Mahasiswa FPSI Praktik Mengajar PAI di PAUD Aisyiyah Solokuro

fpsi.umsida.ac.id — Mahasiswa semester 4 dan 6 Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) mengikuti kegiatan studi ekskursi di PAUD Percontohan Aisyiyah Solokuro, Kabupaten Lamongan, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung pelaksanaan pendidikan agama Islam pada jenjang anak usia dini.

Studi ekskursi dilaksanakan bertepatan dengan puncak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di PAUD Percontohan Aisyiyah Solokuro.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik mengajar pendidikan agama Islam kepada peserta didik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan teori pembelajaran yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Mereka juga belajar memahami karakteristik anak usia dini yang membutuhkan pendekatan pembelajaran konkret, sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Mahasiswa Menyusun Modul Pembelajaran PAI

Sebelum melaksanakan praktik mengajar, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok terdiri atas dua hingga tiga mahasiswa yang bertanggung jawab merancang dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam.

Masing-masing kelompok menyusun modul pembelajaran yang disesuaikan dengan materi dan kebutuhan peserta didik PAUD Percontohan Aisyiyah Solokuro.

Modul tersebut menjadi pedoman mahasiswa dalam menentukan tujuan pembelajaran, materi, metode, media, aktivitas anak, serta bentuk evaluasi sederhana.

Penyusunan modul menjadi bagian penting karena mahasiswa harus mampu mengubah materi pendidikan agama Islam menjadi kegiatan yang mudah dipahami anak.

Materi tidak cukup disampaikan melalui penjelasan panjang, tetapi perlu dikemas melalui cerita, permainan, gerakan, lagu, gambar, maupun aktivitas interaktif.

Fitri, mahasiswa semester 4, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran di ruang kuliah.

“Melalui studi ekskursi ini, kami tidak hanya memahami teori pembelajaran anak usia dini, tetapi juga mempraktikkan langsung cara mengajar pendidikan agama Islam. Kami belajar menyesuaikan bahasa, media, dan aktivitas agar materi lebih mudah dipahami serta menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Fitri.

Praktik Mengajar Berlangsung pada Puncak MPLS

Praktik mengajar dilaksanakan dalam rangkaian puncak MPLS. Setiap kelompok memperoleh kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan anak-anak dan menyampaikan materi berdasarkan modul yang telah disusun.

Mahasiswa berusaha membangun suasana pembelajaran yang aktif agar anak tidak hanya menjadi pendengar.

Interaksi dilakukan melalui pertanyaan sederhana, pengulangan materi, pemberian contoh, serta aktivitas yang mendorong anak untuk berani menjawab dan mengikuti arahan.

Kegiatan ini sekaligus melatih mahasiswa dalam mengelola kelas. Mengajar anak usia dini menuntut kemampuan menjaga perhatian, mengatur waktu, menggunakan intonasi yang menarik, dan merespons perilaku anak secara tepat.

Mahasiswa juga perlu bekerja sama dengan anggota kelompok agar pembagian peran selama pembelajaran berjalan teratur.

Menguatkan Kompetensi Calon Pendidik

Studi ekskursi di PAUD Percontohan Aisyiyah Solokuro memberikan pengalaman nyata mengenai penerapan pendidikan agama Islam pada anak usia dini.

Mahasiswa dapat mengetahui bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kreativitas, komunikasi, kesabaran, dan kemampuan memahami kebutuhan anak.

Melalui praktik tersebut, mahasiswa semester 4 dan 6 diharapkan semakin siap menghadapi kegiatan pembelajaran di sekolah maupun lembaga pendidikan anak usia dini.

Pengalaman menyusun modul dan mengajar secara berkelompok juga dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional sebagai calon pendidik.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran lapangan penting untuk mempertemukan teori perkuliahan dengan realitas pendidikan.

Dengan terlibat langsung dalam proses pembelajaran, mahasiswa dapat melakukan refleksi terhadap kelebihan dan kekurangan metode yang digunakan serta menyusun perbaikan untuk praktik mengajar berikutnya.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

PPG UMSIDA Gelar Bimtek Calon Penguji UKPPPG Gelombang 8
September 4, 2026By
Menuju Kazakhstan, Dua Mahasiswa UMSIDA Bawa Semangat Go Global
September 3, 2026By
Asistensi Mengajar, Langkah Mahasiswa PGSD Umsida Menjadi Guru
September 2, 2026By
PLP Kelompok 69 Umsida Kolaborasi Kimia Farma Dorong Kesadaran Hidup Sehat
September 1, 2026By
PLP Kelompok 69 Hadirkan Bank Sampah di Pantai Pengkolan
August 31, 2026By
Silam.ID Umsida Hadirkan Disability Festival untuk Ruang Ekspresi Inklusif
August 28, 2026By
Dr Ida Rindaningsih Bergabung dalam Tim Ad Hoc Standar Pengasuh Anak
August 27, 2026By
Umsida Dukung Sosialisasi WIJABA Environmental Education Program
August 26, 2026By

Prestasi

Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By

Riset dan Inovasi

Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By
Dr Yuli Kembangkan VR Bahasa Inggris Menuju Kurikulum 2027
August 12, 2026By
Dr Rahmania Lolos RIIM 11 lewat Inovasi Virtual Reality
August 11, 2026By