fpsi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali memperkuat implementasi kerja sama internasional melalui program pertukaran mahasiswa ke EAGI Kazakhstan. Pemberangkatan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UMSIDA dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) di kampus 1 Umsida dan dilepas secara langsung oleh Rektor UMSIDA, Dr. Hidayatulloh, M.Si.
Kegiatan pemberangkatan tersebut turut dihadiri Direktur Direktorat Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (DBKUI), perwakilan fakultas yaitu Wakil Dekan II Dr. Anita Puji Astutik, S.Ag., M.Pd.I., serta jajaran Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Dari pihak PBI, hadir Ketua Program Studi Dr. Fika Megawati, S.Pd., M.Pd., dosen Dr. Dian Rahma Santoso, serta Dosen Pendamping Lapangan Pak Wahyu Taufiq, M.Ed.
Rektor Lepas Mahasiswa Menuju Kazakhstan

Dua mahasiswa yang terpilih mengikuti program tersebut adalah Fauziyah Afifah Siswanto dan Salsa Billanazin Zahir. Keduanya akan mengikuti program pertukaran mahasiswa di EAGI Kazakhstan selama satu semester, mulai 8 September hingga 15 Desember 2026.
Pemberangkatan menjadi momentum penting bagi kedua mahasiswa sebelum memulai pengalaman akademik di lingkungan internasional. Kehadiran pimpinan universitas, fakultas, dan program studi menunjukkan dukungan bersama terhadap mahasiswa yang membawa nama UMSIDA dalam program internasional tersebut.
Keduanya sebelumnya telah melalui proses seleksi yang mencakup penilaian kompetensi bahasa Inggris dan wawancara. Seleksi dilakukan untuk memastikan kesiapan akademik, kemampuan komunikasi, motivasi, serta kemampuan beradaptasi mahasiswa selama menjalani kehidupan dan pembelajaran di luar negeri.
Perluas Pengalaman Akademik dan Budaya

Selama berada di Kazakhstan, Fauziyah dan Salsa akan mengikuti perkuliahan selama satu semester. Selain kegiatan akademik, keduanya juga akan terlibat dalam berbagai aktivitas pertukaran budaya.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan pendidikan internasional, tetapi juga dapat mengenal budaya, pola komunikasi, kebiasaan, serta kehidupan sosial masyarakat Kazakhstan. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan wawasan lintas budaya.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMSIDA, Dr. Fika Megawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa terlaksananya program ini merupakan hasil komitmen berbagai pihak.
“Program ini dapat terlaksana karena adanya komitmen yang kuat dari program studi dan mahasiswa serta dukungan penuh dari universitas. Kolaborasi antarinstansi juga menjadi unsur penting dalam mempersiapkan kegiatan secara akademik dan administratif,” jelasnya.
Bawa Nama UMSIDA di Kancah Internasional

Fika juga berpesan agar mahasiswa berani memanfaatkan setiap kesempatan pengembangan diri yang tersedia selama mengikuti program.
“Ambillah setiap kesempatan emas yang ada dan lakukan usaha terbaikmu untuk memberikan kebermanfaatan bagi diri sendiri, keluarga, dan UMSIDA. Kesempatan yang sama belum tentu datang kembali pada masa mendatang,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa untuk mempersiapkan diri, bersikap terbuka, serta menunjukkan tanggung jawab selama mengikuti program. Sikap tersebut dinilai penting agar pengalaman pertukaran mahasiswa dapat memberikan manfaat maksimal, baik bagi peserta maupun institusi.
Program pertukaran mahasiswa di EAGI Kazakhstan ini menjadi bagian dari upaya UMSIDA memperluas jejaring dan kerja sama internasional di bidang pendidikan. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berharap pengalaman yang diperoleh Fauziyah dan Salsa dapat memperkuat kompetensi akademik, kemampuan berbahasa Inggris, kemandirian, serta wawasan lintas budaya.
Setelah kembali ke Indonesia, kedua mahasiswa diharapkan dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama berada di Kazakhstan kepada mahasiswa lainnya, sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya internasionalisasi di lingkungan UMSIDA.
Penulis: Nabila Wulyandini

















