fpsi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pemberangkatan PPL Mandiri menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mandiri bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru (CAGUR) Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA).
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 di Halaman Utama Gedung Kuliah Bersama (GKB) 7 Kampus 3 UMSIDA ini diikuti oleh mahasiswa PPG, dosen pembimbing lapangan (DPL), guru pamong, serta tenaga kependidikan yang terlibat dalam penyelenggaraan PPG.
Pemberangkatan PPL Mandiri Tandai Awal Pengabdian Mahasiswa di Sekolah

Pembuka kegiatan, Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., selaku Koordinator Program Studi PPG UMSIDA, menyampaikan bahwa PPL Mandiri merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan seluruh kompetensi yang telah dipelajari selama mengikuti perkuliahan.
Menurutnya, pengalaman di sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan profesionalisme calon guru.
“Mulai hari ini mahasiswa tidak hanya belajar sebagai peserta program PPG, tetapi juga belajar menjadi bagian dari lingkungan sekolah. Karena itu, jagalah nama baik almamater, bangun komunikasi yang baik, dan manfaatkan setiap pengalaman sebagai proses belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan PPL Mandiri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar mahasiswa,
tetapi juga oleh kemampuan mereka beradaptasi, bekerja sama, dan terus melakukan refleksi selama menjalankan tugas di sekolah.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan guru pamong yang menegaskan bahwa sekolah mitra siap mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan PPL Mandiri.
Guru pamong diharapkan tidak hanya memberikan arahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga menjadi tempat berdiskusi bagi mahasiswa ketika menghadapi berbagai situasi nyata di sekolah.
“Kami menyambut kehadiran mahasiswa PPG sebagai rekan belajar. Semoga selama berada di sekolah, mahasiswa dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon guru profesional,” ungkap perwakilan guru pamong.
Dekan Fakultas Pendidikan dan Studi Islam UMSIDA, Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan bahwa PPL Mandiri merupakan tahap yang akan memberikan banyak pengalaman berharga.
Menurutnya, mahasiswa perlu menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga etika sebagai calon pendidik ketika berinteraksi dengan warga sekolah.
“Ilmu yang diperoleh di kampus akan semakin bermakna ketika diterapkan secara langsung. Jadikan PPL Mandiri sebagai ruang belajar untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi positif di sekolah tempat bertugas,” pesannya.
Melalui arahan tersebut, mahasiswa diharapkan memahami bahwa PPL Mandiri bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik,
tetapi menjadi proses pembentukan jati diri sebagai guru yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan.
Pemberangkatan PPL Mandiri Perkuat Kolaborasi DPL dan Guru Pamong

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa bersama DPL dan guru pamong mengikuti pembacaan ikrar sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan PPL Mandiri dengan penuh tanggung jawab. Ikrar tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi,
tetapi juga mewakili Program Studi PPG UMSIDA selama berada di sekolah mitra. Setelah pembacaan ikrar, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi selama pelaksanaan PPL Mandiri.
Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa PPG UMSIDA yang berhasil meraih prestasi pada Lomba Nasional Mahasiswa PPG Tahun 2026 yang diselenggarakan Universitas Tidar.
Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian mahasiswa sekaligus motivasi bagi peserta lain untuk terus menunjukkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Dr. Mohammad Faizal Amir berharap hubungan yang telah terjalin antara kampus dan sekolah mitra dapat semakin kuat melalui pelaksanaan PPL Mandiri.
“Kolaborasi antara DPL, guru pamong, dan mahasiswa menjadi kunci keberhasilan PPL. Kami berharap komunikasi yang baik terus terjalin sehingga setiap mahasiswa memperoleh pendampingan yang maksimal selama berada di sekolah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama PPL merupakan bagian dari proses belajar menjadi guru profesional.
Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan aktif berdiskusi dengan guru pamong dan DPL ketika menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Pemberangkatan PPL Mandiri Awali Langkah Menuju Guru Profesional

Menjelang berakhirnya kegiatan, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk ikhtiar agar pelaksanaan PPL Mandiri diberikan kelancaran dan keberkahan.
Doa pemberangkatan dipimpin oleh Feri Tirtoni, M.Pd., sebelum seluruh mahasiswa secara simbolis dilepas menuju sekolah mitra tempat mereka menjalankan praktik.
Prosesi pelepasan ditandai dengan pelepasan balon oleh Dekan Fakultas Pendidikan dan Studi Islam UMSIDA bersama jajaran pengelola PPG.
Suasana tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama mengikuti pendidikan profesi guru.
Bagi mahasiswa, momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal tanggung jawab baru sebagai calon pendidik yang akan belajar langsung di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Septi Budi Sartika kembali mengingatkan agar mahasiswa menjaga sikap, etika, dan semangat belajar selama menjalankan PPL Mandiri.
“Sekolah adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk tumbuh menjadi guru yang profesional, mampu bekerja sama, dan selalu terbuka terhadap masukan,” pesannya.
Penulis: Citra Azizah


















