raih juara

Zulfan Riyanto Mahasiswa PGSD Umsida Raih Juara 1 di Kejuaraan Pencak Silat UNESA

fpip.umsida.ac.id — Keberanian mencoba dan konsistensi latihan mengantarkan Muhammad Zulfan Riyanto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), menorehkan prestasi membanggakan melalui cabang bela diri Tapak Suci.

Meski masih berstatus mahasiswa semester 1, Zulfan berhasil meraih Juara 1 kelas A kategori dewasa dalam kejuaraan pencak silat yang digelar oleh UNESA di Surabaya.

Mahasiswa yang akrab disapa Zulfan ini mengaku baru mengenal dunia bela diri secara serius ketika memasuki bangku kuliah di Umsida. Tidak mengikuti organisasi lain selain Tapak Suci, Zulfan memilih fokus mengembangkan kemampuan fisik dan mental melalui latihan rutin bersama tim.

“Baru kenal dunia bela diri itu di kampus. Awalnya pengin sehat saja,” ujarnya singkat.

Menempuh Proses Latihan untuk Menghadapi Kejuaraan

raih juara

Kejuaraan yang diikuti Zulfan menjadi pengalaman pertamanya tampil di arena pertandingan pencak silat tingkat kampus.

Kompetisi tersebut diikuti sekitar 30 atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur dan mempertandingkan beberapa kelas, termasuk kelas A kategori dewasa yang diikuti Zulfan.

Ia mengaku suasana pertandingan berjalan cukup menantang, namun tetap dapat dijalani dengan baik.

“Alhamdulillah jalannya pertandingan lancar dan hasilnya cukup baik,” tuturnya.

Meski baru menekuni Tapak Suci di lingkungan kampus, Zulfan mampu tampil percaya diri. Ia menilai lawan yang dihadapinya memiliki kemampuan yang relatif setara, sehingga pertandingan berlangsung kompetitif.

“Lawan-lawannya setara, sama-sama kuat,” katanya.

Keberhasilannya meraih juara bukan semata karena target kemenangan, melainkan hasil dari proses latihan yang dijalani secara konsisten.

Ia menyebut bahwa latihan rutin menjadi kunci utama dalam menghadapi kejuaraan tersebut.

Dukungan dan Persiapan Mental dalam Mencapai Prestasi

raih juara

Persiapan Zulfan menuju kejuaraan dilakukan sekitar tiga bulan sebelum pertandingan.

Selama periode tersebut, ia menjalani latihan fisik dan teknik secara rutin bersama Tapak Suci Umsida.

“Latihannya kurang lebih tiga bulan sebelum berangkat event,” jelasnya.

Latihan dilakukan hampir setiap hari pada malam hari, kecuali Jumat. Fokus latihan meliputi fisik, teknik, serta penguatan daya tahan tubuh. Meski tidak selalu mudah, Zulfan mengakui bahwa tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri.

“Tantangannya biasanya malas latihan, tapi harus dipaksa supaya terbiasa,” ungkapnya jujur.

Ia menilai kedisiplinan dalam memaksa diri tetap berlatih menjadi bagian penting dari proses pembentukan mental sebagai atlet. Kebiasaan tersebut, menurutnya, sangat membantu ketika harus tampil di arena pertandingan.

“Kalau sudah terbiasa latihan, pas tanding jadi lebih siap,” tambahnya.

Di balik keberhasilannya, Zulfan tidak menampik peran besar dukungan dari lingkungan terdekat. Orang tua menjadi pihak pertama yang selalu memberi semangat, disusul teman-teman dan tim Tapak Suci Umsida.

“Support paling besar tentu dari kedua orang tua, lalu teman-teman, dan Umsida sendiri,” ujarnya.

Ia mengapresiasi dukungan Umsida yang memberi ruang bagi mahasiswa baru untuk berkembang melalui prestasi non-akademik. Menurutnya, fasilitas dan kepercayaan yang diberikan kampus menjadi motivasi tambahan untuk terus berlatih dan berprestasi.

Saat ini, Zulfan belum memiliki target kejuaraan yang benar-benar pasti. Namun, ia menyebut telah mendapatkan arahan dari tim untuk mulai bersiap menghadapi event selanjutnya, salah satunya kejuaraan Paku Bumi Open.

“Belum tahu pasti, tapi sudah disuruh persiapan lagi,” katanya.

Sebagai penutup, Zulfan menyampaikan pesan sederhana bagi mahasiswa Umsida lainnya agar tidak ragu mencoba hal baru dan terus berusaha mencetak prestasi.

“Terus berusaha dan jangan berhenti berkembang,” pungkasnya.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Umsida turut ambil bagian secara aktif dalam merumuskan arah pengembangan kurikulum nasional
PBA UMSIDA Turut Merumuskan Arah Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab dalam Forum Nasional PPPBA 2026
October 23, 2026By
Sinergi Integritas dan Digitalisasi: Sekretaris Dikbud Sidoarjo Bekali Calon Lulusan FPSI Umsida di Yudisium II
October 22, 2026By
465 Mahasiswa FPSI Umsida Jalani Yudisium II, Siap Menenun Masa Depan
October 21, 2026By
Akademisi Umsida Dr. Anita Puji Astutik Dikukuhkan sebagai Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
October 21, 2026By
IMM Al-Khawarizmi Gelar Temu Cakader
October 20, 2026By
Mahasiswa PPG Umsida Ajak Warga Olah Limbah Rumah Tangga melalui SELARAS
October 19, 2026By
Mahasiswa PLP II Umsida: “Menjadi Guru Adalah Panggilan yang Layak Diperjuangkan”
October 18, 2026By
Bukan Sekadar Menonton, Mahasiswa PLP II PBI Umsida Terapkan Pembelajaran Audiovisual Interaktif
October 17, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas
October 6, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By