Kampung Pandan

FPIP Umsida Bawa Pembelajaran Kreatif ke Kampung Pandan Malaysia

fpip.umsida.ac.id — Program Studi S2 Pendidikan Dasar dan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Umsida menggelar kegiatan Dikdas Mengajar di Sanggar Bimbingan ‘Aisyiyah Kampung Pandan, Malaysia, pada Senin, 13 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari community service rutin FPIP Umsida yang tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar.

Tetapi juga pada upaya memahami realitas pendidikan anak-anak Indonesia di negara rantau, khususnya anak pekerja migran yang menghadapi keterbatasan dokumen dan akses pendidikan.

Data kegiatan ini termuat dalam dokumen yang dibagikan pengguna.

Menyapa realitas pendidikan anak Indonesia di rantau

Kampung Pandan

Kegiatan Dikdas Mengajar di Sanggar Bimbingan ‘Aisyiyah Kampung Pandan menjadi pengalaman penting bagi dosen dan mahasiswa FPIP Umsida.

Sanggar tersebut berada di bawah Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah di Malaysia dan menjadi salah satu ruang belajar bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di wilayah padat penduduk pekerja migran.

Dalam dokumen kegiatan disebutkan bahwa Sanggar Bimbingan Kampung Pandan merupakan sanggar paling muda di Kuala Lumpur, di samping dua sanggar lain yakni Kampung Baru dan Kepong.

Kehadiran FPIP Umsida dalam kegiatan ini tidak berhenti pada aktivitas mengajar.

Tim juga melihat secara langsung bagaimana kondisi pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri, terutama mereka yang berasal dari keluarga pekerja migran dan memiliki persoalan administrasi kependudukan.

Persoalan ini berdampak pada keberlanjutan pendidikan anak, sebab dokumen yang tidak lengkap dapat mempersulit mereka untuk memperoleh akses formal, termasuk saat ingin kembali ke Indonesia.

Dari sisi pengelolaan, sanggar bimbingan ini juga menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Beberapa anak terlambat masuk sekolah sehingga memengaruhi kemampuan belajar dan perkembangan sosialnya.

Selain itu, jumlah tenaga pengajar yang terbatas membuat proses pembelajaran harus berjalan secara bergantian antarkelas.

Dalam dokumen disebutkan bahwa hanya ada dua guru yang menangani siswa tingkat SD dari kelas 1 hingga kelas 6, sehingga guru harus berpindah dari satu kelas ke kelas lain demi menuntaskan jam pelajaran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan anak perantau masih sangat dibutuhkan.

Belajar kreatif dan kolaboratif bersama anak-anak sanggar

Kampung Pandan

Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dan dosen menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif.

Materi yang diberikan tidak semata-mata akademik, tetapi juga menekankan kreativitas dan kerja sama.

Anak-anak diajak bermain clay, meronce manik-manik, serta membuat karya dari kertas lipat.

Aktivitas ini dirancang untuk menumbuhkan keberanian, motorik halus, kreativitas, dan keterampilan kolaborasi melalui pembelajaran berbasis kelompok.

Antusiasme anak-anak terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.

Hal ini tidak lepas dari pendekatan yang dipakai para mahasiswa, terutama mahasiswa S2 yang sebagian besar telah memiliki latar belakang sebagai guru.

Pengalaman tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih hidup, komunikatif, dan dekat dengan kebutuhan anak.

Di tengah keterbatasan sarana dan jumlah guru, kehadiran mahasiswa dan dosen FPIP Umsida memberi warna baru dalam suasana belajar di sanggar.

Dekan FPIP Umsida Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk memperluas makna pengabdian perguruan tinggi.

“Kegiatan Dikdas Mengajar di Sanggar Bimbingan ‘Aisyiyah Kampung Pandan bukan hanya tentang hadir untuk mengajar, tetapi juga tentang membangun kepedulian, memperkuat akses pendidikan anak Indonesia di rantau, dan menegaskan bahwa kampus harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kalimat tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan ini membawa pesan kelembagaan yang kuat. Pengabdian tidak lagi dipahami sekadar agenda seremonial, melainkan sebagai bentuk keberpihakan kampus terhadap kelompok yang membutuhkan dukungan pendidikan secara nyata dan berkelanjutan.

Didorong menjadi program berkelanjutan dan berdampak luas

Kampung Pandan

Lebih jauh, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi mengenai masa depan kolaborasi antara kampus dan sanggar bimbingan.

Dalam dokumen kegiatan dijelaskan bahwa program serupa ke depan dapat dikembangkan menjadi kampus mengajar, KKN, riset dosen, maupun pengabdian masyarakat yang lebih terstruktur.

Dengan model yang lebih matang, kegiatan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru, pengelola sanggar, hingga ekosistem pendidikan yang menopang keberlangsungan layanan belajar anak-anak Indonesia di Malaysia.

Arah keberlanjutan ini penting, sebab kebutuhan di lapangan tidak dapat diselesaikan dengan kunjungan singkat.

Sanggar membutuhkan mitra yang mampu hadir secara konsisten, baik melalui program pembelajaran, pendampingan guru, penguatan administrasi pendidikan, maupun riset yang menghasilkan rekomendasi kebijakan dan model intervensi yang relevan.

Melalui Dikdas Mengajar di Sanggar Bimbingan ‘Aisyiyah Kampung Pandan, FPIP Umsida menunjukkan bahwa pengabdian dapat dijalankan dengan pendekatan yang manusiawi, kontekstual, dan berdampak.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah jembatan penting bagi anak-anak Indonesia di perantauan untuk tetap memiliki harapan, akses, dan masa depan yang lebih baik.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Workshop Internasional Pendidikan Perubahan Iklim Bekali Mahasiswa Asistensi Mengajar PGSD
September 7, 2026By
PPG UMSIDA Gelar Bimtek Calon Penguji UKPPPG Gelombang 8
September 4, 2026By
Menuju Kazakhstan, Dua Mahasiswa UMSIDA Bawa Semangat Go Global
September 3, 2026By
Asistensi Mengajar, Langkah Mahasiswa PGSD Umsida Menjadi Guru
September 2, 2026By
PLP Kelompok 69 Umsida Kolaborasi Kimia Farma Dorong Kesadaran Hidup Sehat
September 1, 2026By
PLP Kelompok 69 Hadirkan Bank Sampah di Pantai Pengkolan
August 31, 2026By
Silam.ID Umsida Hadirkan Disability Festival untuk Ruang Ekspresi Inklusif
August 28, 2026By
Dr Ida Rindaningsih Bergabung dalam Tim Ad Hoc Standar Pengasuh Anak
August 27, 2026By

Prestasi

Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By

Riset dan Inovasi

Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By
Dr Yuli Kembangkan VR Bahasa Inggris Menuju Kurikulum 2027
August 12, 2026By
Dr Rahmania Lolos RIIM 11 lewat Inovasi Virtual Reality
August 11, 2026By