puasa

Puasa: Meniti Kesabaran Menuju Puncak Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

fpip.umsida.ac.id — Bagi umat Muslim di seluruh dunia, Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Berdasarkan pesan mendalam yang viral belakangan ini, “Lapar Puasa Hanyalah Jeda Menuju Bahagia,” ibadah ini dipandang sebagai sebuah proses penyucian jiwa.

Rasa lapar yang dirasakan selama belasan jam bukanlah beban, melainkan sebuah “jeda” atau transisi yang melatih fisik dan mental manusia untuk lebih menghargai nikmat sekecil apa pun.

Secara filosofis, jeda ini memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk keduniawian.

Dalam kekosongan perut, tersimpan kekayaan batin yang luar biasa.

Puasa mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari pemuasan nafsu yang instan, melainkan dari kemampuan untuk mengendalikan diri.

Dengan menahan diri, seseorang sedang membangun kapasitas sabar yang akan menjadi modal utama dalam menghadapi ujian hidup lainnya di luar bulan suci.

Dua Puncak Kegembiraan bagi Orang Berpuasa

Mengacu pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151, terdapat janji konkret mengenai hasil dari kesabaran tersebut.

Hadis tersebut menyatakan bahwa orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan besar. Kegembiraan pertama adalah saat berbuka puasa.

Ini adalah momen kemenangan kecil harian di mana seteguk air dan sebutir kurma terasa jauh lebih nikmat dibandingkan kemewahan apa pun, karena didapatkan setelah melalui perjuangan menahan diri.

Namun, kegembiraan yang jauh lebih hakiki adalah yang kedua: kegembiraan saat bertemu dengan Allah SWT di akhirat kelak.

Poin ini menekankan bahwa puasa memiliki dimensi eskatologis (masa depan setelah kematian).

Rasa lapar yang dirasakan di dunia akan dikonversi menjadi kemuliaan di hadapan Sang Pencipta.

Hal ini memberikan perspektif baru bagi umat: bahwa setiap detik rasa haus dan lapar yang dirasakan saat ini adalah investasi jangka panjang untuk kebahagiaan yang abadi dan tak tertandingi.

Membangun Empati dan Ketakwaan Sosial

puasa

Selain dimensi spiritual personal, pesan “Lapar Puasa” ini juga membawa dampak sosial yang signifikan.

Dengan merasakan lapar secara sadar, seorang Muslim diajak untuk masuk ke dalam ruang empati terhadap mereka yang kurang beruntung mereka yang merasakan lapar bukan karena ibadah, melainkan karena kemiskinan.

Jeda menuju bahagia ini seharusnya memicu aksi nyata dalam bentuk sedekah dan kepedulian sosial.

Pada akhirnya, Ramadan adalah sekolah kehidupan. Visualisasi keluarga yang berdoa bersama saat berbuka (seperti yang terlihat dalam latar belakang pesan tersebut) menunjukkan bahwa kebahagiaan berbuka adalah kebahagiaan kolektif.

Kegembiraan itu menjadi lengkap ketika dibagikan dengan keluarga dan sesama.

Dengan memahami bahwa lapar hanyalah sementara dan kebahagiaan adalah janji yang pasti, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan sisa bulan Ramadan dengan penuh semangat, optimisme, dan ketulusan hati untuk meraih derajat takwa yang sebenar-benarnya.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

pembelajaran IPA menjadi salah satu fokus kegiatan mahasiswa selama pelaksanaan PLP 2 di SMP Negeri 3 Sidoarjo.
Pembelajaran IPA Interaktif Warnai PLP 2 Mahasiswa UMSIDA di SMPN 3 Sidoarjo
October 30, 2026By
Program PAI UMSIDA ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI yang diselenggarakan di Yogyakarta
Body of Knowledge PAI Jadi Fokus Workshop Nasional di Yogyakarta
October 29, 2026By
Laila Al Ramadhani salah satu wisudawan terbaik berkat dedikasi dan konsistensinya selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Wisudawan Terbaik FPSI: Laila Al Ramadhani Raih Apresiasi Lewat Konsistensi
October 28, 2026By
capaian membanggakan yang diraih oleh Suhaillah Himatul Uliya wisudawan terbaik pada periode wisuda tahun ini.
Wisudawan Terbaik FPSI UMSIDA, Sela Utamakan Proses dan Disiplin
October 27, 2026By
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggelar workshop edukasi lingkungan Climate Fresk untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai krisis iklim global.
Climate Fresk UMSIDA Latih Calon Pendidik Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
October 26, 2026By
Dewan Pimpinan Daerah DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Timur menggelar kegiatan Akademi Politik Daerah AKPOL DA
Mengawal Kebijakan, Delegasi IMM Al-Khawarizmi Ikuti AKPOL DA Jawa Timur
October 25, 2026By
Resmi Raih Gelar Doktor, Dosen FPSI Umsida Gagas Bahan Ajar Interaktif
October 24, 2026By
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Umsida turut ambil bagian secara aktif dalam merumuskan arah pengembangan kurikulum nasional
PBA UMSIDA Turut Merumuskan Arah Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab dalam Forum Nasional PPPBA 2026
October 23, 2026By

Prestasi

Laila Al Ramadhani salah satu wisudawan terbaik berkat dedikasi dan konsistensinya selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Wisudawan Terbaik FPSI: Laila Al Ramadhani Raih Apresiasi Lewat Konsistensi
October 28, 2026By
capaian membanggakan yang diraih oleh Suhaillah Himatul Uliya wisudawan terbaik pada periode wisuda tahun ini.
Wisudawan Terbaik FPSI UMSIDA, Sela Utamakan Proses dan Disiplin
October 27, 2026By
PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By

Riset dan Inovasi

Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas
October 6, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By