Program P2MW

Wisudawan 2025 Qurrota A`Yunin: Mahasiswa PGPAUD yang Berhasil Menjadi Wirausahawan Muda Melalui Program P2MW

fpip.umsida.ac.id — Qurrota A`Yunin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Program ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan menciptakan wirausahawan muda yang berkualitas.

Sebagai peserta yang lolos dalam seleksi, Qurrota mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usahanya.

Program P2MW bertujuan untuk memberi mahasiswa kesempatan dalam membangun bisnis dari ide-ide kreatif yang mereka miliki.

Qurrota melihat program ini sebagai peluang untuk mengasah kemampuan bisnis dan mengembangkan ide-ide yang sudah ia pikirkan selama ini.

“Program P2MW ini memberikan peluang nyata bagi mahasiswa untuk memulai usaha dan mendapatkan pendanaan. Saya sangat senang bisa berpartisipasi dalam program ini,” ujarnya dengan antusias.

Pilihan Bisnis Digital dalam Program P2MW

 Program P2MW

Keputusan Qurrota untuk memilih bidang bisnis digital dalam Program P2MW bukanlah tanpa alasan.

Ia mengaku memiliki ketertarikan terhadap kompetisi dan penulisan, dan akhirnya mengajak teman-temannya untuk bergabung dalam mengembangkan ide bisnis ini.

Salah satu alasan Qurrota memilih bisnis digital adalah karena sektor ini masih tergolong minim peminat di antara para peserta Program P2MW lainnya.

“Saya sangat suka dengan kompetisi, dan karena saya juga suka menulis, akhirnya saya mengajak teman-teman untuk bergabung dalam mengembangkan ide saya. Waktu itu, hanya ada dua kelompok yang mendaftar di bidang bisnis digital, dan salah satunya adalah kelompok saya,” cerita Qurrota.

Lihat Juga: Program PLP II Mahasiswa PGPAUD Umsida di TK Aisyiyah 1 Candi Jadi Sarana Mengasah Kompetensi

Program P2MW menawarkan berbagai bidang usaha, namun Qurrota merasa bidang bisnis digital memiliki potensi besar untuk berkembang.

Ia percaya bahwa dengan memanfaatkan teknologi dan platform digital, bisnisnya bisa lebih cepat dikenal dan memiliki daya saing yang kuat.

Proses Persiapan dan Tantangan yang Dihadapi

Untuk mempersiapkan bisnisnya, Qurrota melakukan beberapa langkah awal yang sangat penting. Proses dimulai dengan merancang ide bisnis yang inovatif.

Setelah itu, ia mengajak beberapa apoteker di wilayah Lamongan Pantura untuk bergabung dalam pengembangan bisnis ini, yaitu layanan e-commerce mitra apotek.

Salah satu hal yang Qurrota tekankan adalah pentingnya memiliki tim yang solid, sehingga ia memilih rekan kerja yang memiliki kemampuan dan semangat yang sejalan.

Tantangan terbesar yang dihadapi Qurrota selama menjalankan program ini adalah proses pemasaran.

Ia harus melakukan promosi secara langsung (door to door), yang memakan waktu lama dan membutuhkan kesabaran.

Lihat Juga: TK Islam Al-Faqih Tumbuhkan Karakter Anak Lewat Seni, Ibadah, dan Aktivitas Fisik

“Sosialisasi dengan masyarakat dan mencari pelanggan setia adalah tantangan besar.

Selain itu, memastikan bahwa dana yang diajukan sesuai dengan laporan juga menjadi hal yang sangat penting,” tambah Qurrota.

Namun, meskipun tantangan tersebut besar, Qurrota merasa bahwa proses ini sangat berharga.

“Saya belajar banyak tentang bagaimana membangun bisnis dan berinteraksi dengan masyarakat. Tidak hanya itu, saya juga belajar tentang manajemen keuangan dan pengelolaan dana,” ungkapnya.

Dampak Positif bagi Diri dan Masyarakat

 Program P2MW

Program P2MW membawa dampak positif tidak hanya untuk perkembangan bisnis Qurrota, tetapi juga untuk dirinya secara pribadi.

