fpsi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjalin sinergi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sidoarjo pada Rabu, 18 Juni 2026.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama.
Sinergi tersebut berangkat dari kebutuhan bersama antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam menjawab tantangan pembelajaran yang semakin kompleks.
Guru-guru SMP saat ini menghadapi berbagai tuntutan, mulai dari implementasi kurikulum, pemanfaatan teknologi pembelajaran, penguatan literasi, hingga peningkatan keterampilan komunikasi siswa.
Di sisi lain, Prodi PBI Umsida memiliki tanggung jawab akademik untuk memperluas dampak Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di lapangan.
Dosen Prodi PBI Umsida, Wahyu Taufiq S.Pd M.Ed, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diarahkan sebagai kemitraan akademik yang berkelanjutan.
“Sinergi ini berangkat dari kebutuhan bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Perguruan tinggi dan guru perlu berjalan bersama agar inovasi pembelajaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan kelas,” ujarnya.
Komitmen kerja sama tersebut kemudian diformalkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antara Dekan Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI), Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sidoarjo pada 18 Juni 2026.
FPSI dan Dinas Pendidikan Dukung Penguatan Kompetensi Guru

Kolaborasi antara Prodi PBI Umsida dan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sidoarjo mendapat dukungan penuh dari Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Umsida.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
FPSI berperan dalam memberikan arah kebijakan akademik, memfasilitasi program kerja sama, serta mengintegrasikan kegiatan kolaboratif ke dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Dengan dukungan tersebut, kerja sama antara perguruan tinggi dan MGMP tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi diarahkan menjadi program yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.
Selain dukungan internal dari perguruan tinggi, kerja sama ini juga memperoleh dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
Dukungan tersebut menjadi penguat legitimasi program, khususnya dalam pengembangan kompetensi guru Bahasa Inggris melalui forum MGMP.
Wahyu menilai bahwa kolaborasi lintas institusi sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas guru memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperkuat mutu pembelajaran di sekolah.
“Kolaborasi ini mempertemukan tiga kekuatan penting, yaitu perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan guru. Jika ketiganya bergerak bersama, maka pengembangan pembelajaran bahasa Inggris akan lebih terarah dan berdampak,” jelasnya.
Tujuan utama kerja sama ini adalah membangun ruang kolaboratif antara dosen, guru, dan mahasiswa.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan digital guru Bahasa Inggris SMP.
Bagi mahasiswa Prodi PBI Umsida, kerja sama ini juga menjadi ruang belajar kontekstual.
Mahasiswa dapat memahami praktik pembelajaran di sekolah secara langsung, sekaligus menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.
Workshop AI Jadi Langkah Awal
Fokus kegiatan kolaborasi ini mencakup workshop penguatan kompetensi guru, pelatihan pengembangan media pembelajaran, pengembangan asesmen, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada diskusi akademik, penelitian kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen, guru MGMP, serta mahasiswa.
Pola ini diharapkan dapat membentuk ekosistem pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan saling menguatkan.
Sebagai langkah awal, Prodi PBI Umsida menggelar workshop pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Workshop tersebut menghadirkan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi respons terhadap kebutuhan guru dalam memanfaatkan teknologi secara tepat dan produktif.
AI dinilai dapat membantu guru dalam merancang bahan ajar, menyusun aktivitas pembelajaran, membuat asesmen, serta mengembangkan media yang lebih menarik bagi siswa.
“Guru tidak cukup hanya memahami teknologi sebagai alat bantu. Guru juga perlu mampu memilih, mengelola, dan mengintegrasikan teknologi agar pembelajaran tetap bermakna,” terang Wahyu.
Respons peserta terhadap kegiatan kolaboratif ini menunjukkan antusiasme tinggi.
Para guru aktif mengikuti diskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai tantangan pembelajaran bahasa Inggris di kelas.
Kegiatan ini dinilai relevan karena tidak hanya membahas konsep, tetapi juga menawarkan solusi praktis yang dapat diterapkan di sekolah.
Manfaat kerja sama ini dirasakan oleh kedua pihak. Guru memperoleh ruang pengembangan profesional yang berkelanjutan melalui pembaruan metode, strategi, dan inovasi pembelajaran.
Sementara itu, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata untuk memperkuat kompetensi pedagogik
serta kesiapan menjadi pendidik bahasa Inggris yang adaptif, reflektif, dan profesional.
Ke depan, Prodi PBI Umsida bersama FPSI Umsida, MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sidoarjo, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
berharap kerja sama ini terus berkembang menjadi kemitraan jangka panjang.
Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup penguatan riset bersama, publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, serta pendampingan berkelanjutan bagi guru.
Dengan demikian, sinergi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan bahasa Inggris di Kabupaten Sidoarjo.
Penulis: Nabila Wulyandini


















