EDUSPARK Perkuat Asesmen Pembelajaran Mendalam Guru

fpsi.umsida.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo menggelar kegiatan EDUSPARK bertajuk “Menyalakan Inovasi, Menghidupkan Pembelajaran” pada Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo ini berfokus pada penguatan kompetensi guru dalam merancang asesmen pembelajaran yang lebih autentik, mendalam, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Dr. Fitria Wulandari, S.Pd., M.Pd. dan Sheila Agustina, S.S., M.Pd., yang membawakan materi tentang konsep evaluasi, prinsip asesmen autentik, HOTS, serta assessment for, as, dan of learning.

Guru Dalami Konsep Asesmen Pembelajaran

Dalam sesi pertama, peserta mendapatkan penguatan mengenai perubahan paradigma dari penilaian yang sekadar berorientasi pada angka menuju asesmen sebagai informasi belajar yang bermakna.

Dr. Fitria Wulandari menjelaskan bahwa asesmen tidak cukup dipahami sebagai kegiatan memberi nilai di akhir pembelajaran, tetapi harus menjadi bagian dari proses belajar itu sendiri.

Menurutnya, guru perlu memahami bahwa asesmen berfungsi untuk membaca perkembangan peserta didik, memberi umpan balik, dan membantu guru mengambil keputusan pembelajaran yang lebih tepat.

“EDUSPARK ini mengajak guru melihat asesmen bukan sebagai akhir pembelajaran, melainkan sebagai kompas untuk menentukan langkah belajar berikutnya,” ujar Dr. Fitria.

Ia juga menekankan pentingnya asesmen autentik, yaitu asesmen yang mendorong peserta didik menunjukkan kompetensi dalam konteks nyata, seperti proyek, presentasi, produk, portofolio, dan refleksi.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya diuji pada kemampuan mengingat, tetapi juga diajak menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi atas persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Asesmen HOTS Jadi Fokus Pelatihan

Materi berikutnya membahas asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills atau HOTS, yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran mendalam.

Pada sesi ini, guru diajak memahami bahwa pertanyaan dan tugas pembelajaran perlu diarahkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis, evaluasi, dan kreasi.

Sheila Agustina menjelaskan bahwa tantangan guru saat ini bukan hanya membuat soal, tetapi memastikan soal dan instrumen asesmen benar-benar selaras dengan tujuan pembelajaran.

“Asesmen yang baik harus mengukur apa yang seharusnya dicapai siswa. Jika alat ukurnya tidak tepat, maka keputusan pembelajaran yang diambil guru juga bisa keliru,” jelas Sheila.

Ia juga mengenalkan pentingnya keselarasan antara capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, asesmen, dan umpan balik.

Dalam pelatihan tersebut, guru diajak menghindari beberapa kesalahan umum dalam penyusunan asesmen, seperti asesmen yang tidak selaras dengan tujuan pembelajaran, rubrik yang terlalu umum, hanya berfokus pada hafalan, serta tidak menyediakan ruang umpan balik bagi siswa.

Praktik Modul Ajar Perkuat Implementasi

Setelah menerima materi, peserta mengikuti praktik merancang asesmen pembelajaran mendalam dan menyusun perbaikan instrumen evaluasi sesuai mata pelajaran masing-masing.

Guru juga melakukan review terhadap modul ajar yang biasa digunakan di kelas, kemudian mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki agar lebih selaras dengan prinsip asesmen autentik dan pembelajaran mendalam.

Dalam sesi praktik tersebut, peserta diarahkan untuk melihat kembali apakah tujuan pembelajaran sudah spesifik, aktivitas belajar sudah mendukung pencapaian tujuan, instrumen asesmen sudah relevan, rubrik sudah objektif, serta ada tindak lanjut berupa umpan balik atau remedial.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi guru, penutup, dan refleksi bersama.

Melalui EDUSPARK, Umsida berharap guru SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya aktif dan menyenangkan, tetapi juga terukur, bermakna, dan berdampak pada perkembangan peserta didik.

Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui inovasi asesmen dan pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Pembelajaran
EDUSPARK Umsida Perkuat Inovasi Pembelajaran Guru
July 9, 2026By
Edupark MIOSI Nyalakan Inovasi Pembelajaran Digital
July 8, 2026By
Anak Usia
PGPAUD Umsida Bahas Neurosains Anak Usia Dini
July 6, 2026By
Dosen FPSI Umsida Ikuti AIBC 2026 di Jakarta
July 3, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Studium Generale
Studium Generale PBI UMSIDA Bahas Digital Pedagogy dan Kunci Sukses Lulusan di Dunia Kerja
July 1, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By

Prestasi

Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular
June 3, 2026By
Brain Rot
FOCUSMIND AR Lolos PKM RSH Tawarkan Solusi Brain Rot Siswa
May 28, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By