Permainan Tradisional

Permainan Tradisional Satukan Peserta dalam Suasana Penuh Nostalgia

fpip.umsida.ac.id — Kegiatan hari keenam pada Jumat, 17 April, berlangsung meriah melalui sesi permainan tradisional yang menghadirkan suasana hangat, akrab, dan penuh semangat.

Beragam permainan masa kecil yang dulu akrab dimainkan kembali dihadirkan dalam sebuah ruangan yang telah disiapkan dengan berbagai stan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, tetapi juga membuka ruang untuk mengenang masa kecil sekaligus memahami pentingnya permainan tradisional bagi perkembangan anak.

Permainan tradisional dikenal sebagai aktivitas yang mampu menggerakkan seluruh aspek perkembangan anak, baik motorik halus maupun motorik kasar.

Tidak hanya itu, permainan ini juga melatih kemampuan emosional, seperti kerja sama, sportivitas, kejujuran, dan semangat saling mendukung.

Dalam kegiatan ini, peserta dari berbagai universitas dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencoba setiap jenis permainan secara bergantian.

Suasana yang tercipta pun begitu hidup karena setiap kelompok tampak antusias mengikuti alur permainan dari satu stan ke stan lainnya.

Ragam Permainan yang Hidupkan Kenangan Masa Kecil

Permainan Tradisional

Berbagai jenis permainan tradisional diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Permainan yang dimainkan antara lain engklek atau teng-teng, ular tangga, permainan tutup botol, hompipah, sepak takraw, ketapel, kartu, bekel, hingga kelereng.

Seluruh permainan ini dipilih karena lekat dengan kehidupan anak-anak pada masa lalu dan masih memiliki nilai edukatif yang kuat hingga saat ini.

Keunikan permainan tradisional terletak pada kesederhanaan bahan yang digunakan.

Sebagian besar alat permainan mudah ditemukan, aman digunakan, dan tidak membutuhkan teknologi modern.

Karena itulah, permainan tradisional sebenarnya dapat dimainkan oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dalam kegiatan ini, para peserta membuktikan bahwa permainan sederhana tetap mampu menghadirkan keceriaan yang luar biasa.

Ketika permainan dimulai, ruangan yang semula tertata rapi berubah menjadi arena penuh tawa dan sorak semangat.

Peserta tampak menikmati setiap tantangan yang ada di setiap stan.

Ada yang serius menjaga keseimbangan saat bermain engklek, ada yang tertawa saat kalah dalam hompipah, dan ada pula yang menunjukkan strategi saat bermain ular tangga maupun kelereng.

Situasi ini menunjukkan bahwa permainan tradisional bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media interaksi sosial yang efektif.

Membangun Kebersamaan dan Sportivitas Peserta

Permainan Tradisional

Kegiatan permainan tradisional ini memberi pengalaman yang berbeda bagi seluruh peserta.

Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar bekerja sama dalam kelompok, menghargai lawan, dan merasakan pentingnya sportivitas.

Dalam suasana santai, nilai-nilai kebersamaan tumbuh dengan alami. Setiap kelompok berusaha menyelesaikan tantangan dengan kompak, saling memberi semangat, dan menikmati proses tanpa tekanan.

Respons peserta pun sangat positif. Banyak di antara mereka yang merasa bahagia karena kegiatan ini membawa kembali kenangan masa kecil yang mungkin telah lama terlupakan.

Nostalgia yang hadir membuat permainan tradisional terasa begitu dekat secara emosional.

Bahkan, beberapa peserta menilai kegiatan ini menjadi pengingat bahwa permainan-permainan lama masih relevan untuk dikenalkan kembali kepada generasi sekarang.

Setelah menyelesaikan kunjungan ke seluruh stan permainan, peserta mendapatkan reward berupa makanan ringan dan permen.

Hadiah sederhana itu semakin menambah semangat dan keceriaan selama kegiatan berlangsung.

Lebih dari sekadar permainan, sesi ini menjadi ruang pembelajaran sosial yang menyenangkan sekaligus refleksi tentang pentingnya melestarikan budaya bermain tradisional.

Melalui kegiatan ini, permainan tradisional kembali menunjukkan nilainya sebagai warisan budaya yang tidak boleh dilupakan.

Di tengah maraknya permainan digital, pengalaman pada hari keenam ini menjadi bukti bahwa permainan sederhana tetap mampu menghadirkan kebahagiaan, kedekatan, dan pembelajaran yang bermakna bagi siapa saja.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

magang
Wijaba dan Umsida Rancang Magang Terintegrasi KKN dan Inklus
July 17, 2026By
Swaramudra Vol. 2 Tampilkan Harmoni Seni Nusantara
July 16, 2026By
Calon Guru
Prodi PAI, PBA, dan PGMI Bekali Calon Guru Profesional
July 15, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Kuliah Umum Wijaba Buka Peluang Magang Mahasiswa FPSI
July 13, 2026By
EDUSPARK Perkuat Asesmen Pembelajaran Mendalam Guru
July 10, 2026By
Pembelajaran
EDUSPARK Umsida Perkuat Inovasi Pembelajaran Guru
July 9, 2026By
Edupark MIOSI Nyalakan Inovasi Pembelajaran Digital
July 8, 2026By

Prestasi

Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular
June 3, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By