Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas

fpsi.umsida.ac.id — Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Evie Destiana SSn MPd, berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Pencapaian tersebut menjadi akhir dari perjalanan akademik yang ditempuhnya selama hampir lima tahun sejak memulai studi pada 2021. Di balik keberhasilannya, Dr Evie mengaku melalui proses panjang yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, tentu saja semua ini tidak lepas dari pertolongan Allah SWT, dukungan dari seluruh sivitas Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, keluarga, promotor, kopromotor, dewan penguji, serta teman-teman sejawat di Umsida,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa pada akhir semester tiga dirinya sebenarnya telah mencapai tahap proposal. Namun, proses penelitian berikutnya membutuhkan waktu lebih panjang, termasuk ketika harus menghadapi berbagai revisi dan pengambilan data kembali.

Berangkat dari Kegelisahan terhadap Lagu yang Dikonsumsi Anak

Sebagai dosen yang mengampu bidang musik di PGPAUD Umsida, Dr Evie memilih penelitian yang berangkat dari fenomena di lingkungan anak usia dini. Ia melihat banyak anak saat ini menyanyikan lagu-lagu viral yang sebenarnya tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Menurutnya, persoalan tidak hanya terletak pada jenis musik, tetapi juga lirik dan nilai yang terkandung di dalam lagu. Beberapa lagu bahkan memiliki konotasi yang tidak layak dikonsumsi anak, tetapi tetap ditirukan karena populer di lingkungan maupun media digital.

“Saya prihatin dengan fenomena bagaimana anak-anak menirukan lagu-lagu yang viral, tetapi liriknya tidak ramah anak dan tidak sesuai dengan usia mereka. Anak menirukannya tanpa mengetahui maknanya,” ujarnya.

Kegelisahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi penelitian mengenai konstruksi lagu anak berbasis musik, nilai, serta pengalaman guru dan orang tua dalam pendidikan anak usia dini.

Dalam penelitiannya, Dr Evie menelaah unsur musikal, nilai, dan muatan psikomusikal pada lagu, kemudian memadukannya dengan pengalaman guru serta orang tua di lembaga PAUD yang menjadi lokasi penelitian.

Dari proses tersebut, ia berhasil merumuskan konstruksi lagu anak berkualitas yang diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada lembaga-lembaga PAUD, khususnya di Sidoarjo.

Penelitiannya juga menemukan pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam lagu anak. Bahasa daerah dinilai bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali identitas budaya sejak usia dini.

“Penggunaan bahasa daerah sesuai daerahnya juga menjadi wujud dekolonisasi kultural, yaitu bagaimana mengembalikan anak pada akar budayanya sendiri,” terangnya.

Bawa Hasil Riset ke Perkuliahan dan Pengabdian Masyarakat

Setelah menyelesaikan studi doktor, Dr Evie tidak ingin hasil penelitiannya berhenti sebagai karya akademik. Ia berencana mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran mahasiswa PGPAUD Umsida.

Mahasiswa nantinya didorong untuk memiliki kemampuan memilih hingga menciptakan lagu yang sesuai bagi anak usia dini. Mereka perlu mempertimbangkan lirik, unsur musik, ambitus atau jangkauan suara anak, nilai yang terkandung dalam lagu, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan perkembangan anak.

“Jadi bukan hanya sekadar mengikuti tren. Mahasiswa perlu mampu memilih dan menciptakan lagu yang memang sesuai dengan anak usia dini,” katanya.

Selain melalui perkuliahan, Dr Evie berencana berbagi pengetahuan kepada orang tua dan guru PAUD mengenai pentingnya mengkurasi lagu serta memediasi konten digital yang dikonsumsi anak. Menurutnya, orang tua dan pendidik memiliki posisi penting sebagai penyaring konten sebelum diterima anak.

Ia juga berharap dapat membangun kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat bersama mahasiswa, dosen, dan lembaga PAUD. Bahkan, ia tengah mempersiapkan sebuah media pembelajaran yang diharapkan dapat membantu anak mengenal sekaligus memperkuat akar budayanya.

Keberhasilan menyelesaikan studi doktor juga memberinya pengalaman mengenai pentingnya manajemen waktu. Selama studi, ia harus menjalankan tanggung jawab sebagai dosen, peneliti, pelaksana pengabdian masyarakat, ibu dalam keluarga, sekaligus mahasiswa doktoral.

Karena itu, Dr Evie berpesan kepada mahasiswa dan dosen Umsida yang sedang menempuh studi lanjut agar tidak menyerah ketika menghadapi proses yang berat.

“Kalau lelah dan capek, berhenti dulu sejenak boleh. Take your time, kemudian lanjutkan lagi. Satu langkah kecil, insya Allah, akan menjadi langkah-langkah berikutnya dan kita akan sampai di tujuan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa ikhtiar akademik perlu berjalan beriringan dengan doa, konsistensi, serta menjaga kesehatan.

“Dengan ikhtiar, doa, dan langkah kecil yang konsisten, insya Allah kita akan sampai di akhir studi. Tetap semangat untuk mahasiswa dan rekan-rekan dosen Umsida yang sedang melanjutkan studi S3. Kalau capek, berhenti sejenak, kemudian lanjutkan lagi langkahnya,” pungkas Dr Evie.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Mahasiswa PPG Umsida Kenalkan Aquaponik Berbasis Energi Surya di Desa Wringinrejo
October 7, 2026By
PBI UMSIDA Kenalkan Pesona Bromo kepada Mahasiswa Inbound Kazakhstan
October 5, 2026By
PBA UMSIDA Bahas Peran Guru Hadapi Transformasi AI di Konferensi Internasional
October 2, 2026By
PBA UMSIDA Perkuat Kurikulum melalui Rakernas PPPBA dan Konferensi Internasional
October 1, 2026By
Cerita Mahasiswa Kazakhstan Ikuti Student Mobility di Umsida
September 28, 2026By
Testimoni Peserta Workshop Internasional Climate Change Learning Kit di Umsida
September 24, 2026By
Alumni Insight Fortama FPSI 2026 Bagikan Pengalaman Kehidupan Kampus
September 22, 2026By
Go Green Kampus Warnai Fortama FPSI 2026
September 21, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By