Mahasiswa PPG Umsida Kenalkan Aquaponik Berbasis Energi Surya di Desa Wringinrejo

fpsi.umsida.ac.id — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Program Studi IPA Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengenalkan sistem aquaponik berbasis energi surya kepada warga Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan bertajuk “Membangun Ketahanan Pangan Mandiri melalui Aquaponik Berbasis Energi Surya” tersebut dilaksanakan pada 14 September 2026. Pelatihan diikuti 19 warga serta sejumlah perangkat desa sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Projek Kepemimpinan.

Program tersebut dilaksanakan oleh Kelompok A2 Mahasiswa PPG Umsida dengan pendampingan dosen pembimbing Dr Ria Wulandari MPd. Kegiatan juga menghadirkan Feringadi Puji SSn, mentor pertanian hortikultura dan urban farming, sebagai narasumber.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan alternatif ketahanan pangan yang dapat diterapkan meskipun masyarakat memiliki keterbatasan lahan pekarangan.

Aquaponik Jadi Solusi Pemanfaatan Lahan Terbatas

Gagasan pelatihan berangkat dari kondisi warga Desa Wringinrejo yang memiliki keterbatasan lahan untuk berkebun maupun melakukan budidaya ikan dalam skala kecil.

Aquaponik kemudian dipilih karena memungkinkan budidaya ikan dan tanaman dilakukan secara terpadu dalam satu sistem. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan ruang secara lebih efisien sekaligus menghasilkan dua jenis pangan, yakni ikan dan sayuran.

Dalam pelatihan, warga diperkenalkan pada budidaya ikan lele serta sejumlah jenis sayuran seperti sawi, kangkung, bayam, dan selada.

Sistem aquaponik tersebut juga dikombinasikan dengan energi surya untuk membantu mendukung pengoperasian perangkat. Pemanfaatan energi terbarukan ini menjadi salah satu nilai tambah dalam penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Program tersebut sekaligus dikaitkan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2, Zero Hunger, terutama dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal warga mengenai ketahanan pangan, aquaponik, urban farming, dan energi surya.

Setelah itu, peserta memperoleh materi mengenai prinsip kerja aquaponik berbasis energi surya. Mahasiswa dan narasumber kemudian memperagakan pemasangan komponen sistem aquaponik sekaligus menjelaskan fungsi setiap bagian.

Ikan lele ditempatkan dalam kolam, sedangkan bibit tanaman yang sebelumnya disemai menggunakan media rockwool dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam instalasi aquaponik.

Warga Praktik Langsung hingga Terima Unit Aquaponik

Pelatihan berlangsung interaktif karena warga tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba langsung proses pemindahan bibit dari media rockwool menuju bagian instalasi aquaponik.

Dengan pendampingan mahasiswa dan narasumber, warga dapat memahami tahapan dasar budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Mereka aktif mengikuti demonstrasi sekaligus mencoba setiap tahapan yang telah diperagakan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Kelompok A2 PPG Umsida menyerahkan satu unit aquaponik kepada Pemerintah Desa Wringinrejo. Unit tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Wringinrejo, H Suhartono.

“Program aquaponik ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Kami berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan warga untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas dan menghasilkan pangan secara mandiri,” ujar H Suhartono.

Setelah sesi materi dan praktik, peserta kembali mengikuti posttest. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah memperoleh pelatihan.

Hasil evaluasi menjadi salah satu indikator bagi mahasiswa untuk mengetahui ketercapaian tujuan program, terutama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aquaponik dan pemanfaatan energi surya.

Projek Kepemimpinan Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat

Program tidak berhenti setelah pelatihan dan penyerahan alat. Mahasiswa juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap instalasi aquaponik yang telah ditempatkan di desa.

Beberapa aspek yang diperiksa antara lain kondisi aliran air, fungsi pompa, kebersihan kolam ikan, serta perkembangan tanaman. Dari proses monitoring tersebut, mahasiswa menekankan bahwa perawatan secara rutin menjadi faktor penting agar sistem dapat terus berfungsi dengan baik.

Bagi mahasiswa PPG Umsida, kegiatan tersebut menjadi kesempatan menerapkan kemampuan kepemimpinan secara langsung di masyarakat sekaligus menghubungkan proses pembelajaran dengan persoalan nyata.

Melalui Projek Kepemimpinan, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun solusi, melaksanakan program, hingga melakukan evaluasi.

Sementara bagi masyarakat Desa Wringinrejo, aquaponik diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan lahan terbatas untuk menghasilkan pangan secara mandiri.

Mahasiswa berharap unit aquaponik yang telah diserahkan dapat terus dirawat dan dikembangkan sehingga manfaatnya tidak berhenti setelah program selesai.

Melalui inovasi tersebut, Kelompok A2 PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Prodi IPA Umsida juga ingin menunjukkan bahwa upaya mendukung ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana, efisien, dan berkelanjutan.

Penulis: Lintang Fatihatur Roisah & Shalma Noeravizha

Bertita Terkini

Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas
October 6, 2026By
PBI UMSIDA Kenalkan Pesona Bromo kepada Mahasiswa Inbound Kazakhstan
October 5, 2026By
PBA UMSIDA Bahas Peran Guru Hadapi Transformasi AI di Konferensi Internasional
October 2, 2026By
PBA UMSIDA Perkuat Kurikulum melalui Rakernas PPPBA dan Konferensi Internasional
October 1, 2026By
Cerita Mahasiswa Kazakhstan Ikuti Student Mobility di Umsida
September 28, 2026By
Testimoni Peserta Workshop Internasional Climate Change Learning Kit di Umsida
September 24, 2026By
Alumni Insight Fortama FPSI 2026 Bagikan Pengalaman Kehidupan Kampus
September 22, 2026By
Go Green Kampus Warnai Fortama FPSI 2026
September 21, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dosen PGPAUD Umsida Raih Doktor, Fokus Riset Lagu Anak Berkualitas
October 6, 2026By
Dr. Anita UMSIDA Lolos Riset Kerja Sama Malaysia, Kembangkan Model SIFLE Keuangan Syariah
September 17, 2026By
Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By