diklat action

Diklat Action Mahasiswa Umsida Cetak Pendidik Profesional di Trawas

fpip.umsida.ac.id — Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Diklat Action selama dua hari pada Jumat–Sabtu pada tanggal 23-24 Januari 2026 di Villa Graha Umsida, Trawas, untuk menyiapkan generasi pendidik berkarakter, adaptif, dan siap mengabdi.

Kegiatan bertema Generasi Penggerak Action ini dirancang sebagai penguatan profesionalisme relawan dalam mengajar dan berkontribusi di masyarakat melalui rangkaian kelas, praktik, dan refleksi.

“Menjadi pendidik itu bukan cuma pintar menyampaikan materi, tapi juga punya integritas dan disiplin,” ujar salah satu panitia yaitu Muja saat membuka kegiatan.

Ia menekankan diklat ini menjadi ruang latihan serius agar peserta tidak hanya “semangat di awal”, tetapi mampu konsisten menjalankan peran pengajar di lapangan.

Pelatihan Karakter dan Profesionalisme Relawan Mengajar

Diklat Action

Diklat Action difokuskan pada pembentukan karakter pengajar masa depan, termasuk etika mengajar, komunikasi, dan ketahanan mental saat menghadapi dinamika peserta didik.

Panitia menyusun kegiatan dengan persiapan panjang, mulai dari penunjukan kepanitiaan, musyawarah internal, penentuan lokasi dan jadwal, hingga rekrutmen peserta dan koordinasi intens dengan pemateri.

Dalam sesi kelas, peserta diajak menilai ulang alasan mereka memilih jalur pengabdian.

“Kalau motivasinya hanya ingin terlihat aktif, itu cepat habis. Yang bertahan adalah yang paham nilai dan tujuan,” kata Muja.

Salah satu peserta mengaku mengikuti diklat karena ingin naik level dari sekadar ikut kegiatan.

“Aku butuh wadah yang melatih soft skill. Di kelas kampus dapat teori, tapi di sini dipaksa latihan sikap dan tanggung jawab,” tuturnya.

Tiga Pemateri Bahas Era Digital Spirit Action dan Komunitas

Diklat Action

Materi utama diisi tiga pemateri dengan fokus berbeda namun saling menguatkan. Dr Septi Budi Sartika MPd, adalah dekan dari FPIP Umsida yang membahas tantangan dan peluang pendidik di era digital, termasuk cara menjaga otoritas guru tanpa kehilangan kedekatan dengan murid.

“Teknologi itu alat, bukan pengganti pendidik. Yang harus ditingkatkan adalah literasi dan cara berpikir kritisnya,” ucapnya di hadapan peserta.

Muhlasin Amrulloh SUd MPdI. merupakan kemahasiswan FPIP menekankan spirit action serta etika dalam mengajar. Ia mengingatkan bahwa relawan mengajar harus tetap profesional. “Semangat saja tidak cukup. Cara mengajar, pilihan kata, sampai sikap saat menegur itu menentukan kualitas pendidikan,” katanya. Dalam sesi ini peserta juga berlatih skenario kelas dan menilai praktik teman secara terbuka.

Sementara itu, Nyoman Suwarta, SS MHum salah satu dosen yang ada di Umsida mengajak peserta melihat pengabdian berbasis komunitas.

“Action yang kuat itu yang punya akar. Kalau program tidak nyambung dengan kebutuhan warga, dampaknya kecil dan cepat selesai,” ujarnya.

Peserta kemudian diminta menyusun rancangan aksi sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan masing-masing.

Antusiasme Peserta dan Harapan Program Berkelanjutan

Diklat Action

Selama dua hari, suasana Villa Graha Umsida dipenuhi diskusi dan kolaborasi. Meski jadwal padat dan melelahkan, peserta menilai diklat ini memberi pengalaman yang “real” karena banyak simulasi, evaluasi, dan tugas aksi.

“Capek, tapi capek yang bikin sadar standar pengajar profesional itu tinggi,” kata seorang peserta.

Menutup kegiatan, panitia menyampaikan harapan agar peserta tidak berhenti di sertifikat.

“Pulang dari sini, yang paling penting adalah tindakan. Jangan cuma jadi peserta, jadilah penggerak,” ujarnya.

Peserta pun menutup dengan kesan positif dan harapan konsep tahun berikutnya dibuat lebih inovatif tanpa mengurangi ketegasan pelatihan.

Salah satu peserta mengakhiri dengan kalimat sederhana, “Waalaikumsalam, sampai ketemu di pengabdian berikutnya.”

Penulis: Maritza Nadia

Editor: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Lomba Pildacil
Lomba Pildacil dan Tahfidz SD Kuatkan Karakter Religius
June 8, 2026By
tino salim
Tino Salim Hadir sebagai Guest Lecturer Business English 2026
June 5, 2026By
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular
June 3, 2026By
FPIP Fair
Bazar FPIP Fair Hadirkan 14 Stand Kreatif
June 2, 2026By
FPIP Fair
FPIP Fair 2026 Jadi Momentum Terakhir Kebersamaan FPIP Umsida
June 1, 2026By
Psikologi
Mahasiswa Psikologi Umsida Gelar NEXORA 2026
May 29, 2026By
Brain Rot
FOCUSMIND AR Lolos PKM RSH Tawarkan Solusi Brain Rot Siswa
May 28, 2026By
Infografis Competition
REAKSI FPIP Gelar Infografis Competition Pelajar SMP SMA
May 27, 2026By

Prestasi

Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular
June 3, 2026By
Brain Rot
FOCUSMIND AR Lolos PKM RSH Tawarkan Solusi Brain Rot Siswa
May 28, 2026By
PKM AI
Mahasiswa PGSD Umsida Lolos PKM AI dengan Media Ular Tangga
May 26, 2026By
Tiga Mahasiswa
Tiga Mahasiswa Psikologi Raih Juara Esai Nasional
May 19, 2026By
Dhia Kesuma Raih Penghargaan Olahraga di PILMAPRES 2026
May 6, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By