fpsi.umsida.ac.id — Sebanyak 17 mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) resmi memulai Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) di MA Muhammadiyah 02 Modern Paciran (MAMDA), Lamongan.
Mahasiswa tersebut berasal dari dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Program PLP dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, mulai 27 Juli hingga 29 Agustus 2026.
Selama berada di MAMDA Paciran, mahasiswa PLP 69 Umsida akan menjalankan sejumlah agenda utama yang berhubungan langsung dengan aktivitas pendidikan di sekolah. Kegiatan tersebut meliputi praktik mengajar, pendampingan peserta didik, observasi proses pembelajaran, hingga pengembangan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Pelaksanaan PLP menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi pedagogik dan keilmuan yang sebelumnya diperoleh selama perkuliahan. Melalui interaksi langsung dengan guru dan peserta didik, mahasiswa juga dapat mengenali dinamika pembelajaran serta lingkungan sekolah secara nyata.
Awali PLP dengan Budaya Senyum, Salam, dan Sapa

Pada hari pertama pelaksanaan PLP, mahasiswa FPSI Umsida mulai beradaptasi dengan lingkungan MAMDA Paciran melalui kegiatan penyambutan siswa pada pagi hari.
Para mahasiswa menerapkan budaya 3S, yakni Senyum, Salam, dan Sapa. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan mahasiswa PLP kepada siswa sekaligus membangun komunikasi awal yang positif selama pelaksanaan program.
Setelah penyambutan siswa, mahasiswa mengikuti pembagian kelas dan mata pelajaran yang telah disusun oleh bagian kurikulum MAMDA Paciran. Pembagian tugas mempertimbangkan latar belakang program studi, kemampuan, serta potensi masing-masing mahasiswa.
Khilmi dari bagian kurikulum MAMDA Paciran menjelaskan bahwa pembagian tersebut telah disesuaikan dengan kompetensi mahasiswa.
“Pembagian mata pelajaran beserta kelas kepada masing-masing mahasiswa telah dibagi secara adil dan sesuai dengan kemampuan yang telah dimiliki para mahasiswa,” tegas Khilmi.
Pembagian tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menjalankan kegiatan pembelajaran selama masa PLP. Mahasiswa PAI maupun PBA diharapkan mampu menerapkan kompetensi akademiknya sekaligus menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik kelas yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
Observasi Pembelajaran sebelum Mengajar Mandiri
Memasuki minggu pertama, mahasiswa PLP 69 Umsida belum langsung mendapatkan tanggung jawab mengajar secara mandiri. Mereka terlebih dahulu melakukan pendampingan terhadap guru mata pelajaran selama proses pembelajaran berlangsung.
Tahap tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk mengamati kondisi kelas, karakteristik peserta didik, pola komunikasi guru, pengelolaan kelas, hingga metode pembelajaran yang diterapkan di MAMDA Paciran.
Observasi juga membantu mahasiswa memahami kebutuhan siswa sebelum nantinya merancang pembelajaran dan media yang digunakan saat mendapatkan kesempatan mengajar secara mandiri.
Pendampingan pada minggu awal sekaligus menjadi proses adaptasi agar siswa semakin mengenal dan terbiasa dengan keberadaan mahasiswa PLP di dalam kelas.
Dampingi Pembelajaran hingga Shalat Berjamaah
Peran mahasiswa PLP 69 Umsida tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Mereka juga dilibatkan dalam pembiasaan dan kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari aktivitas sekolah.
Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan ialah mendampingi siswa melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter religius sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa bahwa tugas seorang pendidik tidak terbatas pada penyampaian materi di ruang kelas.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional sebagai calon pendidik.
Pelaksanaan PLP 69 sekaligus memperkuat sinergi antara FPSI Umsida dengan MA Muhammadiyah 02 Modern Paciran. Seluruh program diharapkan dapat berjalan optimal hingga 29 Agustus 2026 serta memberikan kontribusi bagi sekolah dan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi pendidik profesional.


















