fpsi.umsida.ac.id — Dosen Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Fitria Eka Wulandari SSi MPd, berhasil menyelesaikan studi doktor bidang Pendidikan Sains di Universitas Negeri Surabaya dengan predikat sangat memuaskan.
Capaian tersebut turut diperkuat dengan publikasi internasional bereputasi yang dihasilkan melalui Hibah Penelitian Disertasi Doktor atau Hibah PDD.
Prestasi itu menjadi hasil dari proses akademik panjang yang dijalani dengan konsistensi, keterbukaan terhadap masukan, dan komitmen menghasilkan penelitian yang relevan bagi pendidikan sains.
Konsistensi Menjadi Kunci Perjalanan Akademik
Fitria menjelaskan bahwa keberhasilannya tidak diperoleh melalui proses singkat.
Ia harus menjalani berbagai tahapan penelitian, penulisan ilmiah, revisi, dan publikasi sembari tetap melaksanakan tanggung jawab sebagai dosen.
“Perjalanan ini merupakan sebuah proses panjang yang penuh komitmen, ketekunan, dan doa. Kuncinya terletak pada konsistensi untuk terus belajar, keterbukaan terhadap masukan dari para promotor dan penelaah, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman akademik,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan terbesar muncul ketika harus menguji dan mereplikasi model IMPROBAL dalam skala luas di sejumlah universitas.
Penelitian tersebut melibatkan banyak mahasiswa, perangkat pembelajaran yang kompleks, dan eksperimen berbasis proyek ekoliterasi.
Meski membutuhkan ketelitian tinggi, proses tersebut justru menjadi pengalaman paling berkesan.
Ia dapat melihat secara langsung bagaimana mahasiswa menjalani pembelajaran secara mendalam, meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, dan menghasilkan produk berbasis lingkungan.
“Melihat model yang saya rancang dari teori dapat bekerja dan memberi dampak nyata pada mahasiswa memberikan kepuasan akademis yang tiada tara,” katanya.
IMPROBAL Dorong Ekoliterasi Kreatif

Penelitian disertasi Fitria berangkat dari persoalan krisis lingkungan global dan keterbatasan pembelajaran sains konvensional.
Menurutnya, pembelajaran sering berhenti pada pemahaman teori dan analisis masalah tanpa mendorong tindakan nyata atau action competence.
Karena itu, ia mengembangkan model IMPROBAL yang menggabungkan immersive learning, problem-based learning, dan project-based learning.
Model tersebut diarahkan untuk membangun ekoliterasi kreatif, yakni kemampuan menghasilkan solusi lingkungan melalui aspek fluency, flexibility, originality, dan elaboration.
“Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya sadar lingkungan, tetapi juga memiliki ekoliterasi kreatif untuk menciptakan solusi inovatif dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Dalam menjalani studi doktor, Fitria menerapkan manajemen waktu yang disiplin dengan memisahkan fokus antara kegiatan riset, penulisan artikel, tugas mengajar, dan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.
Dukungan keluarga, sahabat, mahasiswa, serta pimpinan program studi turut membantunya menjaga ketahanan selama studi.
Perkuat Inovasi dan Publikasi Internasional
Setelah menyelesaikan studi doktor, Fitria berencana memperluas diseminasi dan hilirisasi model IMPROBAL.
Pendekatan tersebut akan diintegrasikan dalam pembelajaran di Program Studi Pendidikan IPA Umsida dan dikembangkan melalui penelitian mahasiswa yang berorientasi pada produk lingkungan.
Ia juga ingin mendorong penerapan pembelajaran hibrida inovatif, memperkuat penelitian berbasis Education for Sustainable Development, meningkatkan publikasi internasional bereputasi, serta memperluas kolaborasi riset lintas perguruan tinggi.
“Studi lanjut bukan sekadar mengejar gelar, melainkan perjalanan untuk menempa kualitas diri dan kebermanfaatan ilmu. Tantangan, revisi, dan kejenuhan merupakan hal yang lumrah,” pesannya.
Fitria mengajak mahasiswa dan dosen untuk tetap percaya pada potensi diri, membangun komunikasi yang baik dengan pembimbing, serta melibatkan nilai spiritual dalam setiap proses akademik.
“Tetap semangat, konsisten, dan niatkan setiap langkah sebagai ibadah,” pungkasnya.
Penulis: Nabila Wulyandini


















