fpsi.umsida.ac.id — Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan inklusif, Silam.ID yang merupakan Lembaga Semi Otonom (LSO) di bawah BEM FPSI tahun periode 2025-2026 Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan Disability Festival (DISFEST) 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) di Kampus 1 Umsida. Rangkaian acara dilaksanakan di beberapa lokasi, yakni pembukaan di Aula KH Mas Mansyur, lomba menyanyi di Aula KH Mas Mansyur, serta perlombaan lain seperti fashion show, tahfidz, dan mewarnai yang bertempat di ruang kelas.
Ketua pelaksana DISFEST 2026, Jasmine Aurelia, menjelaskan bahwa kegiatan ini hadir sebagai bentuk perhatian mahasiswa terhadap teman-teman penyandang disabilitas agar memiliki ruang untuk berekspresi dan menunjukkan potensi yang dimiliki.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wadah kepada teman-teman disabilitas di area Sidoarjo untuk berekspresi, khususnya di bidang yang mereka minati. Selain itu, kami juga ingin memberikan suasana perlombaan seperti perayaan 17 Agustus kepada teman-teman disabilitas,” ungkapnya.
Kegiatan DISFEST 2026 melibatkan sekitar 20 mahasiswa Umsida sebagai panitia pelaksana. Seluruh rangkaian acara dipersiapkan dan dijalankan oleh mahasiswa anggota Silam.ID mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Berikan Ruang Ekspresi bagi Penyandang Disabilitas
Anggraeni, salah satu anggota Silam.ID, menyampaikan bahwa ide pelaksanaan Disability Festival berangkat dari kesadaran mahasiswa bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan ruang, fasilitas, dan pengalaman berharga.
Menurutnya, teman-teman disabilitas juga perlu merasakan atmosfer perlombaan dan kebersamaan sebagaimana masyarakat umum, khususnya dalam momentum perayaan kemerdekaan.
“Karena kami sebagai mahasiswa yang menjadi anggota Silam.ID merasa bahwa anak-anak yang memiliki keistimewaan tersendiri juga perlu diberikan ruang dan fasilitas untuk merasakan perlombaan ketika 17 Agustus berlangsung,” jelas Anggraeni.
Melalui DISFEST 2026, peserta tidak hanya diajak mengikuti kompetisi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, menunjukkan kreativitas, serta berinteraksi dalam suasana yang penuh kebersamaan.
Berbagai kategori perlombaan disiapkan untuk menyesuaikan kemampuan dan minat peserta. Lomba menyanyi menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan bakat seni, sementara lomba tahfidz menjadi wadah pengembangan kemampuan spiritual. Selain itu, lomba fashion show dan mewarnai juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mendorong kreativitas peserta.
Kolaborasi Mahasiswa Bangun Gerakan Pendidikan Inklusif
Pelaksanaan DISFEST 2026 turut mendapat dukungan dari beberapa dosen Umsida yang hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rizki Yatul Mahmudah B.Ed., M.Pd selaku Kaprodi Ma’had, Isna Fitria Agustina S.Sos., M.Si dari Program Studi Administrasi Publik, serta Dzakiroh Fikriyyah M.Pd.
Kehadiran para dosen tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan pendidikan.
Anggraeni menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar sejak awal hingga akhir acara. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dari awal hingga akhir acara. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah kecil untuk terus menghadirkan lingkungan yang lebih inklusif dan memberikan ruang bagi teman-teman disabilitas,” ujarnya.
Melalui Disability Festival 2026, Silam.ID Umsida menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
DISFEST 2026 diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, berprestasi, dan mendapatkan apresiasi atas kemampuan yang mereka miliki.
Penulis: Nabila Wulyandini
















