fpsi.umsida.ac.id— Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mendukung program Bahasa Inggris Wajib SD yang akan diterapkan secara nasional mulai tahun ajaran 2027/2028.
Kehadiran Dekan FPSI Umsida, Dr Septi Budi Sartika MPD dalam kegiatan Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta.
Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan guru sekolah dasar menghadapi implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD yang direncanakan mulai diterapkan secara nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Kehadiran FPSI Umsida dalam agenda nasional tersebut menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar sekaligus memperkuat kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Wujud Komitmen FPSI UMSIDA terhadap Pendidikan Dasar

Pelaksanaan program PKGSD MBI menjadi salah satu agenda penting Kemendikdasmen dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendampingi peserta didik mengenal Bahasa Inggris sejak usia dini melalui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar.
Melalui program tersebut, puluhan ribu guru SD dari berbagai daerah di Indonesia akan mendapatkan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris secara efektif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sebagai fakultas yang menaungi berbagai program studi kependidikan, FPSI Umsida memandang kebijakan ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memperluas akses peserta didik terhadap keterampilan bahasa internasional sejak dini.
Partisipasi dalam penandatanganan kerja sama tersebut juga mencerminkan kesiapan Umsida untuk mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pengembangan kompetensi guru di berbagai wilayah Indonesia.
Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai mampu memperkuat ekosistem pendidikan nasional karena pengembangan kualitas guru tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan institusi pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan keilmuan dan profesionalisme pendidik.
Keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam program nasional semacam ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan global yang terus berubah.
Bahasa Inggris Wajib SD Siapkan Generasi Berdaya Saing Global
Kebijakan Bahasa Inggris Wajib SD diharapkan menjadi salah satu terobosan yang mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan kemampuan komunikasi global sejak jenjang pendidikan dasar.
Pembelajaran Bahasa Inggris pada tingkat sekolah dasar nantinya tidak berfokus pada penguasaan teori yang kompleks, melainkan lebih menekankan pada pengenalan kosakata dan keterampilan komunikasi dasar melalui metode yang menyenangkan dan interaktif.
Guru memiliki peran sentral dalam keberhasilan program tersebut karena mereka menjadi pihak yang berinteraksi secara langsung dengan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar.
Melalui berbagai pelatihan yang diberikan dalam program PKGSD MBI, para guru diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif melalui permainan edukatif, lagu, cerita, diskusi sederhana, maupun aktivitas interaktif lainnya yang sesuai dengan karakteristik anak.
Pendekatan yang ramah anak dan menyenangkan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik mengenal Bahasa Inggris secara bertahap tanpa memberikan tekanan yang berlebihan dalam proses belajar.
Peran Perguruan Tinggi dalam Transformasi Pendidikan

Dukungan FPSI Umsida terhadap program Bahasa Inggris Wajib SD sejalan dengan komitmen kampus dalam menghasilkan lulusan kependidikan yang profesional, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan pendidikan nasional.
Melalui berbagai program akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, serta kemitraan dengan berbagai pihak, Umsida terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Partisipasi FPSI Umsida dalam kegiatan koordinasi dan penandatanganan kerja sama tersebut sekaligus menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia melalui penguatan kapasitas guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi, implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar diharapkan dapat berjalan secara optimal serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan daya saing generasi muda Indonesia di masa depan. (Finnaja)

















