Workshop Analisis Data Kuantitatif dg SEM PLS oleh Departemen Statistika ITS

fpsi.umsida.ac.id — Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memperkuat kapasitas dosen dalam bidang riset kuantitatif melalui Workshop Analisis Data Kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS), Rabu (18/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai pemateri. Workshop tersebut menjadi ruang penguatan kompetensi akademik bagi dosen, khususnya dalam meningkatkan ketajaman analisis data penelitian pendidikan.

Dekan FPSI Umsida, Dr Septi Budi Sartika MPd, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menjawab kebutuhan dosen dalam meningkatkan kualitas riset. Menurutnya, penelitian yang kuat tidak hanya ditentukan oleh topik yang relevan, tetapi juga oleh ketepatan analisis data yang digunakan.

“Tujuan utama dari workshop ini adalah menjembatani kebutuhan dosen untuk meningkatkan kualitas riset di bidang pendidikan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketajaman analisis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan SEM-PLS dapat membantu dosen memodelkan hubungan antarvariabel laten secara simultan. Dengan begitu, hasil penelitian tidak hanya menjelaskan hubungan sederhana, tetapi juga mampu menunjukkan pola hubungan yang lebih kompleks dan bermakna.

“Departemen Statistika ITS ingin membekali para peserta dengan kemampuan analisis data, terutama dengan pendekatan PLS-SEM, agar dosen Umsida mampu meningkatkan ketajaman analisis data,” jelasnya.

SEM-PLS Penting untuk Riset Pendidikan
Analisis Data

Dr Septi menilai SEM-PLS penting dipelajari oleh dosen, mahasiswa, dan peneliti karena riset pendidikan sering melibatkan banyak variabel yang saling berkaitan. Dalam konteks pendidikan, hubungan antarfenomena tidak selalu dapat dijelaskan secara linier sederhana.

“Pada riset di bidang pendidikan, hubungan antarfenomena jarang sekali bersifat linier sederhana,” ungkapnya.

Menurutnya, PLS-SEM memiliki keunggulan karena lebih fleksibel dibandingkan beberapa pendekatan analisis lainnya. Metode ini tidak menuntut asumsi distribusi parametrik yang ketat, seperti normalitas data.

Selain itu, PLS-SEM juga efektif digunakan pada sampel yang relatif kecil dan mampu menangani model penelitian yang kompleks.

“PLS-SEM sangat penting karena memberikan fleksibilitas tinggi, efektif untuk sampel yang relatif kecil, dan andal dalam menangani higher-order constructs serta model mediasi atau moderasi yang kompleks,” jelas Dr Septi.

Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya menerima materi konseptual, tetapi juga diarahkan untuk praktik langsung menggunakan software SmartPLS.

Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar pemodelan struktural, pengenalan outer model dan inner model, serta langkah-langkah membaca hasil analisis.

“Peserta workshop dibekali pemahaman dasar terkait pemodelan struktural, kemudian langsung diajak melakukan praktik menggunakan software SmartPLS,” katanya.

Peserta juga dilatih mengevaluasi model pengukuran atau outer model untuk menguji validitas dan reliabilitas indikator.

Selain itu, peserta mempelajari evaluasi model struktural atau inner model untuk melihat signifikansi pengaruh antarvariabel dalam model penelitian.

Peserta Antusias Ikuti Praktik SmartPLS

Analisis Data

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Sesi diskusi berjalan aktif, terutama saat peserta melakukan praktik langsung menggunakan SmartPLS.

Dr Septi menyebut, banyak dosen memanfaatkan forum ini untuk berkonsultasi terkait kendala yang sering muncul dalam analisis data.

Beberapa pertanyaan yang muncul berkaitan dengan cara mengatasi indikator yang tidak valid, membaca hasil analisis, hingga menyusun interpretasi statistik menjadi narasi ilmiah.

“Antusiasme peserta workshop sangat baik dan ruang diskusi sangat hidup, terutama saat sesi praktik langsung. Banyak dosen yang aktif berkonsultasi, seperti bagaimana mengatasi indikator yang tidak valid atau menginterpretasikan hasil analisis yang diperoleh,” ungkapnya.

Menurutnya, suasana akademik yang interaktif menunjukkan bahwa materi workshop sangat relevan dengan kebutuhan dosen.

Terlebih, kemampuan analisis data saat ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi yang lebih matang dalam menganalisis data kuantitatif.

Kompetensi tersebut mencakup kemampuan menyusun model hubungan variabel yang kompleks, menggunakan SmartPLS secara teknis, serta menginterpretasikan hasil statistik menjadi pembahasan ilmiah yang kuat.

“Pasca workshop, peserta diharapkan menguasai kemampuan analisis data kuantitatif yang baik, terutama dengan pendekatan PLS-SEM,” jelasnya.

Dr Septi berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang workshop. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam penelitian dosen, baik untuk pengembangan keilmuan maupun publikasi akademik.

“Harapan terbesar saya adalah ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang workshop. Saya ingin teknik analisis PLS-SEM ini juga dapat diimplementasikan dalam penelitian bapak ibu dosen,” tuturnya.

Ia menegaskan, kemampuan analisis data yang baik akan membantu dosen menghasilkan riset dengan kebaruan yang kuat. Dengan demikian, hasil penelitian dosen FPSI Umsida diharapkan mampu menembus jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.

Workshop ini menjadi salah satu langkah FPSI Umsida dalam membangun budaya riset yang lebih kuat, terukur, dan berdampak.

Melalui kolaborasi dengan Departemen Statistika ITS, FPSI Umsida berupaya memperkuat kualitas akademik dosen sekaligus mendorong lahirnya penelitian pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Bahasa Inggris
Sinergi Prodi PBI dan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sidoarjo
June 19, 2026By
ZEP Quiz Jadi Media Uji Instrumen IPA Siswa SMP
June 18, 2026By
Calon Guru
Prodi PGSD Latih Calon Guru Membaca dan Menulis Huruf Braille
June 17, 2026By
Provinsi Loei
Umsida dan Pemerintah Provinsi Loei Thailand Perpanjang MoU dan 8 MoA
June 15, 2026By
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Umsida Ikuti Pelatihan PPK Ormawa 2026
June 12, 2026By
Mahasiswa PBI Umsida Jalani Magang Internasional di Thailand
June 11, 2026By
Hizbul Wathan
PGSD Umsida Gelar Jaya Melati Hizbul Wathan
June 10, 2026By
Halal Lifestyle
Halal Lifestyle Dorong Kesadaran Kritis Konsumsi Modern
June 9, 2026By

Prestasi

Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular
June 3, 2026By
Brain Rot
FOCUSMIND AR Lolos PKM RSH Tawarkan Solusi Brain Rot Siswa
May 28, 2026By
PKM AI
Mahasiswa PGSD Umsida Lolos PKM AI dengan Media Ular Tangga
May 26, 2026By
Tiga Mahasiswa
Tiga Mahasiswa Psikologi Raih Juara Esai Nasional
May 19, 2026By
Dhia Kesuma Raih Penghargaan Olahraga di PILMAPRES 2026
May 6, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By