Selain berhasil mengembangkan bisnisnya, Qurrota juga mendapatkan konversi 19 SKS, termasuk KKN, karena program ini dianggap sebagai kegiatan inovasi untuk masyarakat.

“Saya mendapatkan konversi SKS tanpa harus meninggalkan kelas, karena saya melakukan kegiatan ini selama liburan semester,” ujarnya dengan senyum bangga.

Tak hanya sukses di tingkat lokal, usaha Qurrota juga berhasil menarik perhatian hingga ke Pulau Bali dan mendapatkan liputan berita di Lamongan.

“Saya sangat bersyukur dengan pencapaian ini, karena usaha saya bisa dikenali oleh banyak orang, bahkan di luar daerah,” tambahnya.

Qurrota A`Yunin memberikan pesan kepada mahasiswa lainnya untuk terus mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman.

Lihat Juga: Guru dan Orang Tua Jadi Kunci Sukses Terapkan PHBS di TK Candi Sidoarjo

“Jangan takut mencoba hal-hal baru. Keluar dari zona nyaman jika kamu ingin berkembang. Saya dari prodi PGPAUD, bukan berarti saya tidak bisa melakukan kegiatan di luar jurusan saya. Perbanyak relasi, jangan malu mencoba, dan selalu optimis. Husnudzon sama Allah, jangan lupa berdoa karena yang bisa memberikan pertolongan hanya Allah,” ujar Qurrota dengan penuh keyakinan.

Pesan ini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak terbatas pada jurusan atau bidang studi tertentu, melainkan pada kemauan untuk berinovasi, beradaptasi, dan terus belajar.

Qurrota mengajak semua mahasiswa untuk berani mengikuti peluang yang ada dan tidak takut untuk mengembangkan potensi diri mereka di dunia kewirausahaan.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Wisudawan Berprestasi FPSI Raih Prestasi Jujutsu Lewat Konsistensi dan Disiplin
November 2, 2026By
Parenting IGRA Sidoarjo menjadi wadah bagi orang tua dan guru untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pendampingan
Orang Tua dan Guru Hebat Jadi Fokus Parenting PG PAUD UMSIDA dan IGRA
October 31, 2026By
Wisuda Sarjana PGSD menjadi momen penting bagi peserta Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Wisuda Sarjana PGSD Tandai Peningkatan Kualifikasi Guru
October 31, 2026By
pembelajaran IPA menjadi salah satu fokus kegiatan mahasiswa selama pelaksanaan PLP 2 di SMP Negeri 3 Sidoarjo.
Pembelajaran IPA Interaktif Warnai PLP 2 Mahasiswa UMSIDA di SMPN 3 Sidoarjo
October 30, 2026By
Program PAI UMSIDA ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI yang diselenggarakan di Yogyakarta
Body of Knowledge PAI Jadi Fokus Workshop Nasional di Yogyakarta
October 29, 2026By
Laila Al Ramadhani salah satu wisudawan terbaik berkat dedikasi dan konsistensinya selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Wisudawan Terbaik FPSI: Laila Al Ramadhani Raih Apresiasi Lewat Konsistensi
October 28, 2026By
capaian membanggakan yang diraih oleh Suhaillah Himatul Uliya wisudawan terbaik pada periode wisuda tahun ini.
Wisudawan Terbaik FPSI UMSIDA, Sela Utamakan Proses dan Disiplin
October 27, 2026By
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggelar workshop edukasi lingkungan Climate Fresk untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai krisis iklim global.
Climate Fresk UMSIDA Latih Calon Pendidik Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
October 26, 2026By

Prestasi

Wisudawan Berprestasi FPSI Raih Prestasi Jujutsu Lewat Konsistensi dan Disiplin
November 2, 2026By
Laila Al Ramadhani salah satu wisudawan terbaik berkat dedikasi dan konsistensinya selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Wisudawan Terbaik FPSI: Laila Al Ramadhani Raih Apresiasi Lewat Konsistensi
October 28, 2026By
capaian membanggakan yang diraih oleh Suhaillah Himatul Uliya wisudawan terbaik pada periode wisuda tahun ini.
Wisudawan Terbaik FPSI UMSIDA, Sela Utamakan Proses dan Disiplin
October 27, 2026By
PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By

Riset dan Inovasi

Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas
October 6, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By