fpsi.umsida.ac.id — Berangkat dari semangat mengenalkan alam dengan cara kreatif dan menyenangkan, mahasiswa Tim A3 PPG IPA Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui Projek Kepemimpinan menyelenggarakan program literasi peduli lingkungan bertajuk ECOFUN “Kenal Alam, Kreasikan!”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama anak-anak binaan ACTION (Activis of Education) yang bertempat di Kantor Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada 20 September 2026. Program ini menjadi bagian dari Projek Kepemimpinan PPG Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) UMSIDA yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan edukatif dan menyenangkan.
Pelaksanaan kegiatan berada di bawah bimbingan Dr. Septi Budi Sartika, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing Projek Kepemimpinan PPG UMSIDA. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga diajak untuk berinteraksi langsung dengan alam melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua pelaksana kegiatan, Akmal Rizky, menjelaskan bahwa ECOFUN dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman bermakna bagi anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak mengenal lingkungan dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka. Harapannya, kepedulian terhadap alam dapat tumbuh sejak dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan kreatif,” ujarnya.
Ecoprint Jadi Media Belajar Mencintai Alam

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah pelatihan ecoprint. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Tri Linggo Wati, S.Pd., M.Pd., dosen UMSIDA, sebagai pemateri. Dalam pelatihan ini, anak-anak diperkenalkan pada ecoprint, yaitu teknik memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti daun, untuk menghasilkan motif pada kain.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Setelah memperoleh penjelasan, anak-anak diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan ecoprint. Mereka memilih berbagai jenis daun yang tersedia, menyusunnya di atas kain, kemudian mengamati bagaimana bentuk dan tekstur daun dapat menghasilkan motif yang berbeda dan unik.
Aktivitas tersebut memberikan pengalaman bahwa benda-benda sederhana yang ditemukan di lingkungan sekitar dapat memiliki nilai guna dan estetika apabila dimanfaatkan secara kreatif.
“Melalui ecoprint, anak-anak dapat belajar bahwa benda-benda yang ada di alam memiliki banyak manfaat. Dengan kreativitas, daun yang sederhana pun bisa menjadi karya yang unik,” jelas Dr. Tri Linggo Wati.
Antusiasme juga terlihat dari peserta yang mengikuti setiap tahapan kegiatan. Salah satunya Afan yang mengaku senang dapat terlibat langsung dalam pembuatan ecoprint.
“Saya senang bisa membuat ecoprint dari daun. Ternyata daun yang ada di sekitar kita bisa menjadi karya yang bagus,” ungkapnya.
Dari Daun Sederhana Tumbuh Kepedulian Lingkungan
ECOFUN tidak hanya berfokus pada hasil karya ecoprint, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya mengenal dan menghargai lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan sederhana, anak-anak diajak memahami bahwa alam di sekitar memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan tanpa harus merusaknya.
“Kita tidak bisa mencintai alam tanpa mengenalnya terlebih dahulu.” Pesan tersebut menjadi salah satu semangat yang dibawa dalam pelaksanaan ECOFUN “Kenal Alam, Kreasikan!”.
Melalui ecoprint, peserta belajar bahwa daun yang selama ini dianggap sebagai bagian biasa dari lingkungan dapat diolah menjadi karya yang indah dan bermakna. Proses tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Kegiatan ECOFUN diharapkan tidak berhenti pada pengalaman membuat ecoprint. Lebih dari itu, pengalaman belajar bersama alam diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk semakin mengenal, mencintai, dan menjaga lingkungan di sekitarnya.
Bagi mahasiswa PPG UMSIDA, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi Projek Kepemimpinan melalui kegiatan edukatif yang menghubungkan pembelajaran, kreativitas, dan kepedulian sosial. Dengan pendekatan yang menyenangkan, ECOFUN menunjukkan bahwa menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui pengalaman sederhana yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Penulis: Shalama Qowlam Fadila

















