Mahasiswa Baru

Mahasiswa Baru Umsida Raih Juara 2 Medali Perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Mojokerto

fpip.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Ilmu Psikologi dan Pendidikan (FPIP), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui mahasiswa barunya, Achmad Fatich Rabbani, yang berhasil meraih medali perak juara 2 dalam Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala KONI Kabupaten Mojokerto pada tanggal 17-18 Januari 2026.

Pencapaian tersebut menjadi bukti semangat juang mahasiswa Umsida dalam mengembangkan bakat sekaligus mengharumkan nama kampus.

Awal Perjalanan dan Dukungan

Mahasiswa Baru

Achmad Fatich Rabbani berasal dari Sidoarjo dan saat ini menempuh studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia mulai tertarik dengan olahraga Ju-Jitsu Ketika memasuki masa perkuliahan dan ingin menguasai keterampilan bela diri.

Awal mula terjun ke dunia Ju-Jitsu berangkat dari keinginan untuk mendapatkan skill yang bermanfaat bagi diri sendiri.

Dukungan terbesar datang dari pelatih dan para senior yang selalu memberikan semangat serta arahan selama latihan.

“yang paling berperan selama saya di Ju-Jitsu yang jelas pelatih dan para senior yang telah mensupport saya” ungkap fatich.

Persiapan menuju ajang kejuaraan dilakukan dengan latihan rutin setiap hari Rabu dan Sabtu di Kampus 1 Umsida.

Selain itu, ia juga menjalani diet ketat untuk mengejar target kelas -69, meski akhirnya harus naik ke kelas -77 karena berat badan yang stabil di angka 72.

Perjuangan ini menunjukkan komitmen kuat seorang mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan demi meraih prestasi.

Olahraga Ju-Jitsu sendiri dikenal sebagai seni bela diri yang menekankan teknik kuncian dan pertahanan, sehingga membutuhkan latihan intensif dan disiplin tinggi.

Bagi mahasiswa baru, menekuni olahraga ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga melatih mental dan keberanian menghadapi tekanan.

Tantangan dan Pengalaman Bertanding

Mahasiswa Baru

Tantangan terbesar yang dihadapi Fatich adalah menurunkan berat badan dari 77 ke 69 kilogram dalam waktu satu bulan setengah.

Proses diet ekstrem menjadi ujian tersendiri yang harus dijalani dengan disiplin dan kesabaran.

Suasana pertandingan pertama kali diikuti membawa perasaan campur aduk antara senang dan sedih.

“Untuk saya yang pertama kali ikut pertandingan perasaan yang saya rasakan pada saat itu antara senang dan sedih, senang karena akan mendapat pengalaman baru dan sedih karena hal-hal yang terjadi belakangan ini,” jelasnya.

Momen paling berkesan adalah ketika harus berhadapan langsung dengan atlet profesional. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran luar biasa yang memperkaya perjalanan awalnya di dunia Ju-Jitsu. Rasa syukur dan kebahagiaan muncul ketika berhasil meraih medali perak juara 2.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur,” ucap Fatich dengan penuh rasa bangga.

Selain pengalaman bertanding, Fatich juga belajar bagaimana mengendalikan emosi dan menjaga fokus di tengah tekanan kompetisi.

Pertandingan yang berlangsung ketat membuatnya semakin memahami arti sportivitas dan kerja keras.

Ia menyadari bahwa setiap kekalahan maupun kemenangan adalah bagian dari proses pembelajaran yang berharga.

Bagi mahasiswa baru, pengalaman ini menjadi modal penting untuk menatap masa depan dengan lebih percaya diri.

Makna Prestasi dan Harapan ke Depan

Prestasi ini sangat berarti bagi Fatich karena dapat membanggakan orang tua sekaligus membawa nama Umsida lebih dikenal melalui ajang olahraga.

Ia berusaha membagi waktu antara kuliah dan latihan, terutama saat bertepatan dengan UAS, dengan melakukan latihan kekuatan di rumah maupun kampus.

Motivasi terbesar yang mendasari keinginan fatih dalam belajar bela diri salah satunya datang dari sang ayah yang juga pernah menekuni bela diri.

