Workshop Internasional Pendidikan Perubahan Iklim Bekali Mahasiswa Asistensi Mengajar PGSD

fpsi.umsida.ac.id — Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendapatkan pembekalan mengenai Pendidikan Perubahan Iklim (PPI) sebagai upaya meningkatkan kesadaran calon guru terhadap isu lingkungan dalam dunia pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, bertempat di Aula Lantai 6 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 7, Kampus 3 Umsida.

Kegiatan pembekalan diikuti kurang lebih 60 mahasiswa yang berasal dari berbagai program, yakni MBKM Asistensi Mengajar, KKN Internasional, PPK-O, dan program Wijaba. Kegiatan turut dihadiri Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Umsida, Dr. Kemil Wachidah, S.Pd.I., M.Pd., Sekretaris Prodi PGSD, Vanda, serta sejumlah dosen pembimbing lapangan (DPL).

Dalam sambutannya, Dr. Kemil Wachidah menekankan pentingnya pembekalan bagi mahasiswa PGSD yang nantinya akan berhadapan langsung dengan peserta didik di sekolah dasar. Menurutnya, calon guru tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.

Pembekalan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari INOVASI Jakarta dan INOVASI Jawa Timur. Dari INOVASI Jakarta hadir Afifuddin selaku Climate Change Specialist dan Rasita selaku MERL Manager. Sementara itu, INOVASI Jawa Timur diwakili Adri Budi selaku Provincial Manager, Ahmad Fatoni selaku Ecosystem Coordinator, Budi Setiawan selaku District Officer, serta Adam Badaruzzaman selaku Supporting Assistant.

Menumbuhkan Kesadaran Perubahan Iklim Sejak Sekolah Dasar

Materi pembekalan diawali dengan pemahaman mengenai pentingnya lingkungan dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Mahasiswa diperkenalkan pada Pendidikan Perubahan Iklim agar mampu memahami bahwa persoalan lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran maupun budaya sekolah.

Adri Budi, Provincial Manager INOVASI Jawa Timur, menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti asistensi mengajar maupun program magang diharapkan memiliki kesadaran terhadap persoalan perubahan iklim. Ia menilai kesadaran tersebut penting agar calon guru mampu membawa isu lingkungan ke dalam pembelajaran.

“Harapan kami adalah awareness terhadap perubahan iklim tumbuh. Dengan perubahan mindset, pada saat melakukan proses pembelajaran, guru akan mengaitkannya dengan perubahan iklim,” ujarnya.

Menurut Adri, penerapan pendidikan perubahan iklim tidak harus selalu dilakukan melalui materi khusus. Kebiasaan sederhana di sekolah dapat menjadi langkah awal, seperti membawa tumbler, mengurangi penggunaan plastik, serta memilah sampah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dengan guru di sekolah. Pengalaman guru dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami kondisi nyata di lapangan sekaligus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang sesuai.

“Harapannya ada kolaborasi antara mahasiswa yang magang atau melakukan asistensi dengan guru yang ada di situ,” jelasnya.

Dari Kajian Kasus hingga Praktik Membuat Modul PPI

Setelah mendapatkan materi, mahasiswa diarahkan untuk mengkaji sebuah kasus yang berkaitan dengan kondisi lingkungan di Sidoarjo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penyusunan modul Pendidikan Perubahan Iklim yang dapat diterapkan di sekolah dasar.

Zakhfa, salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan, mengatakan bahwa pembekalan berlangsung secara bertahap, mulai dari pemahaman dasar hingga praktik. Menurutnya, mahasiswa terlebih dahulu diberikan pemahaman tentang pentingnya lingkungan dalam pendidikan, kemudian mendapatkan gambaran dari guru yang telah menerapkan PPI di sekolah.

“Awal kita diberi pemahaman terkait pentingnya lingkungan di dunia pendidikan, khususnya di lingkup SD. Setelah itu kita diberikan narasumber dari guru yang telah menerapkan Pendidikan Perubahan Iklim, lalu diarahkan untuk mengkaji sebuah kasus di Sidoarjo dan diakhiri dengan praktik membuat modul PPI untuk sekolah dasar,” ungkapnya.

Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi calon guru dalam memahami persoalan lingkungan sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan.

“Pembekalan ini sangat membantu untuk mengenalkan calon guru sekolah dasar dalam menghadapi regenerasi kurikulum yang setiap tahunnya berganti, dan dituntut untuk bagaimana peka dalam memahami kondisi lingkungan,” tambah Zakhfa.

Pembekalan ini juga menekankan bahwa perubahan tidak dapat terjadi secara instan. Berdasarkan pengalaman INOVASI, pembentukan budaya sekolah membutuhkan proses bertahap, mulai dari membangun kesadaran, membiasakan perilaku ramah lingkungan, hingga mengintegrasikannya ke dalam kegiatan sekolah dan mata pelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep perubahan iklim, tetapi mampu menerapkannya ketika menjalankan tugas di sekolah. Kesadaran tersebut diharapkan berkembang menjadi kebiasaan dan aksi nyata yang dapat ditularkan kepada siswa, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Umsida turut ambil bagian secara aktif dalam merumuskan arah pengembangan kurikulum nasional
PBA UMSIDA Turut Merumuskan Arah Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab dalam Forum Nasional PPPBA 2026
October 23, 2026By
Sinergi Integritas dan Digitalisasi: Sekretaris Dikbud Sidoarjo Bekali Calon Lulusan FPSI Umsida di Yudisium II
October 22, 2026By
465 Mahasiswa FPSI Umsida Jalani Yudisium II, Siap Menenun Masa Depan
October 21, 2026By
Akademisi Umsida Dr. Anita Puji Astutik Dikukuhkan sebagai Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
October 21, 2026By
IMM Al-Khawarizmi Gelar Temu Cakader
October 20, 2026By
Mahasiswa PPG Umsida Ajak Warga Olah Limbah Rumah Tangga melalui SELARAS
October 19, 2026By
Mahasiswa PLP II Umsida: “Menjadi Guru Adalah Panggilan yang Layak Diperjuangkan”
October 18, 2026By
Bukan Sekadar Menonton, Mahasiswa PLP II PBI Umsida Terapkan Pembelajaran Audiovisual Interaktif
October 17, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas
October 6, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By