Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya

Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya

fpsi.umsida.ac.id — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi di bidang olahraga bela diri.

Kali ini, prestasi tersebut diraih oleh Anzalna Alfa Ilmana S, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Ia berhasil meraih medali perak atau Juara 2 dalam kategori Kyorugi U-49 pada Kejuaraan Taekwondo Grade-C Piala Walikota Surabaya 2026.

Kompetisi tersebut berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di GOR Indoor Bung Tomo, Surabaya. Ajang ini diselenggarakan oleh KONI Kota Surabaya dan diikuti oleh para atlet taekwondo dari berbagai daerah.

Tingkat persaingan dalam kejuaraan ini cukup ketat karena setiap peserta membawa kemampuan terbaiknya untuk memperebutkan gelar juara.

Bagi Anzalna, pencapaian ini menjadi pengalaman penting sekaligus bukti bahwa proses latihan yang dijalani selama ini mulai menunjukkan hasil.

Ia mengaku sangat bersyukur karena mampu membawa pulang medali dari salah satu ajang bergengsi di Surabaya.

“Saya sangat bersyukur dan lega banget. Rasa capek selama latihan rasanya langsung hilang dan terbayar lunas pas dapat medali ini,” ungkap Anzalna.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi Anzalna untuk terus meningkatkan kemampuan.

Ia menyadari bahwa medali perak bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk berlatih lebih serius dan konsisten.

Latihan Intensif Jadi Kunci Persiapan

perak

Sebelum mengikuti Kejuaraan Taekwondo Grade-C Piala Walikota Surabaya 2026, Anzalna menjalani persiapan selama kurang lebih satu hingga dua bulan.

Ia mulai mengenal taekwondo sejak awal masuk Umsida pada tahun 2024. Sejak saat itu, ketertarikannya terhadap olahraga bela diri ini terus berkembang hingga akhirnya ia berani turun dalam kompetisi resmi.

Menurut Anzalna, persiapan menuju pertandingan tidak hanya berfokus pada teknik bertarung.

Ia juga harus menjaga kondisi fisik, pola makan, dan kesehatan agar tetap siap saat berada di arena pertandingan.

“Pastinya latihan fisik dan teknik porsinya ditambah, jadi hampir seminggu tiga kali latihan. Selain itu, saya juga fokus menjaga pola makan dan menjaga kesehatan,” jelasnya.

Latihan tersebut dilakukan di dojang daerah Candi. Dalam prosesnya, Anzalna tidak berlatih sendirian.

Ia mendapatkan arahan dari pelatih, dukungan dari teman satu tim, serta semangat dari orang-orang terdekat. Baginya, dukungan tersebut menjadi energi tambahan untuk tetap kuat menghadapi proses latihan yang cukup melelahkan.

“Terutama orang tua dan keluarga yang selalu mendoakan. Lalu ada pelatih yang membimbing, teman-teman satu tim, serta teman-teman di sekitar saya yang selalu memberi semangat,” katanya.

Selain latihan, Anzalna juga harus mempersiapkan mental. Ia mengaku suasana pertandingan di GOR Indoor Bung Tomo memberikan kesan tersendiri.

Ramainya penonton, sorakan pendukung, dan atmosfer arena membuatnya sempat merasa gugup. Namun, suasana tersebut justru berubah menjadi dorongan untuk tampil lebih maksimal.

“Suasana di GOR Bung Tomo kemarin seru banget. Saya merasa deg-degan waktu melihat arenanya. Penontonnya ramai, gemuruh sorakan suporternya bikin merinding sekaligus menambah semangat saat tanding,” ujarnya.

Tantangan Mental dan Target Prestasi Berikutnya

perak

Keikutsertaan Anzalna dalam Piala Walikota Surabaya bukan tanpa alasan. Ia ingin mengukur perkembangan kemampuannya setelah berlatih taekwondo sejak masuk kuliah.

Selain itu, ia juga ingin mencari pengalaman baru dan membanggakan orang-orang yang telah mendukungnya.

“Karena ini ajang bergengsi di Surabaya. Saya ingin tahu sejauh mana kemampuan saya berkembang, mencari pengalaman baru, dan pastinya ingin membanggakan orang-orang yang sudah mendukung saya,” tuturnya.

Namun, perjalanan menuju podium tidak mudah. Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah mengendalikan rasa tegang dan menjaga pernapasan saat bertanding.

Dalam pertandingan kyorugi, atlet dituntut untuk tetap fokus, cepat membaca situasi, dan mampu mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Anzalna mengaku berusaha mengatasi tekanan tersebut dengan mengikuti instruksi pelatih dari pinggir lapangan.

Ia juga berusaha mencari momentum yang tepat sebelum melancarkan serangan kepada lawan.

“Tantangan terbesarnya itu mengatasi rasa tegang dan mengatur napas waktu di arena. Strategi saya hanya fokus, mendengarkan instruksi pelatih di pinggir lapangan, dan mencari momentum yang pas untuk melepas serangan,” jelasnya.

Medali perak yang diraih Anzalna menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dapat berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu berkembang melalui kegiatan nonakademik.

Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya disiplin, keberanian, kerja keras, dan dukungan lingkungan dalam membentuk mental juara.

Ke depan, Anzalna berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan memperbaiki kekurangan selama pertandingan.

Ia ingin menjadikan pencapaian ini sebagai pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.

“Ini jadi motivasi buat saya untuk menjadi lebih baik lagi. Saya harus latihan lebih serius dan lebih giat lagi,” pungkasnya.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Cerita Mahasiswa Kazakhstan Ikuti Student Mobility di Umsida
September 28, 2026By
Testimoni Peserta Workshop Internasional Climate Change Learning Kit di Umsida
September 24, 2026By
Alumni Insight Fortama FPSI 2026 Bagikan Pengalaman Kehidupan Kampus
September 22, 2026By
Go Green Kampus Warnai Fortama FPSI 2026
September 21, 2026By
Fortama 2026 FPSI UMSIDA Sambut 234 Mahasiswa Baru
September 18, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Umsida Perkuat Student Mobility dengan EAGI Kazakhstan
September 15, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By