Umsida Perkuat Student Mobility dengan EAGI Kazakhstan

fpsi.umsida.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui program student mobility bersama A.K. Kussayinov Eurasian Humanities Institute (EAGI), Kazakhstan.

Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Umsida untuk mengikuti kegiatan akademik selama satu semester di lingkungan EAGI. Tidak hanya mahasiswa, dosen pendamping program, Wahyu Taufiq SPd MEd, juga terlibat dalam sejumlah agenda akademik internasional bersama mahasiswa dan dosen EAGI.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Umsida dalam memperluas pengalaman global sivitas akademika sekaligus membangun ruang pertukaran ilmu, budaya, dan praktik pembelajaran antara Indonesia dan Kazakhstan.

Student Mobility Umsida dan EAGI Terus Berlanjut

Kerja sama Umsida dan EAGI bermula dari inisiasi Kepala Perpustakaan Umsida, Mochammad Tanzil Multazam SH MKn. Kolaborasi tersebut kemudian berkembang ke berbagai bidang akademik, mulai dari penulisan jurnal hingga program mobilitas mahasiswa dan kegiatan ilmiah lainnya.

Wahyu menjelaskan bahwa Program Studi PBI Umsida mulai melaksanakan program academic mobility bersama EAGI sejak tahun lalu. Pada pelaksanaan sebelumnya, EAGI mengirimkan empat mahasiswa untuk belajar di Umsida, sementara Umsida mengirimkan tiga mahasiswi untuk mengikuti kegiatan perkuliahan di EAGI.

“Dan tahun ini kita mengirim dua mahasiswi dan sekarang ini kita sedang menunggu mahasiswa, mahasiswi dari sana,” jelas Wahyu.

Skema pertukaran tersebut menunjukkan bahwa hubungan akademik kedua institusi tidak berjalan satu arah. Umsida dan EAGI sama-sama membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan pendidikan yang berbeda.

Selain student mobility, kolaborasi juga diwujudkan melalui kegiatan kuliah tamu bertajuk “Beyond Grammar: Fostering Authentic Communication Through Emotion, Context, and AI” bagi mahasiswa Department of Foreign Languages and Translation Studies EAGI pada Selasa (8/9).

Dalam kegiatan tersebut, Wahyu menjadi pembicara di hadapan sekitar 200 hingga 300 mahasiswa. Ia menyampaikan materi mengenai proses pembelajaran bahasa, khususnya tentang authentic learning dan pentingnya membangun komunikasi yang tidak hanya berfokus pada struktur bahasa.

Menurutnya, komunikasi juga dipengaruhi oleh konteks, emosi, dan budaya yang melatarbelakangi seseorang ketika berinteraksi.

“Yang maksud saya adalah kita di Indonesia itu kita juga mudah untuk menunjukkan emosi kita, mudah untuk tersenyum, mudah untuk menyapa. Tapi mungkin kalau di sana dengan cara yang lain. Ini pengalaman yang sangat berkesan,” ujarnya.

Berbagi Pengalaman dengan Dosen EAGI

Rangkaian kegiatan akademik berlanjut pada Rabu (9/9) melalui Round Table bertema “Meaningful Communication Through Emotion and Context.”

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 dosen Department of Foreign Languages and Translation Studies EAGI. Dalam forum itu, Wahyu berbagi pengalaman mengenai proses pembelajaran serta praktik komunikasi dalam konteks budaya Indonesia.

Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak ditempatkan sebagai proses mengajar secara satu arah, tetapi sebagai ruang berbagi praktik dan pengalaman antara pendidik dari kedua negara.

“Saya sendiri tidak menyebutnya mengajar, di presentasi saya menyebutnya berbagi pengalaman,” tuturnya.

Menurut Wahyu, diskusi berlangsung dengan antusias karena para dosen dapat membandingkan pengalaman mereka dalam mengajar mahasiswa, membangun interaksi kelas, serta memahami perbedaan komunikasi dalam konteks budaya.

Pertemuan tersebut sekaligus memperluas ruang kerja sama akademik antara PBI Umsida dan EAGI. Pertukaran pengalaman antarpendidik dinilai penting karena setiap institusi memiliki pendekatan, karakter mahasiswa, serta kebiasaan komunikasi yang berbeda.

Melalui diskusi tersebut, kedua institusi dapat saling melihat praktik pembelajaran dari perspektif yang lebih luas.

Student Mobility Perkuat Pengalaman Internasional Mahasiswa

Bagi mahasiswa Umsida, student mobility tidak hanya berarti mengikuti perkuliahan di luar negeri. Program ini juga memberi kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan akademik, berinteraksi dengan mahasiswa internasional, serta mengenal kebiasaan dan budaya masyarakat Kazakhstan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena mahasiswa dituntut untuk menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan dan lingkungan sosial yang berbeda.

Wahyu melihat perbedaan gaya komunikasi sebagai salah satu pengalaman menarik selama berada di EAGI. Masyarakat Indonesia, menurutnya, cenderung lebih mudah menunjukkan ekspresi melalui senyum, sapaan, maupun bentuk komunikasi nonverbal lainnya. Sementara itu, masyarakat Kazakhstan memiliki karakter komunikasi yang berbeda.

Perbedaan tersebut justru menjadi ruang belajar bagi mahasiswa maupun dosen untuk memahami bahwa komunikasi tidak dapat dilepaskan dari latar belakang budaya.

Melalui program student mobility dan rangkaian kegiatan akademik internasional ini, Umsida terus mendorong mahasiswa serta dosennya untuk memiliki pengalaman global. Kolaborasi dengan EAGI diharapkan dapat terus berkembang dalam bentuk pertukaran mahasiswa, kegiatan akademik, penulisan ilmiah, hingga kerja sama lain yang memperkuat hubungan kedua institusi. (Dhona)

Bertita Terkini

Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Pemberangkatan PLP II 2026 FPSI Resmi Dilaksanakan
September 11, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
FOCUSMIND-AR Latih Fokus Siswa di Tengah Fenomena Brain Rot
September 9, 2026By
FPSI UMSIDA Gelar Pembekalan PLP II bagi Mahasiswa
September 8, 2026By
Workshop Internasional Pendidikan Perubahan Iklim Bekali Mahasiswa Asistensi Mengajar PGSD
September 7, 2026By
PPG UMSIDA Gelar Bimtek Calon Penguji UKPPPG Gelombang 8
September 4, 2026By

Prestasi

PPK Ormawa Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Limbah Sisik Ikan
September 14, 2026By
Mahasiswa PGSD Terpilih Jadi Duta Pencerah UMSIDA 2026
September 10, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By

Riset dan Inovasi

Dosen PBI Umsida Lolos Riset Internasional Bersama Mitra Kazakhstan
September 16, 2026By
Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By
Dr Yuli Kembangkan VR Bahasa Inggris Menuju Kurikulum 2027
August 12, 2026By