Target Fatich kedepannya adalah dia bisa memenangkan kejuaraan- kejuaraan berikutnya serta meraih nilai akademik yang sempurna.

“Target saya ke depan adalah dapat memenangkan kejuaraan-kejuaraan selanjutnya, dan meraih nilai yang sempurna,” tegasnya.

Sebagai pemula, Fatich memberikan pesan inspiratif kepada teman-teman mahasiswa baru.

“Saya pemula tapi satu pesan dari saya untuk kalian yang ingin mengejar prestasi, don’t give up, push your limit, because we live for ourself not for them,” tuturnya.

Ia berharap agar kampus terus memberikan dukungan kepada mahasiswa berprestasi sehingga semangat untuk mengharumkan nama Umsida semakin kuat.

Harapan ini menjadi dorongan agar seluruh mahasiswa baru berani bermimpi dan berjuang meraih prestasi di bidang masing-masing.

Prestasi Fatich juga menjadi bukti bahwa mahasiswa baru mampu bersaing di tingkat kabupaten bahkan melawan atlet profesional.

Kampus diharapkan semakin aktif memberikan fasilitas, dukungan moral, dan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi.

Dengan adanya dukungan penuh dari fakultas dan universitas, mahasiswa dapat lebih termotivasi untuk menyeimbangkan akademik dan non-akademik.

Semangat juang Fatich menjadi inspirasi bahwa setiap mahasiswa memiliki peluang untuk berprestasi jika berani mencoba dan konsisten berlatih.

Kisah ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk tidak ragu menekuni bidang yang mereka cintai, baik olahraga, seni, maupun akademik.

Penulis: Faza Finnaja

Editor: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Parenting IGRA Sidoarjo menjadi wadah bagi orang tua dan guru untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pendampingan
Orang Tua dan Guru Hebat Jadi Fokus Parenting PG PAUD UMSIDA dan IGRA
October 31, 2026By
Wisuda Sarjana PGSD menjadi momen penting bagi peserta Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Wisuda Sarjana PGSD Tandai Peningkatan Kualifikasi Guru
October 31, 2026By
pembelajaran IPA menjadi salah satu fokus kegiatan mahasiswa selama pelaksanaan PLP 2 di SMP Negeri 3 Sidoarjo.
Pembelajaran IPA Interaktif Warnai PLP 2 Mahasiswa UMSIDA di SMPN 3 Sidoarjo
October 30, 2026By
Program PAI UMSIDA ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI yang diselenggarakan di Yogyakarta
Body of Knowledge PAI Jadi Fokus Workshop Nasional di Yogyakarta
October 29, 2026By
Laila Al Ramadhani salah satu wisudawan terbaik berkat dedikasi dan konsistensinya selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Wisudawan Terbaik FPSI: Laila Al Ramadhani Raih Apresiasi Lewat Konsistensi
October 28, 2026By
capaian membanggakan yang diraih oleh Suhaillah Himatul Uliya wisudawan terbaik pada periode wisuda tahun ini.
Wisudawan Terbaik FPSI UMSIDA, Sela Utamakan Proses dan Disiplin
October 27, 2026By
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggelar workshop edukasi lingkungan Climate Fresk untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai krisis iklim global.
Climate Fresk UMSIDA Latih Calon Pendidik Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
October 26, 2026By
Dewan Pimpinan Daerah DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Timur menggelar kegiatan Akademi Politik Daerah AKPOL DA
Mengawal Kebijakan, Delegasi IMM Al-Khawarizmi Ikuti AKPOL DA Jawa Timur
October 25, 2026By

Prestasi

Laila Al Ramadhani salah satu wisudawan terbaik berkat dedikasi dan konsistensinya selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Wisudawan Terbaik FPSI: Laila Al Ramadhani Raih Apresiasi Lewat Konsistensi
October 28, 2026By
capaian membanggakan yang diraih oleh Suhaillah Himatul Uliya wisudawan terbaik pada periode wisuda tahun ini.
Wisudawan Terbaik FPSI UMSIDA, Sela Utamakan Proses dan Disiplin
October 27, 2026By
PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By

Riset dan Inovasi

Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas
October 6, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By