Reflektif

Dosen PBI Umsida Kenalkan Praktik Reflektif di Thailand

fpsi.umsida.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memperkuat kontribusi akademiknya di tingkat internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Loei Provincial Education Office, Thailand, pada 8 Juni 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema “From Self-Awareness to Self-Improvement: Building Teacher Professionalism through Reflective Practice in ELT.”

Kegiatan tersebut menghadirkan Fika Megawati, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Umsida, sebagai pemateri.

Forum ini diikuti mahasiswa program magang internasional dari lima universitas Muhammadiyah di Indonesia, guru bahasa Inggris dari sejumlah sekolah di Thailand, serta direktur sekolah yang terlibat dalam kolaborasi akademik bersama Loei Provincial Education Office.

Ruang Belajar Lintas Budaya

Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang membuat kegiatan ini tidak sekadar menjadi sesi penyampaian materi.

Forum tersebut berkembang menjadi ruang belajar lintas budaya, tempat mahasiswa, guru, dan pimpinan sekolah saling bertukar pengalaman tentang praktik pembelajaran bahasa Inggris.

Mahasiswa magang internasional memperoleh kesempatan memahami langsung tantangan pendidikan di Thailand.

Guru bahasa Inggris dapat membandingkan pengalaman mengajar mereka dengan pendekatan reflektif yang diperkenalkan.

Sementara itu, direktur sekolah mendapatkan perspektif mengenai pentingnya dukungan institusi dalam membangun budaya evaluasi pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Fika menegaskan bahwa profesionalisme guru tidak cukup diukur dari penguasaan materi, penggunaan media pembelajaran, atau kemampuan mengelola kelas.

Guru juga perlu memiliki kemampuan membaca dirinya sendiri, memahami kebiasaan mengajar, mengenali emosi ketika berada di kelas, serta melihat respons siswa terhadap proses pembelajaran.

Kemampuan tersebut disebut sebagai self-awareness atau kesadaran diri. Melalui kesadaran diri, guru dapat memahami bagaimana gaya komunikasi, keputusan pembelajaran, dan kondisi emosionalnya memengaruhi suasana kelas.

Kesadaran ini menjadi titik awal bagi guru untuk memperbaiki proses belajar secara lebih terarah.

Tiga Tahap Praktik Reflektif

Reflektif

Materi utama kegiatan berfokus pada tiga konsep, yaitu self-awareness, self-reflection, dan self-improvement. Ketiganya dijelaskan sebagai siklus pengembangan profesional guru yang berlangsung secara berkelanjutan.

Self-awareness membantu guru mengenali apa yang terjadi dalam dirinya dan kelasnya. Setelah itu, guru masuk pada tahap self-reflection, yakni melihat kembali pengalaman mengajar secara sistematis.

Refleksi tidak berhenti pada kesimpulan bahwa pembelajaran berjalan baik atau kurang baik. Guru perlu mengidentifikasi peristiwa yang terjadi, menganalisis penyebabnya, dan menentukan bagian yang perlu diperbaiki.

Fika memperkenalkan tiga pertanyaan utama dalam refleksi, yaitu apa yang terjadi selama pembelajaran, mengapa situasi itu terjadi, dan apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya.

Pertanyaan tersebut membantu guru mengubah pengalaman kelas menjadi sumber pembelajaran profesional.

Tahap berikutnya adalah self-improvement. Pada tahap ini, guru menyusun tindakan perbaikan yang konkret, misalnya memperjelas instruksi, menyesuaikan media, mengubah aktivitas pembelajaran, membagi peran siswa secara lebih terstruktur, atau memperkuat strategi pengelolaan kelas.

Agar mudah diterapkan, peserta dikenalkan format refleksi sederhana dalam tiga kalimat: “I noticed that …”, “I think it happened because …”, dan “Next time, I will …”.

Kalimat pertama digunakan untuk mencatat peristiwa yang diamati. Kalimat kedua membantu guru menganalisis penyebab. Kalimat ketiga mengarahkan guru pada tindakan perbaikan yang spesifik.

Praktik Langsung dan Dampak Kolaborasi

Setelah pemaparan, peserta mengikuti praktik refleksi menggunakan gambar situasi pembelajaran di kelas.

Mereka diminta mengamati kondisi siswa, interaksi yang muncul, serta kemungkinan masalah dalam proses belajar. Dari hasil pengamatan itu, peserta menuliskan refleksi menggunakan format tiga kalimat yang telah dipelajari.

Dua peserta kemudian membagikan hasil refleksinya di depan forum. Mereka menjelaskan situasi kelas yang diamati, faktor penyebab, dan tindakan yang akan dilakukan pada pembelajaran berikutnya.

Sesi ini menunjukkan bahwa satu situasi kelas dapat menghasilkan analisis yang berbeda, bergantung pada sudut pandang guru, siswa, aktivitas, dan kejelasan instruksi.

Diskusi yang melibatkan mahasiswa, guru, dan direktur sekolah memperkaya pemahaman peserta. Kegiatan ini menegaskan bahwa praktik reflektif bukan hanya tanggung jawab individu guru.

Sekolah perlu menyediakan ruang diskusi, evaluasi, dan tindak lanjut agar refleksi berkembang menjadi budaya profesional.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi Umsida dengan Loei Provincial Education Office semakin membuka peluang kerja sama akademik Indonesia dan Thailand.

Praktik reflektif dipahami sebagai cara membangun guru profesional, bukan guru yang bebas dari masalah, melainkan pendidik yang mampu mengenali masalah, menganalisis praktiknya, dan memperbaiki pembelajaran secara konsisten.

Penulis: Fika Megawati

Bertita Terkini

Mahasiswa PLP 68 dan Kelurahan Blimbing Bersiap Sambut PHBN
Mahasiswa PLP 68 dan Kelurahan Blimbing Bersiap Sambut PHBN
August 6, 2026By
PLP Luar Sekolah Umsida Kelompok 69 Resmi Dibuka di Kandangsemangkon
PLP Luar Sekolah Umsida Kelompok 69 Resmi Dibuka di Kandangsemangkon
August 4, 2026By
MA Muhammadiyah 02 Paciran Sambut Mahasiswa PLP UMSIDA
August 3, 2026By
PPG UMSIDA Gelar Pemberangkatan PPL Mandiri
July 31, 2026By
Dosen Pendidikan IPA Umsida Raih Doktor Pendidikan Sains
July 30, 2026By
Kelompok 69 Umsida Petakan Potensi Desa Kandangsemangkon
Kelompok 69 Umsida Petakan Potensi Desa Kandangsemangkon
July 29, 2026By
Mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida Gelar Pembukaan Program di Balai Desa Sumurgayam
Mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida Gelar Pembukaan Program di Balai Desa Sumurgayam
July 28, 2026By
PLP Umsida Bekali Mahasiswa dengan Pengalaman Nyata di Madrasah
July 27, 2026By

Prestasi

Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA Lolos PPK Ormawa Ekonomi Sirkular
June 3, 2026By

Riset dan Inovasi

Grooming
Pencegahan dan Dampak Child Grooming dalam Kehidupan Sosial
February 24, 2026By
Psikologi Al-Fatihah
Pelatihan Psikologi Al-Fatihah oleh Tim Dosen Psikologi Umsida, Tingkatkan Layanan Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo
August 20, 2025By
buku
Dosen PG Paud Ciptakan Buku Ajar, Musik Mampu Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia Dini
February 5, 2025By