fpsi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali berkontribusi dalam forum akademik internasional. Khizanatul Hikmah menjadi pemakalah dalam Konferensi Internasional Mudirrudh-Dhad 2026 yang berlangsung di University Hotel Yogyakarta, 23–25 September 2026.
Forum internasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perkumpulan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PPPBA) Indonesia yang mempertemukan akademisi dan pemerhati Pendidikan Bahasa Arab untuk mendiskusikan perkembangan keilmuan serta tantangan pembelajaran di era digital.
PBA Umsida Angkat Interpretasi Guru terhadap AI
Dalam konferensi tersebut, Khizanatul Hikmah mempresentasikan makalah bertajuk “Interpretasi Guru terhadap Teknologi AI dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Era Digital.”
Kajian tersebut menempatkan perspektif guru sebagai salah satu aspek penting dalam proses integrasi Artificial Intelligence (AI) ke dalam pembelajaran bahasa Arab.
Menurut Khizanatul Hikmah, perkembangan AI tidak hanya menghadirkan berbagai perangkat baru yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Teknologi tersebut juga mendorong pendidik untuk kembali melihat posisi guru, kebutuhan peserta didik, hingga strategi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Pemanfaatan AI dalam pembelajaran tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan menggunakan aplikasinya. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana guru memahami fungsi teknologi, melihat peluang dan tantangannya, serta menyesuaikannya dengan tujuan pembelajaran bahasa Arab,” jelasnya.
Perkembangan AI membuka beragam peluang dalam pendidikan bahasa. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu pengembangan materi, memberikan umpan balik, mendukung latihan keterampilan berbahasa, hingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif.
Namun, pemanfaatannya juga membawa sejumlah tantangan. Guru perlu memperhatikan akurasi informasi yang dihasilkan AI, etika akademik, potensi ketergantungan terhadap teknologi, serta keberlanjutan interaksi pedagogis antara pendidik dan peserta didik.
Guru Tetap Memegang Peran Strategis
Kajian mengenai AI dalam pembelajaran bahasa Arab juga menjadi bagian dari perhatian akademik di lingkungan PBA Umsida. Kehadiran teknologi kecerdasan artifisial menunjukkan bahwa transformasi digital semakin masuk ke dalam diskursus pendidikan bahasa Arab di perguruan tinggi.
Dalam konteks tersebut, AI tidak serta-merta menggantikan posisi guru. Pendidik tetap memiliki peran strategis dalam menentukan bagaimana teknologi digunakan secara pedagogis, kritis, dan bertanggung jawab.
Guru berperan merancang tujuan pembelajaran, menentukan strategi, memvalidasi informasi yang dihasilkan teknologi, membangun interaksi edukatif, serta memastikan penggunaan AI tetap sejalan dengan prinsip dan nilai pendidikan.
“AI dapat menjadi teknologi pendukung yang membantu proses pembelajaran. Namun, keputusan pedagogis tetap berada pada guru karena pendidik yang memahami karakter peserta didik dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai,” ungkapnya.
Perspektif tersebut juga sejalan dengan perkembangan kajian literasi digital guru bahasa Arab. Penguasaan teknologi perlu disertai kemampuan mengevaluasi informasi dan memilih pemanfaatan AI yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Konferensi Jadi Ruang Membahas Masa Depan Pendidikan Bahasa Arab
Konferensi Internasional Mudirrudh-Dhad 2026 sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai arah Pendidikan Bahasa Arab di tengah perkembangan teknologi digital dan Generative AI.
Berbagai perspektif yang dibahas menunjukkan bahwa perkembangan AI mulai memengaruhi pembicaraan mengenai kurikulum, metode pembelajaran, pengembangan materi, hingga asesmen bahasa Arab.
Keikutsertaan PBA Umsida dalam forum tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam merespons perubahan pendidikan berbasis teknologi sekaligus memperluas diskusi mengenai posisi pendidik di era AI.
Melalui kajian yang dipresentasikan, PBA Umsida mendorong pemanfaatan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kecanggihan aplikasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek pedagogis dan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, transformasi digital dalam pembelajaran bahasa Arab tetap menempatkan guru sebagai aktor penting yang mengarahkan teknologi untuk mendukung proses pendidikan.

















