fpsi.umsida.ac.id — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 69 secara resmi membuka Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Luar Sekolah di Balai Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jumat (25/7/2026).
Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat desa, Babinsa, jajaran pengurus madrasah, tokoh masyarakat, serta mahasiswa PLP Kelompok 69.
Program yang mengusung tema “Pemberdayaan Multisektoral Berkelanjutan Desa” tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus 2026.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan belajar secara langsung bersama masyarakat sekaligus membantu menggali potensi yang dapat dikembangkan di Desa Kandangsemangkon.
Mahasiswa Siap Belajar dan Mengabdi Bersama Masyarakat
Ketua Kelompok 69 PLP Luar Sekolah, Muhammad Fahmi Irfanuddin, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah memberikan sambutan hangat kepada mahasiswa Umsida.
Menurutnya, kegiatan PLP Luar Sekolah bukan hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat secara nyata.
Mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi, mengenali kebutuhan desa, dan menyusun kegiatan yang sesuai dengan potensi masyarakat setempat.
“Kehadiran kami di Desa Kandangsemangkon merupakan amanah untuk belajar, mengabdi, serta berproses bersama masyarakat. Kami berharap program-program yang kami jalankan dapat memberikan kontribusi positif, nyata, dan bermanfaat secara berkelanjutan,” ujar Fahmi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat.
Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur lokal akan terus dilakukan selama kegiatan berlangsung.
DPL Ingatkan Mahasiswa Menjaga Etika dan Integritas
Dosen Pembimbing Lapangan, Muhammad Bahak Udin By Arifin SPdI MPdI, memberikan arahan kepada mahasiswa agar menjaga sikap, tutur kata, dan nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa PLP Luar Sekolah merupakan ruang pembelajaran yang berbeda dari perkuliahan di kelas.
Mahasiswa akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang memiliki latar belakang, kebutuhan, serta karakter yang beragam.
“Saya titipkan mahasiswa Umsida selama satu bulan penuh di Desa Kandangsemangkon. Mohon bimbingannya dari Bapak Kepala Desa dan seluruh warga. Kepada para mahasiswa, tetap jaga attitude, tutur kata, dan jadikan momentum ini sebagai ruang belajar serta evaluasi diri,” tegas Bahak Udin.
Menurutnya, kemampuan akademik perlu diimbangi dengan sikap rendah hati, tanggung jawab, serta kemampuan menyesuaikan diri.
Mahasiswa juga diharapkan tidak hanya menjalankan program, tetapi mampu meninggalkan pengalaman dan manfaat yang dapat diteruskan oleh masyarakat.
Pemerintah Desa Sambut Kolaborasi untuk Mengembangkan Potensi Lokal

Kepala Desa Kandangsemangkon, Agus Mulyono, menyambut baik kehadiran mahasiswa PLP Luar Sekolah Umsida.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menggali serta mengembangkan potensi desa.
“Atas nama Pemerintah Desa Kandangsemangkon, kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa yang bersedia berkolaborasi dan menimba ilmu di lapangan. Mari kita saling belajar agar program yang dijalankan dapat berlangsung lancar dan bermanfaat,” ungkap Agus Mulyono.
Ia kemudian membuka kegiatan PLP Luar Sekolah Kelompok 69 secara resmi.
Pemerintah desa berharap mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan warga serta menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan dibukanya kegiatan tersebut, Kelompok 69 PLP Luar Sekolah Umsida siap menjalankan berbagai program pemberdayaan bersama masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat potensi lokal sekaligus memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa selama menjalani proses pengabdian di Desa Kandangsemangkon.


















