fpsi.umsida.ac.id — Mahasiswa Tim A1 Pendidikan Profesi Guru (PPG) IPA Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menginisiasi program SELARAS bertajuk Ubah Sampah Jadi Solusi Cerdas bersama ibu-ibu PKK RW 01 Dusun Kedinding, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan yang berlangsung pada 13, 20, dan 27 September 2026 ini mengajak masyarakat memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna, seperti eco-enzyme dari limbah organik dan sabun cuci piring ZEOIL dari minyak jelantah.
Program tersebut merupakan bagian dari Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG IPA Umsida di bawah bimbingan Dr. Noly Shofiyah, M.Pd., M.Sc.
Edukasi Pengelolaan Sampah Dimulai dari Lingkungan Rumah Tangga
Rangkaian SELARAS diawali dengan sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga pada 13 September 2026. Kegiatan menghadirkan Dr. Fitria Eka Wulandari, S.Si., M.Pd., dosen Umsida, sebagai pemateri.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah dan mengolah limbah rumah tangga secara bertanggung jawab.
Program ini dilatarbelakangi kondisi pengelolaan sampah di lingkungan sasaran yang belum optimal. Sejumlah limbah organik maupun minyak bekas memasak masih belum dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui SELARAS, mahasiswa berupaya mengubah kebiasaan masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi memilah dan mengolahnya.
Ketua PKK RW 01 Dusun Kedinding, Urifah, A.M.K., menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan aktivitas sehari-hari.
“Kegiatan sosialisasi ini sangat sesuai dengan peran ibu-ibu PKK sebagai ibu rumah tangga karena minyak bekas memasak dan sisa kulit buah sering ditemukan di rumah. Jadi, pengetahuan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Mahasiswa PPG Umsida Dampingi Pembuatan Eco-Enzyme dan Sabun ZEOIL
Pada 20 September 2026, mahasiswa mendampingi ibu-ibu PKK mempraktikkan pembuatan eco-enzyme menggunakan kulit buah dan sisa sayuran.
Bahan organik tersebut dicuci, dipotong, kemudian dimasukkan ke dalam galon bersama air dan molase sesuai takaran.
Melalui praktik tersebut, peserta berhasil menghasilkan dua galon eco-enzyme yang disimpan di balai RW untuk menjalani fermentasi selama tiga bulan.
Hasil fermentasi nantinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan tertentu, antara lain sebagai bahan cairan pembersih dan pupuk organik cair.
Selanjutnya, pada 27 September 2026, peserta mengikuti praktik pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring bernama ZEOIL.
Sebelum diolah, minyak jelantah terlebih dahulu direndam menggunakan karbon aktif selama minimal 24 jam.
Dengan pendampingan mahasiswa, peserta mengikuti tahapan pembuatan sabun hingga pengemasan menggunakan botol pump berlabel ZEOIL.
Produk yang dihasilkan kemudian dibagikan kepada peserta sebagai hasil nyata dari kegiatan pemberdayaan tersebut.
Dukung SDGs 12 melalui Kebiasaan Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
Program SELARAS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG IPA Umsida mendorong masyarakat mengurangi timbulan sampah dengan memanfaatkan kembali bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Selain memberikan keterampilan praktis, program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan pemberdayaan masyarakat.
Keterlibatan aktif ibu-ibu PKK juga menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.
Melalui SELARAS, mahasiswa PPG Umsida berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat terus diterapkan sehingga pengelolaan limbah rumah tangga menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.
Penulis: Nensy Yunansica Istiqomah & Noviana Puspitasari

















