fpsi.umsida.ac.id— Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PIPA) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), pembelajaran IPA menjadi salah satu fokus kegiatan mahasiswa selama pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 di SMP Negeri 3 Sidoarjo.
Kegiatan PLP 2 berlangsung selama enam pekan, mulai 14 September hingga 24 Oktober 2026, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FPSI UMSIDA.
Program ini menjadi tahapan lanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan PLP 1 dan dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam dunia pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami budaya sekolah, karakteristik peserta didik, serta dinamika pembelajaran yang berlangsung di kelas.
Selama pelaksanaan PLP 2, mahasiswa mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan guru pamong yang membantu proses adaptasi sekaligus pengembangan keterampilan mengajar.
Kegiatan di SMPN 3 Sidoarjo diawali dengan penyerahan mahasiswa kepada pihak sekolah sebagai bentuk dimulainya rangkaian program PLP 2.
Penyerahan tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan sekolah serta membangun koordinasi dengan guru dan tenaga kependidikan.
Setelah melalui proses orientasi, mahasiswa mulai terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran, termasuk mendampingi dan mengajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas IX.
Pembelajaran IPA Dorong Rasa Ingin Tahu Siswa

Pelaksanaan pembelajaran IPA memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memahami kebutuhan belajar mereka.
Selama berada di kelas, mahasiswa menemukan bahwa siswa kelas IX memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai fenomena yang terjadi di sekitar mereka.
Rasa penasaran tersebut menjadi modal penting dalam pembelajaran IPA karena mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, dan mencari jawaban berdasarkan konsep ilmiah.
Mahasiswa PLP 2 berupaya memanfaatkan karakter tersebut dengan menghadirkan pembelajaran yang mengajak siswa aktif mengeksplorasi materi yang dipelajari.
Pembelajaran tidak hanya difokuskan pada penyampaian teori, tetapi juga menghubungkan materi dengan fenomena yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut membantu siswa memahami bahwa IPA bukan sekadar kumpulan konsep yang harus dihafalkan, melainkan ilmu yang dekat dengan pengalaman mereka.
Dengan cara tersebut, siswa diajak membangun pemahaman melalui proses berpikir dan pengamatan secara langsung.
Mahasiswa juga memanfaatkan berbagai metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa selama proses belajar berlangsung.
Kegiatan ini membuat pembelajaran lebih menarik sekaligus membangun suasana belajar yang aktif di dalam kelas.
Pembelajaran IPA Interaktif Melalui Kegiatan Percobaan
Salah satu strategi yang diterapkan mahasiswa PLP 2 adalah menghadirkan kegiatan pembelajaran berbasis pengamatan dan percobaan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung hubungan antara konsep IPA dengan fenomena yang diamati.
Metode praktikum memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan melalui penjelasan teori.
Siswa tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam proses menemukan konsep dan menjawab pertanyaan yang muncul selama kegiatan.
Kegiatan percobaan membantu siswa memahami materi secara lebih konkret karena mereka dapat menyaksikan hasil dari proses yang dilakukan.
Selain meningkatkan pemahaman konsep, kegiatan tersebut juga melatih kemampuan berpikir kritis dan keterampilan mengamati pada peserta didik.
Suasana pembelajaran menjadi lebih hidup karena siswa terlibat dalam diskusi mengenai hasil pengamatan yang diperoleh.
Salah satu siswa kelas IX mengungkapkan bahwa pembelajaran bersama mahasiswa PLP terasa lebih menyenangkan dibandingkan pembelajaran yang hanya berfokus pada penyampaian materi.
“Saya merasa semangat karena pembelajaran IPA bersama mahasiswa PLP seru dan tidak membosankan. Kegiatan praktikum dan percobaan juga membuat materi lebih mudah dipahami karena bisa belajar secara langsung.”
Kesan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung mampu meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.
PLP 2 Jadi Wadah Pengembangan Kompetensi Mahasiswa

Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan PLP 2 juga menjadi sarana pengembangan kompetensi bagi mahasiswa UMSIDA.
Mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, serta berinteraksi dengan peserta didik yang memiliki karakteristik beragam.
Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami tantangan yang akan dihadapi ketika nantinya terjun ke dunia pendidikan sebagai guru profesional.
Melalui keterlibatan langsung di sekolah, mahasiswa belajar menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan dalam situasi pembelajaran yang nyata.
PLP 2 menjadi bukti komitmen FPSI UMSIDA dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi profesional di bidang pendidikan.
Kolaborasi antara kampus dan sekolah mitra memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam praktik yang sesungguhnya.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk menjadi pendidik yang kompeten, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan masa kini.
Pembelajaran IPA yang interaktif di SMPN 3 Sidoarjo menunjukkan bahwa rasa penasaran siswa dapat berkembang menjadi pengalaman belajar yang bermakna ketika didukung oleh metode pembelajaran yang tepat.
Kegiatan PLP 2 tidak hanya memberikan pengalaman mengajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendorong siswa untuk terus mengeksplorasi dunia sains melalui pengamatan dan percobaan secara langsung.
















