Fpsi.umsida.ac.id- Dosen Fakultas Pendidikan dan Studi Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FPSI Umsida), Dr Nuning Rodiyah, mengikuti Artificial Intelligence and Big Data Conference (AIBC) 2026 Batch 1 yang diselenggarakan di Jakarta pada 5–10 Juli 2026.
Baca Juga: Studium Generale PBI UMSIDA Bahas Digital Pedagogy dan Kunci Sukses Lulusan di Dunia Kerja
Kegiatan berskala internasional ini menjadi forum pertemuan akademisi, praktisi, peneliti, serta pemimpin dari berbagai bidang untuk membahas perkembangan terbaru dalam kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), analisis data besar atau Big Data Analytics, serta pengembangan sistem cerdas.
Keikutsertaan Dr Nuning Rodiyah MPdi dalam AIBC 2026 menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dan profesional dosen Umsida dalam merespons perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Selain memperdalam wawasan mengenai AI dan Big Data, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring kolaborasi dengan para pakar dan peserta dari berbagai institusi.
Perkuat Kompetensi Digital Dosen

Transformasi digital telah mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam bidang teknologi, data, dan inovasi pembelajaran.
Dalam konteks tersebut, keikutsertaan dosen dalam forum ilmiah internasional menjadi langkah penting agar perguruan tinggi tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mantan Komisioner KPI Pusat ini menyampaikan bahwa perkembangan Artificial Intelligence dan Big Data saat ini tidak lagi terbatas pada bidang teknologi informasi, tetapi telah masuk ke berbagai sektor kehidupan.
Menurutnya, AI dan Big Data memiliki keterkaitan erat dengan dunia pendidikan tinggi, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, komunikasi, penelitian, hingga pengambilan kebijakan berbasis data.
“Perkembangan Artificial Intelligence dan Big Data tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi dunia akademik dan kebijakan publik,” ujar Dr Nuning.
Ia menambahkan bahwa melalui AIBC 2026, dirinya berharap dapat memperoleh wawasan baru, pengalaman akademik, serta jejaring internasional yang dapat mendukung pengembangan riset, pembelajaran, dan inovasi di Indonesia.
“Melalui AIBC 2026, saya berharap memperoleh wawasan, pengalaman, dan jejaring internasional yang dapat mendukung pengembangan riset, pembelajaran, serta inovasi di Indonesia,” imbuhnya.
Bahas AI, Big Data, dan Sistem Cerdas

Rangkaian AIBC 2026 Batch 1 dimulai pada Minggu, 5 Juli 2026, dengan mengangkat tema Trust Architecture, Big Data Analytics & Intelligent Systems.
Agenda hari pertama diawali dengan welcome speech, opening ceremony, serta sambutan dari para penyelenggara sebelum memasuki sesi ilmiah bersama narasumber internasional.
Berdasarkan jadwal kegiatan, sesi utama hari pertama menghadirkan materi Image Processing in the Age of Artificial Intelligence yang disampaikan oleh Dr Anupama Namburu.
Materi tersebut membahas perkembangan pengolahan citra di era kecerdasan buatan, termasuk bagaimana AI dapat digunakan untuk membaca, mengenali, dan menganalisis data visual secara lebih efektif.
Selain itu, peserta juga mengikuti sesi Big Data Analytics yang disampaikan oleh Dr Umar Adityawarman.
Sesi ini memberikan penguatan pemahaman mengenai pengelolaan dan analisis data berskala besar, terutama dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih akurat, cepat, dan berbasis bukti.
Melalui berbagai sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa AI dan Big Data bukan sekadar teknologi pendukung, tetapi telah menjadi instrumen penting dalam pengembangan sistem cerdas di berbagai bidang.
Dorong Riset Berbasis Data

Partisipasi Dr Nuning dalam AIBC 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan riset berbasis data di lingkungan perguruan tinggi.
Pengetahuan yang diperoleh selama konferensi dapat menjadi bekal dalam mengembangkan pembelajaran yang adaptif, penelitian yang relevan, serta pengabdian kepada masyarakat yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman.
Selain itu, forum ini juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor, baik dengan akademisi, praktisi, maupun institusi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan teknologi digital.
Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan pemanfaatan AI dan Big Data tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek etika, inklusivitas, dan keberlanjutan.
Dr Nuning menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan perlu diarahkan secara bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurutnya, responsible AI menjadi salah satu prinsip penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan teknologi, terutama ketika AI digunakan dalam pendidikan, layanan publik, dan penelitian.
Melalui keikutsertaan dalam AIBC 2026, Dr Nuning menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik, memperkuat budaya riset, serta mendukung pengembangan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat Umsida dalam mendorong dosen untuk berperan aktif dalam forum ilmiah, memperluas jejaring internasional, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi transformasi digital Indonesia.
Baca Juga: LSP Umsida Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi 2026 dari Belmawa Kemdiktisaintek
Dengan penguatan kompetensi di bidang AI dan Big Data, dosen diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, riset yang lebih berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan tantangan era digital.
Editor: Akhmad Hasbul Wafi
















