomi

Fokus utama PPK Ormawa ini adalah membangun ekonomi sirkular dengan mengolah limbah sisik ikan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah. Melalui brand Kriyasewu, masyarakat diperkenalkan pada berbagai inovasi pengolahan, seperti kerupuk sisik ikan, tepung sisik ikan, serta kerajinan gantungan kunci berbahan resin sisik ikan.

Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan koordinasi tim, identifikasi potensi serta permasalahan desa, sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah sisik ikan, hingga pengembangan produk dan branding Kriyasewu. Setelah produk dikembangkan, tim melanjutkan pendampingan pemasaran dan penguatan usaha agar masyarakat memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola potensi ekonomi lokal.

Meisya menjelaskan bahwa pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada hasil produk, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. “Hal yang paling menarik adalah melihat langsung perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah sisik ikan. Kami belajar bahwa pemberdayaan tidak cukup hanya dengan memberikan ide, tetapi juga membutuhkan komunikasi, kesabaran, konsistensi, dan pendampingan,” ungkap Meisya.

Masyarakat menunjukkan respons positif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti pelatihan, berdiskusi, serta mencoba praktik pengolahan sisik ikan. Ketertarikan tersebut muncul ketika masyarakat melihat bahwa limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Penguatan Kapasitas HIMA dan Keberlanjutan Program

Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, PPK Ormawa Kriyasewu menjadi wadah bagi anggota HIMA untuk mengembangkan kemampuan dalam mengelola program pemberdayaan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam kepemimpinan, koordinasi, tanggung jawab, serta pemecahan masalah di lapangan.

Dalam prosesnya, tim menghadapi kendala berupa komunikasi dan koordinasi kecil antaranggota. Namun, permasalahan tersebut dapat diatasi melalui diskusi, evaluasi, dan koordinasi rutin sehingga tidak menghambat pelaksanaan program. Tim juga terus melakukan monitoring dan evaluasi bersama stakeholder untuk mengetahui perkembangan kegiatan serta menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat.

Hasil yang diperoleh mencakup meningkatnya keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sisik ikan, berkembangnya produk Kriyasewu, serta bertambahnya pengalaman HIMA dalam mengelola kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya usaha masyarakat Desa Penatarsewu yang mandiri dan berkelanjutan.

Ke depan, tim berharap Kriyasewu terus dikembangkan melalui inovasi produk, penguatan branding, dan perluasan pemasaran. HIMA juga diharapkan tetap berperan sebagai fasilitator, pendamping, serta penggerak inovasi masyarakat melalui evaluasi dan pengembangan program secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, perguruan tinggi, dan mitra terkait, pemanfaatan limbah sisik ikan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa Penatarsewu.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

PBI UMSIDA Kenalkan Pesona Bromo kepada Mahasiswa Inbound Kazakhstan
October 5, 2026By
PBA UMSIDA Bahas Peran Guru Hadapi Transformasi AI di Konferensi Internasional
October 2, 2026By
PBA UMSIDA Perkuat Kurikulum melalui Rakernas PPPBA dan Konferensi Internasional
October 1, 2026By
Cerita Mahasiswa Kazakhstan Ikuti Student Mobility di Umsida
September 28, 2026By
Testimoni Peserta Workshop Internasional Climate Change Learning Kit di Umsida
September 24, 2026By
Alumni Insight Fortama FPSI 2026 Bagikan Pengalaman Kehidupan Kampus
September 22, 2026By
Go Green Kampus Warnai Fortama FPSI 2026
September 21, 2026By
Fortama 2026 FPSI UMSIDA Sambut 234 Mahasiswa Baru
September 18, 2026By

Prestasi

Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By

Riset dan Inovasi

Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By