fpsi.umsida.ac.id — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Khawarizmi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar seminar Temu Calon Kader (Cakader) di Kampus 3 Umsida, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 19.00 WIB ini mengusung tema “Harmoni Ikatan” dengan tajuk “Membangun Kedekatan dan Menumbuhkan Kepedulian”.
Seminar tersebut menjadi wadah bagi calon kader untuk saling mengenal, mempererat silaturahmi, serta membangun rasa kekeluargaan dalam organisasi.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan materi edukatif yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pentingnya berorganisasi dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
Membangun Kedekatan dan Rasa Kekeluargaan Antarkader
Ketua Pelaksana Temu Cakader, Sabilla, menjelaskan bahwa pemilihan tema Harmoni Ikatan dilatarbelakangi keinginan panitia untuk menciptakan hubungan antarkader yang lebih dekat dan solid.
Menurutnya, hubungan dalam organisasi tidak seharusnya terbatas pada pelaksanaan program kerja atau kegiatan formal semata.
“Kami ingin membangun kedekatan antarkader yang tidak hanya sebatas saling mengenal dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu saling memahami, peduli, dan menguatkan satu sama lain,” jelas Sabilla.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap IMM Al-Khawarizmi sehingga setiap kader memiliki kesadaran untuk menjaga keharmonisan organisasi.
Melalui kebersamaan tersebut, para calon kader juga didorong untuk memahami bahwa keberhasilan organisasi membutuhkan kepedulian dan kontribusi dari seluruh anggotanya.
“Harapannya, para kader dapat semakin mengenal satu sama lain, memiliki rasa kekeluargaan yang kuat, serta terdorong memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan IMM,” tambahnya.
Seminar Rumah-Ikatan Tanamkan Nilai Kepedulian dan Tanggung Jawab

Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah penyampaian materi bertajuk “Rumah-Ikatan” oleh Indrawati SPd.
Materi tersebut mengajak calon kader memahami bahwa IMM bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan ruang untuk belajar, berkembang, dan membangun kebersamaan.
Melalui konsep Rumah-Ikatan, peserta diajak memandang organisasi sebagai tempat yang memberikan kesempatan bagi setiap anggotanya untuk saling mendukung dalam proses pengembangan diri.
Sabilla menekankan bahwa keterlibatan kader tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran dalam kegiatan.
Menurutnya, setiap anggota perlu memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi calon kader dalam menjalani proses perkaderan sekaligus membangun karakter mahasiswa yang aktif dan bertanggung jawab.
Calon Kader Termotivasi Menjadi Mahasiswa Kritis dan Bermanfaat
Antusiasme peserta turut terlihat dari respons positif yang disampaikan salah satu calon kader, Yasinta.
Ia mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti Temu Cakader adalah untuk mengenal IMM lebih jauh sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
“Saya ingin menjadi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Yasinta.
Setelah mengikuti seminar, ia mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pentingnya organisasi dalam membentuk karakter mahasiswa.
Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami karena berkaitan dengan kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Yasinta juga menyadari bahwa organisasi merupakan tempat yang tepat untuk melatih kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan bertanggung jawab.
Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara konsisten, baik dalam perkuliahan maupun aktivitas organisasi.
“Saya ingin menjadi kader IMM yang tidak hanya memahami teori perjuangan, tetapi juga mampu membuktikannya melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
Melalui Temu Cakader ini, IMM Al-Khawarizmi berharap dapat melahirkan kader yang memiliki solidaritas tinggi, berkarakter, dan siap berkontribusi positif bagi organisasi maupun masyarakat.
Penulis: Zakhfa


















