fpsi.umsida.ac.id— Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali melahirkan lulusan berprestasi melalui capaian membanggakan yang diraih oleh Suhaillah Himatul Uliya atau yang akrab disapa Sela sebagai wisudawan terbaik pada periode wisuda tahun ini.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi, kerja keras, dan kemampuan mengelola waktu dapat membawa mahasiswa meraih hasil terbaik selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Sela mengaku bahwa dirinya tidak pernah secara khusus menargetkan gelar wisudawan terbaik selama menjalani masa perkuliahan di UMSIDA.
Menurutnya, fokus utama yang selalu dipegang adalah menyelesaikan setiap tugas dan menghadapi setiap ujian dengan usaha maksimal sesuai kemampuan yang dimiliki.
Ia percaya bahwa hasil terbaik akan mengikuti apabila proses yang dijalani dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Prinsip tersebut menjadi pegangan yang terus diterapkan sejak awal kuliah hingga akhirnya mengantarkannya memperoleh penghargaan sebagai wisudawan terbaik.
Kerja Keras Menjadi Kunci Keberhasilan Akademik

Di balik prestasi yang diraih, Sela mengungkapkan bahwa tidak ada metode belajar yang dianggap istimewa atau berbeda dari mahasiswa lainnya.
Ia justru menekankan pentingnya ketekunan dan kesungguhan dalam memahami materi yang diberikan selama proses perkuliahan berlangsung.
Ketika menghadapi materi yang sulit dipahami, ia memilih untuk terus belajar hingga benar-benar menguasai materi tersebut.
Bahkan, ia mengaku harus mengorbankan waktu istirahat demi menyelesaikan proses belajar yang belum tuntas.
Menurutnya, memahami materi secara mendalam jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar nilai semata.
Komitmen tersebut membuatnya terbiasa belajar secara disiplin meskipun harus menghadapi rasa lelah dan kantuk.
Semangat untuk terus berkembang menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilannya dalam mempertahankan prestasi akademik selama kuliah.
Baginya, keberhasilan bukanlah hasil dari keberuntungan, melainkan akumulasi dari usaha yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Manajemen Waktu antara Organisasi dan Kuliah
Selain berprestasi di bidang akademik, Sela juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan selama menjadi mahasiswa FPSI UMSIDA.
Ia pernah terlibat dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA), hingga Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMFA).
Keaktifan tersebut menunjukkan bahwa prestasi akademik tidak menjadi penghalang untuk tetap berkontribusi melalui kegiatan organisasi.
Sela menjelaskan bahwa kunci utama menjaga keseimbangan antara organisasi dan kuliah terletak pada kemampuan mengatur jadwal dengan baik.
Ia selalu menyesuaikan waktu belajar dengan agenda organisasi yang telah direncanakan sebelumnya.
Ketika terdapat rapat atau kegiatan organisasi, ia akan menyelesaikan tanggung jawab tersebut terlebih dahulu sebelum kembali fokus belajar.
Sebaliknya, apabila tidak ada agenda organisasi, waktu luang yang tersedia dimanfaatkan untuk memperdalam materi perkuliahan.
Kemampuan menentukan prioritas membuat seluruh kegiatan yang dijalani dapat berjalan tanpa saling mengganggu.
Melalui pengalaman tersebut, ia belajar bahwa manajemen waktu merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap mahasiswa.
Ia juga menilai bahwa kedisiplinan dalam menjalankan jadwal menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang.
Wisudawan Terbaik FPSI dan Motivasi Mempertahankan Beasiswa

Selain memiliki motivasi untuk memberikan hasil terbaik dalam setiap proses pembelajaran, Sela juga memiliki tanggung jawab sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Status tersebut mendorongnya untuk terus menjaga performa akademik agar tetap memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Ia menyadari bahwa capaian indeks prestasi yang baik menjadi salah satu bentuk tanggung jawab terhadap kesempatan pendidikan yang telah diberikan.
Dorongan tersebut membuatnya semakin berkomitmen menjaga kualitas akademik hingga akhir masa studi.
Saat diumumkan sebagai wisudawan terbaik, Sela mengaku merasa terharu dan tidak menyangka akan memperoleh penghargaan tersebut.
Ia menilai bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari berbagai usaha yang telah dilakukan selama masa perkuliahan.
Meski demikian, ia tetap bersikap rendah hati dan tidak menganggap dirinya lebih unggul dari mahasiswa lainnya.
Bagi Sela, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi selama mau berusaha dan konsisten menjalani proses yang ada.
Kisah inspiratif yang ditunjukkan Sela menjadi bukti bahwa kerja keras, manajemen waktu yang baik, keaktifan berorganisasi, serta komitmen terhadap pendidikan dapat mengantarkan mahasiswa meraih prestasi terbaik di akhir masa studi. (Finnaja)

















