fpsi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Australia-Indonesia International Workshop: Co-Designing Inclusive Climate Change Learning Kits for Primary Schools. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dalam mengembangkan media pembelajaran yang mengintegrasikan literasi, numerasi, perubahan iklim, serta kesiapsiagaan bencana.
Workshop berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam proses perancangan hingga penyempurnaan learning kit yang nantinya dapat diuji coba di sekolah. Rundown Workshop Narasumber PPI
Learning Kit Dekatkan Isu Iklim dengan Pembelajaran
Perubahan iklim menjadi isu yang semakin dekat dengan kehidupan anak. Karena itu, pembelajaran mengenai perubahan iklim tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan cuaca, lingkungan, atau bencana, tetapi juga menjadi konteks untuk melatih kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Melalui learning kit, siswa nantinya dapat diajak membaca informasi, memahami data sederhana, berhitung, mengambil keputusan, hingga menentukan tindakan ketika menghadapi persoalan lingkungan.
Salah satu narasumber, Arkhadi Pustaka, Fasilitator Nasional INOVASI, mendampingi peserta dalam pengembangan media pembelajaran. Dalam workshop, peserta diarahkan menerjemahkan isu Pendidikan Perubahan Iklim (PPI) menjadi media pembelajaran literasi dan numerasi, baik berbentuk digital maupun hands-on.
“Media pembelajaran yang dikembangkan bukan hanya berbicara tentang perubahan iklim, tetapi perlu diterjemahkan menjadi aktivitas literasi dan numerasi yang dapat digunakan anak dalam proses pembelajaran,” jelas Arkhadi.
Peserta kemudian mengeksplorasi berbagai ide learning kit dengan mempertimbangkan aspek kemudahan penerapan, kemungkinan diproduksi secara lokal, biaya yang terjangkau, hingga penggunaan bahan yang ramah lingkungan. Rundown Workshop Narasumber PPI
Mahasiswa PGSD Dapat Pengalaman Langsung
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa PGSD Umsida untuk berkolaborasi dengan guru dan berbagai mitra. Salah satunya adalah Regita, mahasiswa PGSD Umsida semester 5.
Regita mengaku mendapatkan pengalaman baru karena dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah media pembelajaran dirancang berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi sekolah.
“Bagi saya kegiatan ini menambah pengalaman karena kami tidak hanya belajar tentang media pembelajaran secara teori, tetapi juga ikut berdiskusi dan mengembangkan learning kit bersama guru dan para pendamping,” ujar Regita.
Ia mengatakan pengalaman tersebut bermanfaat bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik.
“Kami jadi mengetahui bahwa isu perubahan iklim ternyata bisa diintegrasikan dengan literasi dan numerasi. Jadi pembelajaran untuk siswa bisa lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Lalu ia juga memberikan kesan positif terhadap proses kolaborasi selama workshop.
“Diskusinya menarik karena setiap peserta bisa menyampaikan ide. Kami juga mendapat banyak masukan tentang bagaimana membuat media yang sederhana tetapi tetap memiliki manfaat bagi siswa,” ungkapnya.
Learning Kit Disiapkan untuk Uji Coba di Sekolah
Workshop ditargetkan menghasilkan empat prototipe learning kit. Setiap produk mengintegrasikan aspek literasi atau numerasi, pendidikan perubahan iklim, ketahanan dan kesiapsiagaan bencana, serta prinsip inklusivitas.
Bimo Suryojati, salah satu narasumber dan pendamping penyusunan media pembelajaran, menekankan pentingnya menghasilkan media yang aplikatif.
“Harapannya, learning kit yang dikembangkan tidak berhenti sebagai ide atau produk workshop, tetapi benar-benar dapat digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Produk yang dikembangkan selanjutnya melalui tahapan finalisasi, quality and inclusion check, simulasi penggunaan, serta persiapan uji coba di sekolah. Dalam proses tersebut, peserta juga mengidentifikasi kemungkinan kendala sebelum media benar-benar digunakan oleh siswa.
Melalui kolaborasi guru, mahasiswa, dosen dan mitra, learning kit tersebut diharapkan menjadi media yang praktis, inklusif, kontekstual, terjangkau, sekaligus membantu pendidikan dasar lebih responsif terhadap tantangan perubahan iklim.
Penulis: Nabila Wulyandini















