Calon Guru

Prodi PAI, PBA, dan PGMI Bekali Calon Guru Profesional

fpsi.umsida.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menggelar Pelatihan Guru Profesional pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus 1 Umsida ini menjadi salah satu bentuk pembekalan bagi mahasiswa sebelum terjun ke lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan tambahan keterampilan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga etika, sikap, penampilan, serta kesiapan mental sebagai calon pendidik.

Dalam pelaksanaannya, kelas mahasiswa laki-laki dan perempuan dipisahkan agar materi dapat disampaikan secara lebih terarah sesuai kebutuhan peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa menjadi guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran.

Seorang pendidik juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, menjaga sikap, mengelola emosi, serta menampilkan diri secara pantas dan profesional di hadapan peserta didik.

Pembekalan tersebut juga menjadi pengingat bahwa mahasiswa akan membawa nama pribadi, program studi, dan universitas ketika melaksanakan praktik mengajar maupun bekerja setelah lulus.

Karena itu, kesiapan profesional perlu dibangun sejak masih berada di bangku kuliah melalui latihan yang dekat dengan kebutuhan nyata di sekolah.

Pelatihan berlangsung interaktif sehingga peserta dapat mempraktikkan materi dan menghubungkannya dengan kebutuhan calon guru profesional.

Pembekalan Etika bagi Calon Guru Laki-Laki
calon guru

Mahasiswa laki-laki memperoleh materi dari Muhlasin Amrullah, S.Ud., M.Pd.I., selaku bagian Kemahasiswaan Umsida.

Ia membahas peran pendidik sekaligus aktivis pendidikan yang harus memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab sosial dan moral dalam menjalankan profesinya.

Dalam pemaparannya, Muhlasin menekankan pentingnya etika mengajar, mulai dari menjaga martabat guru, melindungi hak anak, bersikap tenang, hingga menghindari berbagai tindakan tercela.

Calon guru juga diingatkan agar tidak melakukan kekerasan kepada peserta didik, baik berupa kekerasan verbal, fisik, psikis, maupun seksual.

Materi tersebut turut menyoroti beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan guru, seperti merasa sudah pintar sehingga tidak menyiapkan pembelajaran, memaksa peserta didik memahami materi dengan cara yang sama, mengabaikan perbedaan kemampuan siswa, serta bersikap tidak adil.

Guru juga harus memahami batas relasi dengan peserta didik agar tidak melakukan tindakan yang merugikan atau mengarah pada grooming.

Selain itu, calon guru diajak membangun keseimbangan diri melalui empat aspek kebahagiaan, yaitu kebahagiaan spiritual, intelektual, fisik, dan emosional.

Keseimbangan tersebut dinilai penting karena guru akan menghadapi beragam karakter siswa, tuntutan administrasi, serta situasi pembelajaran yang membutuhkan ketenangan dan kematangan dalam mengambil keputusan.

Materi ini memperlihatkan bahwa kewibawaan guru tidak dibentuk melalui sikap keras. Wibawa justru tumbuh dari kompetensi, konsistensi, keteladanan, dan kemampuan memperlakukan setiap peserta didik secara adil.

Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan.

Penampilan Profesional bagi Calon Guru Perempuan

calon guru

Sementara itu, mahasiswa perempuan memperoleh pembekalan dari perwakilan OMG, Kak Jividha.

Materi yang disampaikan berfokus pada cara berpenampilan rapi dan menggunakan riasan sehari-hari yang sederhana, segar, serta sesuai dengan citra seorang calon guru.

Pembekalan ini berangkat dari perhatian Kemahasiswaan terhadap penampilan mahasiswa ketika menjalankan praktik mengajar.

Mahasiswa diharapkan tidak tampil kusam atau kurang terawat, tetapi juga tidak menggunakan riasan berlebihan yang dapat mengurangi kesan profesional.

“Sekarang banyak mahasiswa yang kalau berdandan terlalu berlebihan. Dari Kemahasiswaan ingin calon guru itu tidak terlihat kumus-kumus, tetapi kalau berdandan juga tidak terlalu berlebihan. Karena itu, mahasiswa diajarkan memakai makeup flawless untuk sehari-hari,” jelas Kak Jividha.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada penggunaan riasan yang ringan dan proporsional.

Penampilan yang baik bukan dimaksudkan untuk mengutamakan aspek fisik, melainkan sebagai bagian dari kesiapan diri, kebersihan, rasa percaya diri, dan penghormatan terhadap lingkungan kerja.

Pelatihan ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru dibentuk melalui banyak aspek yang saling berkaitan.

Pengetahuan akademik tetap menjadi dasar utama, tetapi perlu didukung oleh etika, pengendalian diri, komunikasi, dan penampilan yang tepat.

Melalui kolaborasi tiga program studi tersebut, mahasiswa PAI, PBA, dan PGMI memperoleh bekal yang lebih menyeluruh untuk menghadapi masa depan.

Mereka dipersiapkan bukan hanya menjadi guru yang mampu mengajar, tetapi juga menjadi pendidik yang aman, berintegritas, percaya diri, dan mampu memberikan teladan positif kepada peserta didik.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Kuliah Umum Wijaba Buka Peluang Magang Mahasiswa FPSI
July 13, 2026By
EDUSPARK Perkuat Asesmen Pembelajaran Mendalam Guru
July 10, 2026By
Pembelajaran
EDUSPARK Umsida Perkuat Inovasi Pembelajaran Guru
July 9, 2026By
Edupark MIOSI Nyalakan Inovasi Pembelajaran Digital
July 8, 2026By
Anak Usia
PGPAUD Umsida Bahas Neurosains Anak Usia Dini
July 6, 2026By
Dosen FPSI Umsida Ikuti AIBC 2026 di Jakarta
July 3, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Prestasi

Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular
June 3, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By