Asistensi Mengajar, Langkah Mahasiswa PGSD Umsida Menjadi Guru

fpsi.umsida.ac.id — Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung melalui Program Asistensi Mengajar pada tanggal 31 Agustus 2026. Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh Program Studi PGSD Umsida, sebanyak 54 mahasiswa dinyatakan lolos dan akan melaksanakan kegiatan asistensi mengajar di tujuh sekolah.

Ketujuh sekolah tersebut meliputi Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya, SD Al Hikmah Surabaya, SD Muhammadiyah 1 Candi Lab School UMSIDA, SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Sahabat Gempita Swara Semesta, SDN Pucang 1 Sidoarjo, dan SDN Lemahputro 1 Sidoarjo.

Sementara itu, pada penempatan lainnya, terdapat 9 mahasiswa PGSD Umsida yang dinyatakan lolos untuk melaksanakan Program Asistensi Mengajar di SD Islam Al Azhar 52 Sidoarjo. Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman secara langsung di lingkungan pendidikan sekaligus mengembangkan kompetensi pedagogis sebagai calon guru sekolah dasar.

Salah satu mahasiswa yang lolos dalam Program Asistensi Mengajar dan ditempatkan di SD Al Hikmah Surabaya adalah Vika. Bagi Vika, kelulusan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan kemampuan dirinya.

“Perasaan saya sangat senang setelah lolos seleksi Asistensi Mengajar karena ini adalah kesempatan bagi saya untuk meningkatkan potensi saya,” ujar Vika saat ditemui pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 13.00.

Melatih Kepercayaan Diri dan Kesiapan Mengajar

Ketertarikan Vika mengikuti Program Asistensi Mengajar tidak hanya karena pengalaman mengajar yang akan diperoleh, tetapi juga karena keinginannya untuk meningkatkan kepercayaan diri. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantunya mengurangi rasa grogi ketika harus berbicara di depan banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

“Saya tertarik dengan program asistensi mengajar karena menurut saya, kesempatan ini bisa saya gunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri saya supaya tidak grogi jika di depan banyak orang baik anak-anak maupun orang dewasa,” jelasnya.

Untuk mempersiapkan diri, Vika mulai menyusun strategi pembelajaran sebagai bentuk kesiapan apabila sewaktu-waktu diminta untuk mengajar. Namun, ia memperkirakan bahwa kegiatan mengajar nantinya akan memiliki jadwal tersendiri yang telah disiapkan oleh guru pamong.

Menurut Vika, tantangan dalam kegiatan asistensi mengajar dapat berbeda sesuai dengan fase perkembangan siswa. Pada fase A, tantangan yang mungkin muncul adalah mengatur siswa agar dapat duduk dengan rapi dan tidak terlalu berisik. Sementara pada fase B dan C, tantangan lebih berkaitan dengan materi pembelajaran yang semakin kompleks serta pertanyaan siswa yang lebih beragam.

“Sebagai guru harus bisa menjelaskan dengan jelas supaya siswa dapat memahami maksud guru dengan bahasa yang sederhana,” tutur Vika.

Belajar Sistem Pembelajaran di Sekolah

Selama mengikuti asistensi mengajar di SD Al Hikmah Surabaya, Vika berharap dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus membiasakan diri berbicara di depan kelas. Ia ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai proses belajar agar semakin percaya diri ketika menyampaikan materi kepada siswa.

“Harapan saya ke depannya saya mendapatkan pengalaman baru, saya tidak grogi lagi ketika menerangkan di depan kelas karena sudah terbiasa, dan pastinya saya belajar tentang lingkungan baru karena di SD Al-Hikmah ini termasuk sekolah favorit di Surabaya yang isinya anak dari kelas menengah ke atas,” ungkapnya.

Selain pengalaman mengajar, Vika juga ingin mempelajari bagaimana guru-guru di SD Al Hikmah memberikan pembelajaran kepada siswa. Menurutnya, sistem pembelajaran menjadi salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh mahasiswa sebagai calon guru.

“Keterampilan yang ingin saya dapatkan pastinya cara guru-guru di sana dalam memberikan pengajaran pada muridnya seperti apa. Itu yang ingin saya ketahui lebih dalam karena sistem pembelajaran itu sangat penting,” katanya.

Vika berharap mahasiswa lain juga berani memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Ia berpesan agar mahasiswa tidak mudah menyerah ketika belum berhasil dalam suatu seleksi.

“Jangan ragu untuk mencoba setiap kesempatan yang datang untuk mengembangkan potensi kalian. Jika belum lolos seleksi jangan berkecil hati, tetaplah mencoba program mengajar yang lain,” pesannya.

Melalui Program Asistensi Mengajar, mahasiswa PGSD Umsida diharapkan dapat memperoleh pengalaman nyata di lingkungan sekolah, meningkatkan keterampilan mengajar, serta mempersiapkan diri menjadi calon guru yang profesional dan berkarakter.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

PLP Kelompok 69 Umsida Kolaborasi Kimia Farma Dorong Kesadaran Hidup Sehat
September 1, 2026By
PLP Kelompok 69 Hadirkan Bank Sampah di Pantai Pengkolan
August 31, 2026By
Silam.ID Umsida Hadirkan Disability Festival untuk Ruang Ekspresi Inklusif
August 28, 2026By
Dr Ida Rindaningsih Bergabung dalam Tim Ad Hoc Standar Pengasuh Anak
August 27, 2026By
Umsida Dukung Sosialisasi WIJABA Environmental Education Program
August 26, 2026By
Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
PLP 1 PAI dan PBA Umsida Dalami Pendidikan Boarding School Al-Izzah
August 24, 2026By
Menuju Bali dan Sidoarjo, Mahasiswa FPSI Umsida Jalani WIJABA
August 21, 2026By

Prestasi

Outstanding Achievement, Kayla Fadhila Juara 1 Public Speaking Universitas
August 25, 2026By
Wisudawan Berprestasi PAI Sabet Juara Pencak Silat Nasional
July 14, 2026By
Porseni VI
Abyan Rafi Raih Juara 3 Porseni VI FKPTKIS
July 2, 2026By
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Perak Taekwondo Surabaya
June 30, 2026By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Juara di UMSURA Pencak Silat
June 29, 2026By

Riset dan Inovasi

Kolaborasi Laboran TP dan IPA Kembangkan Alat Pengering Gantung Bersistem Kontrol Suhu
August 20, 2026By
Dr Yuli Kembangkan VR Bahasa Inggris Menuju Kurikulum 2027
August 12, 2026By
Dr Rahmania Lolos RIIM 11 lewat Inovasi Virtual Reality
August 11, 2026By